Terkait Equinox, BMKG : Masyarakat Tak Perlu Khawatir

0
photo : wtop.com

Jakarta, AmiraRiau.Com – Beberapa hari ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar tentang fenomena equinox yang bakal berlangsung 5 hari ke depan. Tidak hanya Indonesia, fenomena ini juga berlangsung di beberapa negara asean seperti Malaysia dan Singapura. Yang membuat khawatir masyarakat adalah suhu udara yang bisa mencapai 40 derajat celcius.

Terkait berita simpang siur itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara. Rabu (15/3), Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko yang ditemui media menjelaskan kabar bahwa suhu udara di Indonesia dapat mencapai 40 derajat C pada saat fenomena Equinox. Ia mengungkapkan Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

Pada Saat fenomena ini berlangsung di luar​ bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

“Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36 derajat Celcius,” ujar Hary.

Hary juga menambahkan bahwa Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. Dalam hal ini, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.

“Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembap/basah,”jelasnya.

Dan beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa/periode transisi/pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Berikut penjelasan tertulis resmi BMKG :

  1. Equinox adalah salah satu fenomena astronomi dimana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
  2. Saat fenomena ini berlangsungdiluar? bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian Utara maupun Selatan.
  3. Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C.
  4. Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.
  5. Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.
  6. Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sdg memasuki masa/periode transisi/pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisicuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.

Jakarta,15 Maret 2017