Warga 3 Desa Kampar Resah, Sudah 2 Minggu Gajah Liar Suka Masuk Kampung dan Porak Porandakan Kebun

Salah satu pohon kelapa sawit warga yang tumbang akibat ulah gajah liar di Kecamatan Kampar.

KAMPAR, AmiraRiau.com- Sudah sejak 2 minggu terakhir, Warga Desa Koto Tibun, Padang Mutung dan Rumbio, Kecamatan Kampar, Kampar, diresahkan dengan ulah seekor gajah liar yang merusak perkebunan dan bahkan ada kalanya sampai masuk perkampungan.

Kepala Desa Koto Tibun Hasbirullah, mengatakan, gajah liar tersebut hanya 1 ekor dan diduga tertinggal dari  rombongannya.

Atas kejadian itu dan laporan dari warga, Kepala Desa Koto Tibun telah menyampaikan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“BBKSDA Riau telah merespon pengaduan dengan turun ke lokasi melakukan pemetaan,” ujarnya.

Namun, sampai Selasa (7/5/2024) belum dilakukan penangkapan ataupun penggiringan gajah ke habitatnya atau ke lokasi lain.

Kades Koto Tibun juga mengaku telah mendatangi langsung Kantor BBKSDA Riau agar penanganan terhadap gajah ini bisa dipercepat.

“Dua hari setelah kejadian kami disuruh buat surat. Hari Senin, surat dibuat tembusan ke camat, Polsek Danramil, DPRD dan bupati,” kata Hasbirullah.

Pemetaan ini dengan mengikuti jejak gajah. Meskipun tim yang turun telah mengikuti jejak gajah tapi gajah belum berhasil ditemukan. Ia berharap BBKSDA Riau segera mengambil tindakan.

Ia ingin keberadaan gajah di wilayah mereka tidak dibiarkan lama-lama agar jangan terjadi kejadian yang tidak diinginkan, baik terhadap warga, kebun warga maupun terhadap gajah itu sendiri karena gajah merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

“Saya juga langsung ke Balai minta gajah dievakuasi, tapi saya belum bisa bertemu dengan kepala balai karena beliau ada kegiatan di luar. Waktu koordinasi dengan Pak Mustofa, Pak Kabid di BBKSDA, beliau minta waktu satu dua hari. Apakah nanti dievakuasi, kita tunggu Balai dulu,” terang Hasbirullah.

Areal yang dimasuki gajah liar ini berada di RT 01 dan RT 02 Dusun Titian Sago, Desa Koto Tibun, tepatnya di Bukit Koto dan Bukit Ubau. Dari laporan warga, gajah ini juga telah merusak tanaman warga di desa tetangga, yakni di Desa Padang Mutung.

Hewan yang juga disebut Datuok oleh warga ini diperkirakan datang dari Payakumbuh. Beberapa waktu lalu juga melewati kebun warga di sekitar wilayah Siabu Kecamatan Salo dan terus berjalan ke arah timur hingga sampai ke Desa Koto Tibun.

Lebih lanjut dikatakan, meskipun telah banyak merusak tanaman di kebun warga dan jejaknya telah masuk ke area perkampungan, kuburan bahkan lingkungan SMA Negeri 2 Kampar yang berdekatan dengan hutan di pinggiran Desa Koto Tibun, namun sampai saat ini keberadaan gajah ini terbilang masih misterius karena masyarakat yang melihat wujud gajah tersebut masih minim.

“Ada satu orang warga yang melihat langsung. Dia hendak pergi menakik karet mendadak bertemu di jalan. Ia langsung memutar kendaraannya pulang kembali ke rumah,” ujar Hasbirullah.

Meskipun wujud gajah susah dilihat, namun kerusakan yang diakibatkan binatang berbelalai panjang sudah terlihat. Menurut Kades, sudah ratusan hektar perkebunan sawit warga dimasuki gajah dan merusak sebagian tanaman kelapa sawit.

“Di sini tanaman sawitnya banyak yang masih baru tanam. Seratus hektar lebih kemungkinan telah dirusaknya,” terang Hasbi.

Pasca masuknya gajah ke desa mereka, hampir setiap malam masyarakat berkumpul sambil menyalakan api menjaga kampung dan kebun mereka.

Sementara itu Kepala Bidang Wilyah II BBKSDA Riau ketika dikonfirmasi Wartawan melalui telepon seluler, Rabu (8/5/2024) belum bersedia memberikan tanggapan.

“Maaf mas, masih kita susun laporan ke pimpinan,” ujar Mustafa.***

Penulis: Ali Akbar, Editor: Isman Iriadi

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar