Terkait Tapal Batas, Demonstran Anarkis

0

ROHUL (AMIRARIAU.COM) – Ribuan masyarakat Kabupaten Kampar dari Suku Datuk Pandak membakar pos jaga, merusak kantor dan membakar beberapa unit sepeda motor di PTPN V Tandun. Hal tersebut dialkukan karrena adanya saling klaim tapal batas antara warga Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Informasi ini disampaikan, Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, Sabtu (25/4). Menurut Kapolres, pihaknya telah menurunkan anggota Polri 1 (Satuan Setingkat) SSK dari Polres Rohul, dibantu pesonil dari Polsek Tandun dan Kabun serta ditambah 1 pleton BKO dari Brimob Polda Riau.

Infomasi dirangkum dari TKP menyebutkan, kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (25/4/) kemarin sekira pukul 14.00 WIB, ribuan warga Kabupaten Kampar dari daerah Salo dan Kuok demontrasi di Kantor PTPN V Batu Langkah, Kabun.

Awalnya, warga hanya melakukan aksi damai terkait tuntutan lahan ulayat Datuk Pandak yang sudah inchrah di Pengadilan Bangkinang. Namun saat aksi itu di Kantor Kebun PTPN V Batu Langkah, tiba-tiba warga diserang oleh Satgas dari perusahaan BUMN tersebut. Hal itulah yang memicu bentrok besar-besaran, hingga terjadi tindakan anarkis.

Diterangkan, Pitoyo Agung Yuwono, hingga saat ini belum ada jatuh korban, situasi masih bisa diamankan, sebab anggota dari Polri masih berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) untuk berjaga-jaga.

Saat ditanya, apa penyebab meletusnya amukan masa tersebut, Kapolres Rohul menjawab, konflik tersebut disebabkan, tidak jelasnya tapal batas antara dua kabupaten, yakni Kampar dan Rohul.

“Katanya sepert itu (lahan sudah dimenangkan warga). Tapi itu tidak boleh melakukan pemaksaan dan pengusiran, silahkan diselesaikan melalui Pengadilan,” saran Kapolres Rohul.

AKBP Pitoyo mengungkapkan kerugian dialami PTPN V Batu Langkah Kabun belum bisa ditaksir. Namun dari kerusuhan kemarin, 5 sepeda motor dibakar, 5 sepeda motor lain dirusak dan 1 unit lain hilang.

Selain itu, sambungnya, sekitar 44 unit rumah karyawan dirusak, termasuk satu Kantor Afdeling turut dirusak. Sementara, satu Pos Teropong/ menara Pemantau dibakar oleh massa yang mengaku dari warga Kampar.(Yus)

 17 total views,  1 views today