PDIP: Generasi Reformis Bingung Baca Arah Politik Amien Rais

Jakarta, AmiraRiau.Com-Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) Hendrawan Supratikno mengomentari adanya desakan pada Amien Rais untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menilai gerakan para pendiri PAN terhadap Amien Rais cenderung lambat.

“Bagi kami yang di luar PAN, pergumulan ideologis dan penegasan karakter partai, hal yang wajar. Bahkan mungkin yang dialami PAN saat ini sudah sedikit terkesan lambat,” kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Kamis (27/12).

Menurut Hendrawan selama ini masyarakat memang sudah merasa bingung dengan sikap Amien Rais. Mengingat Amien kerap kali menunjukan sikap yang kontroversial.

“Sebenarnya sudah cukup lama masyarakat terdidik dan generasi reformis di Indonesia, bingung membaca arah dan langkah-langkah Amien Rais,” ungkapnya.

Sebelumnya, Amien Rais sempat berulang kali menegaskan PAN tidak akan mendukung Joko Widodo ( Jokowi) di Pilpres 2019. Bahkan dia sempat menyebut PAN bunuh diri jika mendukung Jokowi pada pemilihan orang nomor satu di Indonesia. Dia menginginkan PAN mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Setelah PAN resmi mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno sebagai pasangan capres-cawapres dan memulai masa kampanye, sejumlah pendiri PAN yang disebut Goenawan Mohamad cs meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mundur dari politik. Menurut mereka, Amien Rais telah menyimpang dari prinsip PAN.

“Kami mendapatkan kesan kuat bahwa Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip PAN,” kata Goenawan cs lewat pernyataan tertulis, Rabu (26/12).

“Semakin lama semakin eksklusif, tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pertimbangan dan sikap politik saudara,” sambungnya.

Menurutnya, Amien Rais sebagai tokoh reformasi yang ikut mendukung dalam Orde Baru, telah bersimpati dan mendukung serta bergabung dengan politisi yang ikut mendukung Orde Baru ke kancah politik Indonesia.

“Saudara telah membuat agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan memperoleh kekuasaan,” tambahnya. (e2)

Amien Rais. (f: merdeka.com)

Previous Kemnaker Rilis Pengumuman Hasil Akhir Seleksi CPNS
Next Polda Riau Sita 325 Kg Sabu dan Tangkap 2.269 Tersangka Selama 2018

About author