Peringati Hari Kartini, Ade Hartati : Mendidik Seorang Perempuan, Sama Dengan Mendidik Satu Generasi

0
Ade Hartati Rahmat, M.Pdm the memner of V Commision DPRD Riau.
Ade Hartati Rahmat, M.Pdm the memner of V Commision DPRD Riau.

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Kartini merupakan simbol perjuangan kaum perempuan. Hal tersebut dibuktikan dengan diperingatinya tanggal kelahiran 21 April sebagai titik awal munculnya kesadaran perempuan akan hak-haknya.

Diawali dengan kesadaran bahwa kaum perempuan harus mendapatkan pendidikan setara ataupun sama dengan kaum laki-laki.

“Dimana mendidik seorang perempuan, sama dengan mendidik satu generasinya. Pendidikan bagi kaum perempuan merupakan satu keharusan sebagai awal bagi kaum perempuan untuk memiliki kualitas dan kapasitas, minimal dalam mendidik anak-anaknya atau generasi ke depan,” kata Ade Hartati.

Menurut anggota Legislatif dari Fraksi PAN ini, pendidikan yang diperjuangkan Kartini secara tidak langsung ikut membangun semangat kaum perempuan dalam berkiprah di semua lini.

“Dalam konteks kehidupan politik, tentu kami berharap bahwa perempuan bisa menjadi subjek dalam berperan serta di dunia politik. Baik sebagai subjek pemilih dan pemegang hak suara, ataupun sebagai perempuan yg maju sebagai salah satu pemimpin yg akan dipilih. Dalam konteks ini, perjuangan kaum perempuan dibidang politik perlu terus dilakukan. Bukan saja untuk mengupayakan solusi bagi permasalahan yg dihadapi oleh kaum perempuan, melainkan agar kebijakan-kebijakan yg dihasilkan dari proses politik memiliki keberpihakan bagi kehidupan kaum perempuan saat ini dan kedepannya,” kata Ade, Anggota Komisi V DPRD Riau.

“Keterwakilan perempuan merupakan salah satu upaya untuk menjembatani permasalahan-permasalahan perempuan yang ada di masyarakat seperti angka putus sekolah anak perempuan, angka kematian ibu, gizi buruk, perempuan korban kekerasan, kemiskinan yang diderita kaum perempuan, dan seluruh permasalan perempuan yang ada,” tandasnya.

Bagi Ade Hartati, Kartini merupakan sosok yg menjadi penyemangat bagi kaum perempuan dlm hal memperjuangkan kesetaraan.