Putra-Putri Riau Dukung Kinerja Unggul Pertamina di Blok Rokan

0
(sejarah jarum jam) Wan Dedi Yudhistira asal Rokan Hilir, Cherles Chaidir (Rokan Hulu), Tameng Nabaga (Bengkalis), Trimandiaz (Rokan Hulu), Rita Kusrina (Tanjung Balai Karimun), dan Sapaat (Kampar). Mereka para perwira PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), perwakilan putra-putri Riau yang turut menunjang kinerja Wilayah Kerja Migas Rokan.

Pekanbaru, AmiraRiau.Com – Putra-putri daerah Riau mengaku bangga dapat bergabung dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bagi mereka, inilah kesempatan emas untuk kian meningkatkan kontribusi terhadap pengembangan kekayaan migas di Bumi Lancang Kuning. Putra-putri asal Riau menjalankan peran penting di berbagai fungsi dalam organisasi PHR.

”Secara pribadi, bergabung dengan Pertamina merupakan mimpi yang terwujudkan. Saya ingin memberikan kontribusi terbaik melalui kinerja unggul dan profesional,” ungkap Tameng Nabaga, yang menjabat sebagai Team Manager Field Operations Bangko di PHR. Dia bertanggung jawab atas kegiatan operasi di wilayah Bangko dan sekitarnya, baik dari sisi keselamatan maupun tingkat produksi.

Ketika masih kecil, keluarga Tameng tinggal sekitar 7 km dari salah satu fasilitas Pertamina di Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis. Kegiatan operasi Pertamina menjadi pemandangan sehari-hari di kampung halamannya. Tak heran, nama Pertamina begitu melekat di benaknya sejak kecil. ”Cita-cita saya benar-benar terwujud sekarang. Saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Tameng yang kini sedang mengikuti program doktoral Manajemen di Universitas Riau.

Tanggung jawab produksi PHR juga berada di pundak Sapaat, pegawai asal Tapung, Kabupaten Kampar. Dia saat ini menjabat sebagai Team Manager Field Operations Bekasap North. ”Kelancaran kegiatan usaha hulu migas turut mendukung ketahanan energi nasional dan pendapatan negara. Saya merasa bangga mendapatkan amanah yang dapat membawa manfaat bagi daerah dan negara,” tutur alumnus Universitas Riau dan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Peran tak kalah penting juga diemban oleh Wan Dedi Yudhistira, pegawai PHR asal Rokan Hilir (Rohil). ”Di PHR, tanggung jawab saya adalah menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dan reputasi Perusahaan. Komunikasi dan koordinasi dengan para pihak terkait sangat berdampak terhadap kelancaran operasional PHR,” Wan Dedi yang menduduki posisi sebagai Manager Corporate Affairs Asset South. Dia merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Texas A&M University, AS.

Industri migas selama ini dikenal identik dengan dunia maskulin, atau dunia kaum laki-laki. Di PHR, peluang karir juga terbuka lebar bagi pegawai perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan. ”Pegawai laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama. Penilaian kita berbasis pada kinerja tanpa membedakan gender sehingga saya merasa nyaman dalam bekerja,” papar Rita Kusrina, pegawai asal Tanjung Balai Karimun, yang bekerja di Tim Pertanahan.

Kehadiran operasi migas yang berstandar tinggi sejatinya merupakan peluang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Sebagai salah satu wilayah operasi migas terbesar di Indonesia, WK Rokan menjadi lokasi yang tepat untuk meningkatkan keahlian di industri migas. ”Tidak hanya itu, Pertamina yang memiliki banyak wilayah operasi di Indonesia maupun luar negeri memberikan peluang pengembangan diri yang begitu luas,” jelas Cherles Chaidir, pegawai PHR asal Rokan Hulu, yang menjabat sebagai Team Manager Human Capital Business Partner (HCBP) South.

Lantas, apa saran bagi generasi muda Riau yang ingin berkarir bersama Pertamina? ”Terus tingkatkan kemampuan dan keahlian Anda sesuai bidang ilmu, serta asah kemampuan soft skill melalui berbagai aktivitas organisasi di kampus atau komunitas di sekitar kita,” tegas Trimandiaz, pegawai PHR asal Rokan Hulu yang menjabat sebagai Team Manager Land Data Management. Pengalaman berorganisasi turut mengasah kemampuan manajerial Trimandiaz hingga mencapai posisi seperti sekarang. Trimandiaz merupakan alumnus Universitas Diponegoro dan Magister Teknik ITB.

Kehadiran PHR harus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan. ”Sebagai perusahaan nasional, PHR tentu membutuhkan dukungan talenta-talenta terbaik dan profesional di Riau agar kekayaan migas ini menjadi berkah yang mensejahterakan bagi masyarakat Riau dan bangsa Indonesia,’’ tutur Direktur Utama PHR Jaffee Arizon Suardin.

PHR memberikan kesempatan luas bagi putra-putri Riau untuk berkontribusi terhadap pengembangan WK Rokan. Tidak hanya dari sisi pegawai, operasi PHR juga didukung oleh puluhan ribu mitra kerja lokal Riau. ”Kami mengapresiasi dukungan dan kontribusi putra-putri Riau untuk pengembangan WK Rokan secara optimal. Ayo kita sama-sama bergandeng tangan untuk mewujudkan kinerja yang unggul,” ujar Jaffee. ***

 13 total views,  1 views today