Tinggi, Perhatian PT RAPP terhadap Pelestarian Budaya Melayu

0
Seminar pemberian muatan lokal Budaya Melayu Riau.

Pekanbaru (amirariau.com) – Sebagai sebuah perusahaan multinasional yang berpusat dan beroperasi di Provinsi Riau, keberadaan PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) di daerah ini tidak semata mengejar keuntungan, sebagaimana yang menjadi tujuan utama pendirian perusahaan. Persoalan yang berkaitan dengan pelestarian budaya juga tidak diabaikan oleh perusahaan ini.

Lihatlah sebagai salah satu contoh. Yaitu, sekaitan dengan Hari Batik Nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Oktober dan Hari Jadi Kabupaten Siak ke 20, menjadi momen istimewa bagi pelajar SMA dan Taman Kanak-kanak Siak. Dekranasda Siak bersama PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan menggelar berbagai kegiatan perlombaan yang
berkaitan dengan membatik.

Pembukaan Festival Batik Siak dalam rangka Hari Batik Naional.

Kegiatan Festival Batik Siak ini dibuka oleh Bupati Siak Alfedri, Rabu (9/10/2019). Panitia memilih Taman Tengku Agung untuk lokasi kegiatan. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara yang sudah dimulai sejak pagi. Ketua Dekranasda Kabupaten Siak, Rasidah mengatakan, kegiatan ini adalah Festival Batik Siak dalam rangka melestarikan warisan budaya bangsa. “Kegiatan ini dalam rangka mengenalkan sekaligus mempromosikan batik Siak pada masyarakat luas. Terimakasih kepada PT RAPP yang sudah menyalurkan program CD nya kepada Dekranasda Siak”, kata Rasidah.

Ia menambahkan, acara ini sekaligus mengenalkan motif batik kepada anak-anak usiaPaud maupun pelajar SMA untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya batik Siak. Ada sejumlah jenis perlombaan, seperti desain motif batik, membatik masal untuk pelajar dan anak-anak paud serta lomba fashion show. Dalam kesempatan yang sama juga, Stakeholder Relation (SHR) Manager PT RAPP, Syamsuria M Hasyim menyebutkan PT RAPP yang memiliki 5 wilayah operasi di Riau dan salah satunya di Kabupaten Siak ini juga memiliki Rumah Batik Andalan.

“Tentunya membatik yang sudah dijalankan oleh Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Siak juga sama dengan apa yang Rumah Batik Andalan PT RAPP lakukan selama ini. Untuk itu kami sangat mendukung sekali kegiatan membatik yang dilakukan oleh PKK Siak melalui Dekranasda Siak”, kata Syamsuria.

Rumah Batik Andalan PT RAPP ini sudah memiliki 28 pengrajin batik yang direkrut dari daerah-daerah di sekitar Pabrik wilayah operasi PT RAPP sendiri. Mereka merupakan masyarakat tempatan dari ekonomi lemah yang kemudian, kehidupan perekonomiannya menjadi meningkat. “Bahkan beberapa dari pengrajin batik ini, mampu menguliahkan anaknya hingga sarjana. Dengan adanya bukti nyata itu kami siap memberikan kontribusi dan saling bersinergi dengan organisasi Dekranasda untuk membantu memberikan bantuan alat membatik kepada pengrajin di Siak”, sebutnya lagi.

Tak hanya itu saja, PT RAPP juga bisa memberikan bantuan modal usaha kepada pengrajin batik khususnya yang kualitas batiknya bagus. “Kami ini juga bagian dari masyarakat, sehingga kami akan sangat menyambut baik keinginan pembatik di Siak untuk terus melanjutkan usahanya. Seperti apa yang sudah kami berikan untuk pembatik dari Kecamatan Dayun Siak”, ujarnya lagi dengan yakin banyak pembatik kreatif berasal dari Kabupaten
Siak.

Bupati Siak, Alfedri berharap kegiatan promosi batik ini sangat bagus dilakukan secara berkelanjutan. Karena Siak memiliki ciri khas batik tersendiri yang juga tidak kalah dengan batik daerah lain. “Kegiatan hari ini bagian dari untuk mengupgrade sekaligus mempromosikan batik Siak. Jika ini dikembangkan dengan baik dan benar, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi jika 70 persen saja masyarakat Siak yang dalam kesehariannya mengenakan batik, tentunya akan sangat membantu pengrajin dalam meningkatkan produksinya”, sebut Alfedri.

