Wawako Resmikan Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru yang ke-14

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si resmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang ke 14 di SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru di Jalan Senapelan nomor 10 A, Kampung Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru, pada Rabu (27/01/21).

“Luar biasa Lazismu Pekanbaru dan juga SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru, sudah berkolaborasi pembukaan Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru yang ke 14 dan tentu harapan saya ini bisa bersinergi berkolaborasi dengan pemerintah kota di dalam membangkitkan kembali ekonomi dikawasan Kampung Bandar ini karena Kampung Bandar ini sejarah awal berdiri Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Hari Siyanto, SE selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru menjelaskan tujuan dibentuknya Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru untuk mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak dan sedekah, serta untuk mempermudah membantu masyarakat kurang mampu .

“Tujuannya yang pertama adalah untuk mempermudah masyarakat untuk menunaikan ibadah dalam bentuk zakat, infak dan sedekah, yang kedua bagi masyarakat sekitar akan lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Al Gafar, S. Pd, MM mengajak, seluruh guru-guru, karyawan, wali murid dan masyarakat sekitar untuk menunaikan zakat, infak dan sedekahnya ke kantor layanan SMK Muhammdiyah 1 Pekanbaru .

“Terutama internal didalam guru-guru karyawan orang tua siswa silahkan menunaikan zakat, infak dan sedekahnya di kantor layanan SMK Muhammdiyah 1 Pekanbaru, dari kita untuk kita. Jadi dia berzakat, bisa membantu untuk siswa yang kurang mampu disini dan tentunya kedepannya kita bisa membantu masyarakat sekitar sekolah,” jelas Al Gafar.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekanbaru Syafrizal Syukur, S.Ag berharap dana zakat, infak dan sedekah tersebut bisa dimaksimalkan dilingkungan sekolah untuk membantu siswa-siswa kurang mampu.

“Satu, bagaimana supaya zakat dapat ditagih kepada yang wajib membayar, kedua, infak dan sedekah bisa dimaksimalkan dilingkungan sekolah, termasuk relawan dari wali murid, atau siswa itu sendiri, yang ketiga, kita punya siswa-siswa yang standar ekonominya masih dibawah sejahterah maka ada yang tidak mampu membayar sekolah bisa dibantu,” pungkasnya.

 30 total views,  1 views today