SBY: Saya dan Pemerintahan Saya Masih Sering Dikambinghitamkan Penguasa

JAKARTA, AMIRARIAU.COM-Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkicau soal Pemerintahan. Ketum Partai Demokrat (PD) ini merasa sering dikambinghitamkan oleh Pemerintah yang berkuasa saat ini.

”Hingga saat ini, ”SBY & Pemerintahan SBY” masih sering dikambinghitamkan & disalahkan oleh pihak yg tengah berkuasa,” kicau SBY lewat akun twitter @SBYudhoyono yang dikutip detikcom, Kamis (18/2/2016) pukul 09.50 WIB.

SBY mengatakan Pemerintah yang berkuasa sekarang kerap menyalahkan berbagai masalah yang muncul saat ini ke Pemerintahannya. Pejabat yang melempar pernyataan menyalahkan adalah mereka yang pernah bertugas bersama SBY di Pemerintahan yang lalu.

”Berbagai masalah yg sekarang muncul dikatakan warisan pemerintahan SBY. Atau semuanya akibat kesalahan pemerintahan SBY. Sikap & pernyataan yg salahkan SBY juga datang dari mereka yg dulu pernah bertugas bersama saya di pemerintahan,” ujar SBY.

SBY meminta para bawahannya di Kabinet Indonesia Bersatu bersabar. Dia menegaskan Pemerintahannya telah bekerja serius dan melakukan yang terbaik untuk memajukan Indonesia.

”Bagi yg ingin terus salahkan pemerintahan yg lalu, alamatkan saja kpd saya (SBY). Saya pemimpin & saya bertanggung jawab,” tutur SBY.

”Bagi teman-teman yg dilukai hatinya & para konstituen saya, tetaplah sabar.Mari beri kesempatan pemerintah utk bikin negara kita hebat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution melempar pernyataan panas soal kinerja Pemerintahan SBY. Darmin menyebut Pemerintahan lalu lambat mendorong perkembangan industri pertambangan.

”Pemerintah SBY agak terlambat meng-enforce dan baru dimulai saat pemerintahan terakhir, sehingga momentumnya pada saat ekonomi dunia melambat dan buat komplikasi. Yang namanya hasil smelter, itu memerlukan ekonomi dunia yang sedang naik,” katanya saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perindustrian, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/2/2016).

Selama belasan tahun, kata Darmin, Indonesia terlalu mengandalkan ekspor komoditas yang harga dan permintaannya sangat bergantung pada ekonomi China.

”Kita kembangkan banyak pertambangan maupun perkebunan. Itu bersamaan dengan negara raksasa seperti China. Kita nikmati dengan cepat hasil dari sumber daya alam, kita lupa kembangkan sektor industri yang sebenarnya merupakan tulang punggung,” ujar Darmin. (ee)

Teks Foto: SBY dalam sebuah acara. (f: dtc)

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar