Setelah Sempat Hentikan PTM Sementara, Pekanbaru Jalankan PTM Dengan Target Vaksinasi

0
Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menghentikan sementara belajar tatap muka di SMP Negeri 44 Pekanbaru. Hal ini disebabkan adanya salah satu guru terkonfirmasi positif Covid-19.
Aktifitas belajar tatap muka dihentikan selama tiga hari. Tim Satgas Covid-19 Pekanbaru langsung melakukan sterilisasi lingkungan dengan penyemprotan cairan disinfektan.
“Ada guru satu terkonfirmasi positif di SMP N 44. Sekolah kita hentikan selama tiga hari,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Selasa (21/9).
Menurutnya, aktivitas di sekolah dapat dilakukan kembali di hari keempat pasca ditemukannya guru yang terpapar Covid-19.
“Jadi setelah tiga hari proses sterilisasi sekolah, anak-anak bisa beraktivitas di sekolah,” terangnya.
Ismardi memastikan bahwa sampai saat ini belum ada peserta didik yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ia menegaskan bahwa seluruh sekolah mesti menjaga protokol kesehatan secara ketat.
Mereka harus melaksanakan belajar tatap muka terbatas sesuai dengan SOP protokol kesehatan. Guru juga diminta untuk mengawasi siswa di dalam dan luar kelas.

Targetkan 80% Pelajar Divaksin

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menargetkan 80 persen pelajar telah menjalani vaksinasi Covid-19 hingga pekan depan. Percepatan vaksinasi kelompok pelajar pun tengah dilakukan Satgas Covid-19 Pekanbaru.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas menyebut, total target pelajar yang mendapatkan vaksin Covid-19 mencapai 32.000 pelajar.
“Minimal minggu depan itu sudah bisa 80 persen lah vaksinasi pelajar,” ujar Ismardi Ilyas, Jumat (24/9).
Menurutnya percepatan telah dilakukan dengan menggelar vaksinasi masal. Ada pelajar di lima sekolah yang menjalani vaksinasi pekan ini. Total 4.800 pelajar mengikuti vaksinasi masal di sekolah.
Pelajar menjalani vaksinasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Sebelum vaksinasi bakal dilakukan pemeriksaan kesehatan pada setiap pelajar.
“Vaksinasi dilakukan agar kekebalan tubuh pelajar terbentuk dan meminimalisir penyebaran Covid-19 saat belajar tatap muka berlangsung di sekolah,” tutupnya.
Meski orang yang sudah divaksinasi Covid-19 tidak menjamin untuk tidak tertular Covid-19, namun ini bisa mengurasi resiko dan meminimalisit gejala apabila tertular.
Sepuluh Ribu Pelajar Telah Menerima Vaksin
Ribuan pelajar di Kota Pekanbaru telah menjalani vaksinasi Covid-19. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mendata, sebanyak 10 ribu pelajar telah mendapat suntikan vaksin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas menyebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah menggesa percepatan vaksinasi kelompok pelajar.
Hal ini seiring telah dimulainya aktivitas sekolah tatap muka. Percepatan dilakukan dengan menggelar vaksinasi Covid-19 secara masal di sejumlah sekolah.
“Kita mempercepat gerakan vaksinasi. Semua nya nanti kita vaksin. Kita mulai dari yang usia 12 tahun keatas, berarti SMP. Itu yang dibolehkan pemerintah pusat kan,” ujar Ismardi Ilyas, Selasa (28/9).
Menurutnya, vaksinasi bakal dilakukan secara bertahap di tingkat jenjang pendidikan. Saat ini sudah dilakukan suntik vaksin kepada 10 ribu pelajar di tingkat SMP.
“Besok juga ada kegiatan vaksinasi di lima sekolah dan pada hari kamis nanti. Jadi kita memang sedang mempercepat gerakan vaksinasi bagi siswa,” terangnya.
Ismardi menyebut, pelajar lebih aman mengikuti belajar tatap muka setelah divaksin. Namun ditegaskan Ismardi, vaksinasi bukan lah menjadi syarat utama dalam menggelar belajar tatap muka.
Protokol Kesehatan Harus Tetap Dijalankan
Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru pastikan patroli dan hunting penegakkan Protokol Kesehatan (Prokes) tetap berlangsung. Meski saat ini Kota Pekanbaru telah menerapkan PPKM level 2, patroli rutin dilakukan setiap hari.
“Masih (patroli), tapi intensitas kita kurangi,” ujar Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Parlindungan Simatupang, Kamis (23/9).
Menurutnya, jika pada PPKM level 3 patroli gabungan dilakukan pada pagi, siang dan malam hari, untuk PPKM level 2 patroli dilakukan pada pagi dan sore hari.
Untuk patroli malam hari juga dilakukan di waktu tertentu dan tidak setiap malam. Mereka menyasar para pelaku usaha dan masyarakat pelanggar Prokes.
“Kalau dulu kan tiap malam. Malam tetap ada, tapi tidak tiap malam. Kita ganti pagi dan sore hari,” jelasnya.
Karena dikatakan Iwan, saat ini masyarakat lebih banyak keluar rumah saat siang hari. Ia mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menjalankan Prokes. Meski telah terjadi penurunan level PPKM, ia mengimbau masyarakat tidak terlalu euforia.

 10 total views,  2 views today