Sebelumnya, Selasa (2/6/2019), pembukaan Training of Trainer (ToT) Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau yang berlangsung atas kerja sama antara Universitas Lancang Kuning (Unilak), PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), dan Pemerintah Provinsi Riau telah dilaksanakan di Hotel Alpha Pekanbaru, pada Selasa (2/6/2019). Wakil Rektor I Unilak, Dr Junaidi M.Hum sebagai ketua panitia mengatakan Unilak terus bekomitmen memajukan budaya Melayu di Riau. “Ini dibuktikan dengan ditunjuknya FIB Unilak sebagai pelaksana Training of Trainer (ToT) Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu oleh PT RAPP”, kata Junaidi.

Menurut, Direktur Utama RAPP, Ali Sabri menjelaskan bahwa RAPP sangat mendukung program luhur dalam pengembangan kebudayaan Melayu Riau. “Kami sangat mendukung program ini. Untuk itu, kami akan terus berupaya ikut bekerjasama untuk menjaga budaya Melayu, sejalan dengan Visi Provinsi Riau yang harus kita dukung”, ucap Ali Shabri. Sementara itu, Ketua Kerapatan Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Al Azhar mengatakan bahwa Mutan lokal ini sudah lama disusun, dimana orang yang berkerja menyusun ini, tidak dibayar sepeser pun dan berkerja atas tanggung jawab menjaga budaya Melayu. “Para penyusun kurikulum ini tidak dibayar. Mereka bekerja untuk memperkokoh kebudayaan Melayu di negeri ini. Ini bukan siapa yang melaksanakan tapi apa yang dilakukan”, kata Al
Azhar.

Menurutnya, apa yang telah diharapkan pada tahap ini dikerjakan oleh Fakultas Ilmu Budaya yang bertungkuslumus dalam program ini adalah Lubalang budaya Melayu Riau. Terkait hal yang sama, dalam rangka peningkatan kompetensi guru se-Provinsi Riau, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (Unilak) bekerja sama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov Riau) menggelar Training of Trainer Uji, Finalisasi Modul

Pembelajaran Budaya Melayu Riau selama empat hari 23-26 Juni 2019 kegiatan dipusatkan di Gedung Pustaka Unilak. “Tujuan kegiatan ToT ini sebagai bagian dari peningkatan kompetensi guru agar dapat memahami proses supervisi pembelajaran yang aktif dan efektif demi pendidikan yang berkualitas”, ujar General Manager Stakeholder Relations RAPP, Wan Jakh. Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung Visi Misi Riau 2020 guna menjadikan Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di bentangan kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Ketua LAMR, Al Azhar menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu Riau. “Budaya Melayu Riau sebagai muatan lokal pembelajaran merupakan upaya internalisasi nilai budaya baik secara logis, etika dan estetika. Untuk itu, LAMR ingin mendorong penerapan pembelajaran budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah agar anak-anak negeri memahami dan menerapkan nilai-nilai lokal dalam kesehariannya sekaligus mewarnai dunia global”, ujarnya.

Wakil Rektor I, Dr Junaidi menyebutkan kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan para tutor Mulok Budaya Melayu Riau, menyusun modul pembelajaran, menghimpun dan mengembangkan materi pembelajaran. Kesemua itu nantinya akan dipersentasikan di hadapan guru-guru Muatan Lokal dari semua Kabupaten/ Kota yang ada di Riau berdasarkan masing-masing satuan pendidikan baik di tingkat SD, SMP dan SMA. “ToT ini tahap awal yang merupakan bagian dari rangkaian ToT Pembelajaran Mulok Budaya Melayu Riau pada awal Juli mendatang. Kita akan mengundang perwakilan dari masing-masing Kabupaten/ Kota yang ada di Riau guna mengikuti ToT itu nantinya”, ujarnya. Ia berharap setelah ToT para peserta dapat menjadi tutor Mulok Budaya Melayu Riau di daerahnya masing-masing. (adv/hms/e2/dari berbagai sumber)