Pimpin Sidang Paripurna Pidato Sambutan Gubri Terpilih, Septina: Saatnya Melakukan Konsolidasi

0
29

KETUA DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Riau Septina Primawati mengatakan, sinergitas antara pemerintah dan dewan sangat diharapkan. Politisi Partai Golongan Karya ini menilai Saatnya melakukan konsolidasi untuk menggandeng kesepahaman, karena Pilkada telah usai.

”Apalagi pasangan Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau terpilih Syamsuar dan Edy Natar telah dilantik 20 Februari lalu dan telah juga dilakukan Sertijab 25 Februari,” ujar mantan Ketua TP-PKK Provinsi Riau itu saat memimpin rapat paripurna dengan agenda Pidato Sambutan Gubernur Riau Masa Bakti 2019-2024 di gedung DPRD Riau di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin (11/3/2019). Dalam sidang paripurna yang berlangsung khidmat itu, Septina didampingi oleh Wakil Ketua Sunaryo, juga didampingi Kordias Pasaribu.

Rapat Paripurna perdana tersebut juga dihadiri Gubernur Riau terpilih Drs. H. Syamsuar M.Si. dan Wakil Gubernur Riau terpilih Edy Natar Nasution. Selain juga tampak hadir Sekretaris Daerah Pemprov Riau Ahmad Hijazi, bupati se-Provinsi Riau, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu juga dihadiri berbagai elemen masyarakat.

“Banmus sudah menjadwalkan paripurna pidato sambutan Gubri masa bakti 2019-2024 pada hari ini. Kami berharap agar visi-misi yang disampaikan bapak Syamsuar-Edy bisa dilaksanakan. Apa yang sudah menjadi komitmen benar-benar menjadi pedoman dan dapat diwujudkan,” ujar politisi Golkar itu.

Gubernur Riau Syamsuar mengawali sambutannya, dengan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Riau karena telah memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah meneruskan estafet kepemimpinan di Negeri Melayu ini dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Riau lima tahun kedepan 2019 sampai dengan 2024.

Gubernur Riau Syamsuar, mengatakan akan tetap berada dalam koridor Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP).

“Periode kami (2019-2024) saat ini bagian dari periode terakhir RPJP 2005-2025. Jadi kami akan tetap meningkatkan program pro rakyat yang telah dirintis sebelumnya,” ujar Syamsuar pada sidang paripurna perdana di ruang rapat paripurna DPRD Riau di kawasan jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (11/3).

Terkait program tadi, mantan Bupati Siak ini menyebut kalau salah satu tantangan Pemprov Riau saat ini adalah masih adanya sederet kesenjangan antar daerah.

“Misalnya kesenjangan Sumber Daya Manusia (SDM) antar Kabupaten/Kota hingga daerah-daerah yang saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya masih berada di bawah rata-rata provinsi,” katanya.

“Permasalahan pembangunan Riau yang dihadapi saat ini antara lain masih terdapatnya kesenjangan kualitas sumber daya manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Riau yang diukur dari capaian IPM. Terdapat 7 kabupaten/kota IPMnya berada dibawah rata-rata provinsi 71,79,” ucapnya.

Dia juga menyoroti persoalan masih rendahnya kualitas infrastruktur bagi masyarakat diantaranya infrastruktur jalan dan jembatan. Terbatasnya akses air bersih dan air minum, air limbah dan sampah yang belum terkelola dengan baik dan persoalan eleltrifikasi.

“Indeks kualitas lingkungan hidup provinsi Riau terendah di pulau Sumatera dan masuk kategori sangat kurang. Kemudian masih tingginya abrasi di wilayah pesisir dan sungai di Riau. Masih terdapatnya permasalahan tapal batas antar kabupaten/kota yang masih belum terselesaikan.

Rendahnya pertumbuhan ekonomi provinsi Riau periode 2011-2017 mengalami penurunan. Masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran. Masih rendahnya Ketahanan Pangan daerah. Masih rendahnya pengelolaan potensi Budaya Melayu dan pariwisata. Masih rendahnya kinerja ASN dan Pelayanan Publik.

“Dari permasalahan yang dirumuskan maka visi dan misi kami tahun 2019-2024 terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia,” ucapnya, dilansir dari halloriau.com.

Untuk itu, menurut Syamsuar, maka dirumuskan beberapa misi antara lain mewujudkan SDM yang beriman berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya. Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan. Mewujudkan pembangunan ekonomi yang eklusif, mandiri dan berdaya saing. Mewujudkan Budaya Melayu sebagai payung negeri. Dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.

Visi, misi, strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah Provinsi Riau 2019 sampai dengan 2024 yang telah kami sampaikan selanjutnya nanti akan kami tuangkan dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024 sebagai acuan pelaksanaan pembangunan 5 tahun ke depan dan akan disampaikan kepada DPRD untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah paling lambat 6 bulan setelah kami dilantik sebagaimana ketentuan Pasal 264 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Untuk mewujudkan ini semua, dibutuhkan kerja keras (ikhtiar) yang diiringi dengan doa dan optimisme yang tinggi serta dukungan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Riau, seluruh elemen masyarakat Riau dan media, sehingga apa yang kita rencanakan dan pembangunan daerah Riau nantinya dapat terwujud untuk kesejahteraan masyarakat dan mendapat Ridho Allah SWT.” (adv/hms)

(sumber foto: hrc)