Walikota Pekanbaru : Bila Masyarakat Tidak Bisa Ditertibkan, Seluruh Lapisan Masyarakat Pekanbaru Akan Dirumahkan

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia semakin meluas. Jumlah pasien bertambah, hingga Jumat (03/04/2020) jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.986 orang, sembuh sebanyak 134 orang, dan meninggal sebanyak 181 orang. Di Provinsi Riau kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 10 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 20.178 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 122 orang. Khusus Kota Pekanbaru positif Covid-19 sebanyak 9 orang, satu diantaranya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dan 1 orang lainnya yang positif Covid-19 adalah warga Rokan Hulu dan dirawat di kabupaten Rokan Hulu.

Dalam konferensi Pers yang digelar oleh Walikota Pekanbaru Firdaus, ST., MT. pada Jumat sore (03/04/2020) total pasien positif Covid-19 adalah 9 orang, diantaranya MM (63) warga Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya yang telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, AH (45) warga Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Marpoyan Damai, DS (31) warga Kelurahan Tangkerang Timur Kematan Tenayan Raya, dan R (58) warga Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan.

Pada Kamis (02/04/2020) seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  meninggal dunia yaitu NEH warga Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh. Hasil uji lab pasien belum keluar dari Litbangkes Jakarta. Pasien mengalami gejala terinfeksi Covid-19 namun tidak memiliki riwayat perjalanan dke daerah terjangkit.

Jumlah ODP tertinggi di Pekanbaru adalah Kecamatan Tampan sebanyak 161 kasus. Jumlah PDP tertinggi juga dari Kecamatan Tampan sebanyak 10 orang. Sedangkan jumlah pasien Positif Covid-19 sebanyak 2 orang di Kecamatan Tampan.

“Untuk meningkatkan kesiagaan menghadapi penyebaran pandemi Covid-19 ini Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan Rumah Sakit Madani yang beralamat di Jalan Garuda Sakti, Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru sebagai rujukan penanganan Covid-19 dengan kapasitas 70 tempat tidur. Selain itu juga disiapkan rumah sehat untuk isolasi semntara bagi ODP, yaitu Rumah Susun Pemko Pekanbaru yang berada di kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Bagi ODP yang menjalani isolasi di rumah sehat semua kebutuhan logistik akan disediakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru”, jelas Walikota Pekanbaru.

Memeperhatikan angka pasien yang semakin bertambah, Pemko Pekanbaru mempersiapkan langkah-lamngkah untuk memutuskan penyebaran Covid-19 dengan mempertegas kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah. Belajar, bekekerja, dan beribadah dari rumah sebagaimana himbauan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo.

“Karena kesadaran masyarakat masih sangat rendah, Pemko Pekanbaru akan memberlakukan jam malam. Bila upaya tersebut belum membuahkan hasil utnuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 maka Pemko Pekanbaru akan merumahkan seluruh masyarakat¬† Kota pekanbaru. Kebijakan ini mengacu pada kebijakan presiden yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini tentu akan menimbulkan dampak ekonomi khususnya masyarakat miskin, rawan miskin, dan yang terdampak kebutuhan logistik akan disediakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru”, tambah Firdaus ST., MT.

Saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru sedang melakukan validasi data. Sementara ada 36.866 Kepala Keluarga dengan kurang lebih 200.000 jiwa.

“Kami mengajak pemimpin di semua lapisan, para ulama, cendekiwan mari bekerja sama memerangi penyebaran Covid-19 dengan memutus mata rantai agar bisa berkurang dan berhenti. jadilah pejuang memutus mata rantai dengan tujuan menyelamatkan jiwa pribadi, masyarakat sekitar dan seluruh rakyat indonesia. Mari bangun kesadaran nuntuk memerangi covid19 ini”, tutup Walikota Pekanbaru. (Amira)