Ruas Jalan yang Amblas Jadi Mata Pencaharian Masyarakat

0

Sarilamak, AmiraRiau.com-Ruas jalan Sumbar-Riau yang amblas di Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, menjadi sumber nafkah bagi masyarakat setempat. Setiap hari puluhan orang masyarakat menjadi relawan di ruas jalan itu untuk mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dengan sistem buka-tutup.

Sebagaimana diketahui, pada akhir 2019 lalu terjadi peristiwa tanah bergerak di Koto Alam, yang menyebabkan sebanyak enam rumah penduduk dibawa longsoran tanah ke jurang yang ada di sisi ruas jalan tersebut. Tidak ada korban jiwa, tapi peristiwa itu menyebabkan sejumlah masyarakat kehilangan tempat tinggal.

Akibat lain, ruas jalan negara yang berlokasi di sana menjadi berlobang dan labil. Arus mobil yang melintasi ruas jalan dimaksud juga ikut terhalang. Atas izin pihak berwenang, sejumlah masyarakat di sana diperbantukan untuk menjadi relawan buat mengatur arus lalu lintas di ruas jalan negara yang tergolong padat itu.

Dengan mendirikan sebuah pos di sisi jalan, para relawan itu bergantian dengan sistem shift untuk mengatur arus lalu lintas. Setiap shift melibatkan 20 sampai sekitar 60 relawan, yang bekerja mengatur arus lalu lintas selama 24 jam sehari-semalam.

Seorang relawan mengaku sangat terbantu dengan kegiatan barunya itu. “Kendati hanya dapat Rp50.000 sampai Rp60.000/hari, tapi cukup membantu perekonomian saya,” ujarnya, Kamis (20/2/2020). Apalagi, tambahnya, masyarakat di sana sejak beberapa waktu belakangan dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang sangat berat menyusul anjloknya sejumlah komoditas tani yang menjadi andalan masyarakat. (e2)

Ruas jalan negara yang amblas di Koto Alam. (f: int)