Peringatan HAN 2019, PT RAPP Dorong Peran Orang Tua & Hak Legalitas Anak

0
24

ANTUSIASME terlihat dari anak-anak Riau Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam memperingati Hari Anak Nasional 2019 yang jatuh pada 23 Juli 2019 pada acara talkshow yang bertajuk Peran Keluarga terhadap Tumbuh Kembangnya anak, Selasa (23/7/2019) di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Peringatan Hari Anak Nasional di Riau Kompleks ini berlangsung sederhana namun penuh makna dihadiri oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pelalawan MD Rizal, Trainer Mas’ud Tahidin S.Pt, MM, CPHRM, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Pelalawan, Mabrur AR, perwakilan manajemen RAPP, Fahrizal Tampubolon, dan Forum Fasilitator Anak Pelalawan.

Dalam sambutannya, MD Rizal mengatakan saat ini Pelalawan sudah menjadi Kabupaten Ramah Anak. Metode mendidik anak zaman teknologi ini, berbeda mendidik dengan metode dulu. Orang tua perlu melakukan pendampingan saat anak bermain smartphone. “Saya apresiasi kepada perusahaan yang mengadakan kegiatan untuk menyambut Hari Anak Nasional 2019 ini. Anak-anak perlu pembatasan dalam bermain smartphone karena mereka sangat cepat menyerap apa yang mereka lihat. Orang tua harus melakukan pendampingan terhadap itu,” tuturnya.

Ketua Umum APSAI Pelalawan, Mabrur AR menuturkan peran orang tua sangat penting dalam pertumbuhan anak. Selain itu lingkungan tempat tinggal juga mempengaruhi tumbuh kembang mereka. “Keluarga sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang seorang anak. Anak-anak yang tinggal di Riau Kompleks juga harus menjadi generasi yang beradab dan menjunjung tinggi tata krama. Oleh karena itu, anak-anak juga harus mendapatkan haknya,” tuturnya.

Perwakilan Forum Anak Pelalawan, Deni Angga Priadi menilai RAPP telah menjadi perusahaan yang ramah anak. Terlihat dari berbagai fasilitas yang diberikan perusahaan untuk menunjang tumbuh kembang anak.
Perwakilan Manajemen RAPP, Fahrizal Tampubolon mengatakan saat ini perusahaan selalu berupaya untuk memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak-anak yang tinggal berada di sekitar areal operasional perusahaan, antara lain sekolah berstandar nasional dan internasional. Selain itu juga ada Pusat Pelatihan Pengembangan Atlet Masa Depan (PPLAMD), Sports Center, dan Taman Bermain Anak atau Playground.

“Perusahaan secara serius menyediakan fasilitas pendidikan terbaik, fasilitas bermain, taman keluarga, jalur khusus bagi pejalan kaki (walking path) serta fasilitas kesehatan, dan memastikan para orangtua yang merupakan karyawan RAPP memenuhi hak-hak legalitas anak-anaknya sebagai warga negara Indonesia,” jelas Fahrizal.

Fahrizal melanjutkan fasilitas keamanan di Riau Kompleks memastikan anak-anak bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dalam suasana yang aman dan kondusif. Selain itu, orang tua diharapkan dapat memenuhi hak legalitas anak seperti pencatatan sipil di akte keluarga, nomor induk, dan tercatat di kartu keluarga.

Sebagai penerus bangsa, hak anak diatur di dalam Undang-undang Dasar 1945, salah satunya di pasal 28 ayat 2, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas dari kekerasan dan diskriminasi.
Pada dasarnya, mendukung tumbuh kembang dan perlindungan anak sudah menjadi kewajiban bersama. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, tetapi juga dunia usaha atau perusahaan. Perusahaan berinteraksi dengan anak, memberikan dampak baik langsung maupun tidak langsung.

Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari Asia Pacific Resources International Holdings (APRIL) Grup saat ini menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung perkembangan anak, di antaranya sekolah dari tingkat kelompok bermain hingga sekolah menengah atas baik berstandar nasional dan internasional, yakni Sekolah Global Andalan, Mutiara Harapan dan Taruna Andalan. Selain itu, anak-anak karyawan juga diberikan beasiswa melalui Beasiswa Sayap Garuda.

“RAPP juga mendukung bakat-bakat anak melalui Pusat Pengembangan dan Latihan Atlet Masa Depan (PPLAMD). Lembaga ini menggali dan mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Hal ini merupakan komitmen yang dimiliki perusahaan untuk mengembangkan potensi anak-anak sebagai generasi masa depan,” ujar Mabrur AR, Ketua Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Pelalawan.

Komitmen menuju perusahaan ramah anak juga ditunjukkan dengan bergabungnya RAPP dengan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Pelalawan, sebuah program yang didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. APSAI juga didukung oleh organisasi-organisasi perlindungan anak seperti UNICEF, Save The Children dan sebagainya.

Perusahaan secara serius menyediakan fasilitas pendidikan terbaik, fasilitas bermain, taman keluarga, jalur khusus bagi pejalan kaki (walking path) serta fasilitas kesehatan, dan memastikan para orangtua yang merupakan karyawan RAPP memenuhi hak-hak legalitas anak-anaknya sebagai warga negara Indonesia. Fasilitas keamanan di Riau Kompleks memastikan anak-anak bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dalam suasana yang aman dan kondusif.
Mabrur melanjutkan RAPP sebagai perusahaan ramah anak turut mendukung program Kabupaten Pelalawan untuk menjadikan Kabupaten Layak Anak (KLA) Perusahaan telah bergabung menjadi anggota ASPAI selama setahun dan aktif dalam berbagai kegiatan ASPAI. “PT RAPP juga sudah memenuhi syarat untuk disebut Perusahaan Ramah Anak,” tutupnya Mabrur.

Pembinaan terhadap anak secara berkelanjutan bukan tidak mungkin membuahkan hasil yang menggembirakan. Lihatlah sebagai salah satu contoh kasus, atlet tenis binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Atlet Masa Depan (PPLAMD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Azarine Rafeyfa Asyla (7) berhasil meraih juara kedua pada Kejuaraan International Juniors Thamrin di Jakarta beberapa waktu lalu. Azarine berhasil menyisihkan 360 petenis cilik lainnya dari 19 negara.
Pelatih Azarine, Mulia Daeng Rayra mengatakan prestasi tersebut merupakan prestasi yang membanggakan. Di umur yang masih sangat kecil, Azarine berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

“Persiapan lebih ke kondisi mental dan psikologi Azarine. Karena umur masih 7 tahun, kami juga harus melihat suasana hati apakah dia siap untuk bertanding,” jelas Mulia.
Dalam pertandingan tersebut, kata Mulia, Azarine mempelajari strategi lawan sehingga ia bisa unggul dari lawannya. Selain itu, pengalaman bertanding juga mempengaruhi kemenangan Azarine dalam kompetisi tersebut.

Mulia Daeng Rayra berharap Azarine yang kini berada di 27 besar pada Peringkat Nasional Putri (PNP) dalam Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) 2019 dapat berada pada peringkat kelima di tahun depan. “Kalau anak-anak ini latihannya enjoy aja, tidak memfokuskan pada fisik, latihan dilakukan sambil bermain agar dia senang dan menikmati pertandingan,” terang Mulia.

Pengurus PPLAMD yang juga karyawan HR RAPP, Hasudungan Sihite mengatakan perusahaan komit dan serius membina atlet PPLAMD. Hasilnya pun, lanjut Hasudungan, sangat memuaskan. “Hasilnya pun para atlet berhasil meraih prestasi di bidang mereka masing-masing,” ujarnya.
Saat ini perusahaan membina bakat anak usia dini yang berminat mengikuti olahraga. Terdapat empat cabang olahraga yang dibina RAPP antara lain, tenis lapangan, sepakbola, karate dan bulutangkis. (adv/hms)