Misharti Beri Materi Merawat Nilai Keislaman di Era Teknologi Untuk Kader Kohati

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Anggota DPD RI komite IV, Dr. Misharti, S.Ag, M.Si hadir sebagai pemateri pada kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) HMI tingkat Nasional yang diselenggarakan di gedung Asrama Haji Riau pada Sabtu (23/1) lalu.

Pada kegiatan tersebut, Misharti menyampaikan materi mengenai merawat nilai keislaman diera teknologi. Ada 3 nilai yang harus ditanamkan dalam diri sendiri yaitu nilai Nilai Syari’ah, Nilai Aqidah, Nilai Akhlaq. Menurutnya nilai nilai tersebut harus diterapkan seiring dan sejalan dalam kehidupan.

“Teknologi ataupun mesin secanggih apapun yang digunakan, jangan mau nilai keislaman itu diganti dengan apapun. Nilai keislaman harus ada pada diri kita,” tegas Misharti.

Ditambahnya lagi, dimanapun kita berada nilai nilai keislaman itu tidak boleh hilang dan putus. Teknologi seperti dua mata pisau maka perlu berhati-hati.

“Teknologi itu banyak manfaatnya jika digunakan dengan baik dan akan banyak pula mudorotnya jika tidak digunakan dengan baik,” kata Misharti.

Diakhir kegiatan, Misharti berharap generasi kaula muda dapat memanfaatkan ragam kecanggihan teknologi untuk mensyiarkan agama Islam dan tunjuk ajar Melayu.

“Bagaimana merawat nilai keislaman diera teknologi, sesungguhnya Islam itu bukan hanya nama, tetapi harus dibarengi dengan ibadah dan tingkah laku, supaya kita bisa betul-betul mendalami keislaman itu. Dengan berkembangnya ragam teknologi seperti saat ini kita berharap bisa dimanfaatkan dalam mensyiarkan ajaran Islam serta tunjuk ajar bisa kita terapkan dalam penggunaan teknologi dikaula muda,” harapnya.

Selain memberikan materi terkait merawat nilai keislaman diera teknologi, tak lupa Misharti mendorong dan memotivasi para peserta LKK Nasional tersebut untuk menjadi wakil rakyat seperti dirinya.

“Saya berharap adek adek inilah kedepannya yang akan menjadi anggota DPD ataupun anggota DPR disenayan. Ayo terus belajar, pesan saya Ilmu itu hendaknya sebanding dengan akhlak, dan jangan ragu untuk melangkah karena langkah setiap langkah bernilai ibadah Dimata Allah SWT,” tutupnya.

Penulis: Siti Erwina (Kohati)