Tokoh Penerima Kalpataru Jadi Nama Objek Wisata Penangkaran Kupu-kupu Terbesar di Sumatera

0

ROHUL, AMIRARIAU.COM-Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menetapkan nama Tokoh lingkungan dan budayawan Alm. Yusri Syam dijadikan sebagai nama museum Kupu-kupu terbesar di Sumatera yang terdapat di objek Hapanasan, Desa Kaiti, Kecamatan Rambah.

Penetapan nama tokoh yang pernah menerima penghargaan Kalpataru tahun 2015 ini sebagai nama Museum kupu-kupu di sumatera ini, sebagai bentuk penghargaan pemerintah kabupaten Rohul atas jasa almarhum dalam melestarikan lingkugan, khusunya menjaga species kupu-kupu di negeri seribu suluk.

Penetapan Nama Yusri Syam sebagai nama museum kupu-kupu ini disampaikan Bupati rohul Drs.H.Achmad.Msi, beberapa hari lalu.

Dalam sambutanya. Achmad mengajak seluruh Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Rohul, untuk meniru pegawai yang sudah 14 tahun mengabdi di Dinas Pariwisata Rohul tersebut.

Achmad bahkan menyatakan rasa harunya atas totalitas kerja yang ditunjukan yusrisyam Hingga akhir hayatnya. Hal itu dibuktikan, saat hendak pergi menghadap ilahi, yusri syam juga ditemukan tak jauh dari lingkungan tempat kerjanya, di Hapanasan tak jauh dari penagkaran kupu-kupu yang 14 tahun sudah di bangunya.

”Nilai-nilai Totalitas, ketekunan dan Kosistensi yang dilakukan Yusri Syam semasa hidupnya haruslah dicontoh oleh seluruh PNS dan masyarakat Rohul,” ujar Achmad.

Tokoh lingkungan Skaligus PNS di Dinas Pariwisata Rohul Yusrisyam meninggal pada, hari kedua idul fitri 1436 H. Semasa hidupnya, yusri Syam dikenal sebagai sosok yang gigih. 12 tahun hidupnya dihabiskan dengan melakukan penelitian terhadap 300 species kupu-kupu dari 120 species tanaman pakanya di wisata air panas hapanasan desa kaiti, kecamatan rambah.

Selain kupu-kupu, yusrisyam juga merupakan penyelamat dua pohon besar kruing berukuran 160 CM, dengan usia diperkirakan 180 tahun di bukit mandi angin desa pawan kecamatan rambah.karena jasanya itu, Yusri Syam juga pernah mendapat penghargaan Kalpataru pengabdi lingkungan dari mentri Lingkungan hidup Siti nurbaya pada tahun 2015.

”Dijadikanya nama almarhum sebagai nama Museum kupu-kupu, merupakan bentuk penghargaan masyarakat Rohul terhadap pengabdian beliau, semoga, apa yang sudah dilakukan beliau akan bermanfaat dan jasa jasanya akan tetap dikenang,” pungkasnya. (Yus/Adv/Hms)