Pelalawan Wujudkan Desa Bebas Karhutla. Bupati: Kepala Desa Harus Petakan Wilayah Berpotensi Terbakar

0

PELALAWAN (AmiraRiau.com) – Dengan daerah yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, membuat Kabupaten Pelalawan sangat rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.

Hampir setiap tahun, Pelalawan tak pernah luput dari kasus kebakaran hutan dan lahan. Berangkat dari kondisi ini, Bupati Pelalawan H Zukri dan Wakil Bupati Nazruddin memiliki komitmen kuat, kedepan desa-desa di Kabupaten Pelalawan telah bebas dari karhutla.

Dalam tahap awal ini, dipilih 15 desa yang akan disebut dengan desa bebas api. Menurut Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mewujudkan program ini tentu saja butuh dukungan dari stake holder terkait, termasuk di dalamnya dukungan dari perusahaan-perusahaan multinasional yang ada di Kabupaten Pelalawan.

“Apa yang dilakukan PT RAPP patut kita berikan apresiasi, mengajak desa-desa untuk berpartisipasi di dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Ditambah lagi, desa-desa yang dicanangkan dalam program ini adalah desa-desa yang memiliki lahan gambut yang cukup luas, dan rentan dengan karhutla,” ujar Bupati dalam acara hibrid penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 desa, Kamis (29/7/2021) yang lalu.

Bupati juga mengingatkan desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan.

“Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya, mana lahan gambut tidur dan mana yang berpotensi kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko. Walaupun terjadi kebakaran, lebih cepat ditanggulangi. Jangan sampai gara-gara karhutla ini, selain lingkungan rusak, ekonomi kita pun bisa hancur dibuatnya,” ujar Zukri.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Langgam, tahun 2019 yang lalu

Tahun 2021 ini, sebanyak 15 desa di Kabupaten Pelalawan terlibat dalam Program Desa Bebas Api, yaitu Desa Lalang Kabung, Pangkalan Kerinci Timur dan Rantau baru. Untuk Program Desa Tangguh Api atau Fire Resilience Community (FRC), yaitu Desa Ransang, Sungai Ara, Sering, Pelalawan, Langgam, Penarikan, Pangkalan Gondai, Teluk Meranti, Teluk Binjai, Petodaan, Kuala Panduk dan Pangkalan Terap.

Kebakaran yang terjadi di Langgam, Pelalawan tahun 2019.

Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) di Kabupaten Pelalawan digagas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Program ini merupakan inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini. Tahun 2021 ini, sebanyak 17 desa dari Kabupaten Pelalawan dan Siak turut andil dan berkomitmen untuk menjaga wilayahnya dari karhutla.

Direktur PT RAPP, Mulia Nauli menjelaskan, sejak diluncurkan Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program/ FFVP berhasil menurunkan tingkat karhutla. Awalnya, karhutla terjadi seluas 4.279 hektar pada tahun 2013 menjadi 22 hektar pada tahun 2020 di desa-desa peserta program Desa Bebas Api.

Menurut Mulia, pencapaian itu berkat kerjasama dan peran serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

“Hingga hari ini RAPP telah bermitra dengan 39 desa di 5 Kabupaten di Provinsi Riau, mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektar. Untuk kabupaten Pelalawan sebanyak 18 Desa sudah mengikuti program Desa Bebas Api,” jelas Mulia.

Rapat Koordinasi Pencegahan dan penanggulangan Bencana Karhutla serta pengenalan program Penanganan Karhutla secara Terpadu di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan, Kamis 29 April 2021 yang lalu.

Mulia menyampaikan, program Desa Bebas Api memiliki lima elemen sebagai strategi untuk mewujudkan “zero fire”. Elemen itu antara lain penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan Crew Leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar, serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di tujuh lokasi.

“Pengalaman kami (grup APRIL) selama ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat dengan masyarakat diiringi dengan kemampuan deteksi dini dan kekuatan pemadaman menjadi kunci dalam mencegah karhutla di musim kemarau. Apresiasi kami terhadap Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Manggala Agni, Kecamatan, Desa, para Crew Leader serta seluruh pihak yang turut menyukseskan program ini,” ujarnya.

Penanda tanganan program Desa Bebas Asap antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan PT RAPP.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada enam desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari karhutla tahun 2020 lalu.

Desa-desa penerima penghargaan itu antara lain Desa Lalang Kabung, Desa Sungai Ara, Desa Rantau Baru, sebesar Rp100 juta. Kemudian Kelurahan Kerinci Timur, Pangkalan Terap dan Ransang sebesar 50 juta rupiah.

Kabag Ops Polres Pelalawan, Kompol Daud Sianturi mengatakan program Desa Bebas Api menjadi motivasi untuk desa-desa lain di Kabupaten Pelalawan.

“Tujuannya baik sekali agar desa-desa yang ada terpacu untuk menjaga wilayahnya dari kebakaran. Kami mengapresiasi gagasan RAPP ini agar wilayah kita terbebas dari karhutla dan kabut asap, sehingga Pemerintah, TNI dan Polri juga terbantu,” ujarnya.(ADV)

 23 total views,  1 views today