Mengidap Meningitis, IZI Riau Optimis bantu Pengobatan Adik Nashwa

0

PEKANBARU (AmiraRiau.com) – Nashwa Ghania Munfiah, balita yang berusia 3 (tiga) tahun ini akhirnya dibawa kerumah sakit karena mengalami nyeri hebat pada kepalanya, sehingga divonis menderita penyakit radang selaput otak sejak januari 2021 lalu, penyakit tersebut sering dikenal dengan meningitis.

Meningitis merupakan infeksi langka yang menyerang sumsum tulang belakang pada kepala. Dikunjungi oleh Tim IZI (Inisiatif Zakat Indonesia) Riau, Rabu (24/03/2021) di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. kondisi adik Nashwa terlihat sangat begitu memprihatinkan.

Penyakit Langka tersebut menyebabkan ia kehilangan penglihatannya.

“Saya asli orang Indragiri Hulu tepatnya di Air Molek, sebelumnya Nashwa dirawat di RS Umum Pematang Reba, begitu tau anak saya di vonis meningitis akhirnya saya bawa ke Pekanbaru untuk berobat, awalnya itu saya bawa dia ke RS Swasta Hermina,” kata Yurike ibunda Nashwa.

Sempat menjalani pengobatan kurang lebih selama 1 (satu) minggu di RS Hermina, ibu Yurike harus membayar total semua biaya pengobatan sebesar Rp. 68.000.000 (enam puluh delapan juta rupiah).

“Saya tidak punya BPJS buk, jadi biayanya mahal,” sambung ibu Yurike.

Karena keterbatasan ekonomi dan jauh dari sanak saudara, mengharuskan ibu Yurike untuk membuat kartu layanan BPJS agar dapat meringankan biaya pengobatan anaknya tersebut.

“Alhamdulillah, setelah saya urus BPJS, akhirnya saya pindah ke RSUD Arifin Achmad ini, dan Sebelumnya utang saya di RS Hermina sudah lunas, saya pinjam uang saudara saya, dan saya angsur untuk melunasinya.”

Ibu Yurike merupakan seorang janda, ia sendirian menemani anaknya yang sudah terhitung 17 hari dirawat di RSUD tersebut.
Selama menjalani proses pengobatan di RSUD Arifin Achmad, Nashwa tetap harus membutuhkan pengobatan, perawatan, dan pengawasan yang ketat dari dokter. Maka dari itu Nashwa ditempatkan di ruangan HCU (High Care Unit) di lantai lima, dan satu ruangan dengan pengidap meningitis lainnya.

“Semenjak sakit ini, Nashwa tidak bisa melihat dan berbicara, nafasnya sering sesak dan Sebagian anggota badannya seperti tangan dan badan udah sulit untuk digerakkan,” lirih ibu Yurike.

Obat-obatan dan asupan makanan yang diberikan kepada Nashwa harus melalui selang, terlihat jelas kesakitan yang dirasakan olehnya, hanya ada tangisan yang terdengar ketika nashwa mencoba bertahan dari sakit yang dialaminya.

“Saya sedih dan sempat berfikir mengapa saya diberikan ujian seperti ini oleh Allah. Tapi Setelah saya melihat pasien-pasien lainnya, saya merasa bersyukur karena separah-parahnya anak saya, masih ada yang lebih parah dari ini,” ucap Yurike.

Bantuan yang diberikan oleh Tim IZI Riau kepada Ibu Yurike diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nashwa selama dirumah sakit, mengangsur hutang dan juga untuk membeli obat-obatan yang hanya tersedia di luar RSUD tersebut.

“Terimakasih kepada para donatur IZI Riau, saya doakan semoga selalu diberikan kelancaran rezeki. Saya yakin anak saya kuat, jadi saya harus lebih kuat dari anak saya agar dia segera sembuh, saya rindu senyumannya,” kata Yurike.

Belum tau kapan Nashwa akan sembuh, balita tersebut masih membutuhkan do’a serta uluran tangan kita untuk membantu biaya pengobatan, hingga pelunasan hutang.