Pemerkosa & Pembunuh Remaja di Rohil Pernah Bunuh Wanita Paruh Baya

0
15

Bagansiapiapi, AmiraRiau.Com-Kepolisian Resor Rokan Hilir mengungkap fakta baru dari kasus pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap siswi Sekolah Dasar inisial AV. Ternyata si pelaku Hendri (32), pernah membunuh wanita paruh baya tanpa identitas.

Mayat wanita yang diketahui sakit jiwa itu ditemukan di Kecamatan Tanjung Medan Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Hendri mengakui perbuatan tersebut ketika diinterogasi penyidik.

”Jadi Hendri ini mengakui telah melakukan 2 kasus pembunuhan sekaligus. Kalau yang pertama belum terungkap, hanya mayat korban saja ditemukan tanpa identitas, nah sekarang Hendri mengakui dia lah yang telah membunuhnya,” kata Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto kepada merdeka.com, Minggu (28/10).

Sigit menyebutkan, wanita paruh baya yang dibunuh Hendri itu dikenal oleh warga sekitar. Namun, masyarakat menilai wanita itu memiliki kelainan kejiwaan atau sakit jiwa.

”Bukti-bukti sudah menguatkan bahwa Hendri yang membunuhnya, jadi dia tersangka dalam dua kasus pembunuhan,” kata Sigit.

Atas perbuatannya, Hendri terancam hukuman maksimal seumur hidup. Berkas perkaranya pun terpisah dengan dua kasus tersebut.

”Dalam kasus pemerkosaan disertai pembunuhan berencana terhadap korban anak di bawah umur itu, tersangka dijerat pasal 340 KUHP, juncto UU nomor 35 tahun 2014 tentang anak di bawah umur, ancaman penjara seumur hidup,” tegas Sigit.

Sebelumnya, Hendri ditangkap polisi setelah memperkosa dan membunuh siswi kelas 5 Sekolah Dasar di Desa Tanjung Medan Utara Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Mirisnya, pelaku terlebih dahulu mencekik korban hingga tewas lalu memerkosanya.

Peristiwa itu berawal ketika korban pulang sekolah menggunakan seragam pramuka dan jilbab pada Rabu (24/10) sekitar pukul 12.30 Wib.

Dalam perjalanan, pelaku menarik korban lalu membawanya dalam kebun sawit milik warga, di Desa Tanjung Medan Utara. Kemudian korban berteriak meminta pertolongan.

Karena khawatir dengan teriakan korban, pelaku menarik jilbab lalu melilitkan ke leher korban hingga meninggal dunia. Lalu pelaku memerkosa korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah itu, pelaku merobek perut korban dengan pisau hingga isi dalam tubuh korban terburai keluar. Pelaku melakukan itu agar mayat korban cepat membusuk dan tidak ketahuan warga.

Pelaku mensiasati agar tidak ketahuan warga dengan cara menyayat perutnya pakai pisau yang telah disiapkannya. Tujuannya agar jasad korban cepat membusuk, dan tidak ketahuan orang lain. Kemudian pelaku pergi dari lokasi.

Lalu pada Rabu sekitar jam 23.30 Wib, warga dan polisi menemukan jasad korban dengan pakaian pramuka dan perut terluka hingga isi perut terburai. Kemudian polisi mencari siapa pelaku pembunuhan terhadap korban.

Dari keterangan saksi, Bahari Malau melihat pelaku kebetulan juga ikut bekerja untuk menimbang sawit menuju tempat penimbangan sawit yang berjarak 150 meter dari pondoknya.

Bahari sempat mendengar jeritan anak perempuan namun tidak memperdulikan karena hanya sekejap. Setelah lama menunggu buah yang ditimbang pelaku dan saksi merasa curiga, didapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Setelah mendapat kesaksian warga, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku Hendri, pada Kamis dinihari sekitar pukul 03.15 Wib di rumahnya.

Hendri yang masih berstatus lajang ini awalnya tidak mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Namun setelah ditemukan satu helai baju di dalam rumahnya, ada bekas 5 jari korban, dia tak bisa mengelak.

Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya membunuh lalu memerkosa korban sebanyak satu kali. (e2)

Ilustrasi. (f: merdeka.com)