Mendorong Implementasi Pertumbuhan Ekonomi Hijau Jambi Melalui Kesiapan Kapasitas Pengelolan Data dan Perencanaan Pembangunan Daerah

0

Jambi (AmiraRiau.com) – Pemerintah Provinsi Jambi telah menegaskan komitmen implementasi pertumbuhan ekonomi hijau sebagi bagian pendekatan pembanguan daerah yang dilaksanakan saat ini dan di masa yang akan datang. Pendekatan ini telah menjadi bagian dari Visi Pemerintah dalam Jambi MANTAP. Untuk itu diperlukan adanya kesiapan sumberdaya untuk dapat mencapai pembangunan berkelanjutan di Bumi Sepujuk Jambi Sembilan Lurah.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jambi yang difasilitasi oleh ICRAF Indonesia dan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), menyelenggarakan rangkaian proses peningkatan kapasitas implementasi pertumbuhan hijau dilingkungan pemerintah Provinsi Jambi selama beberapa bulan pada tahun 2021 ini melalui berbagai kegiatan diskusi, berbagi pengetahuan, dan alat bantu rencana pertumbuhan ekonomi hijau.

Tujuan dari peningkatan kapasitas ini adalah untuk meningkatkan pemahaman parapihak terkait substansi rencana pertumbuhan ekonomi hijau dan melakukan proses pengarusutamaan pertumbuhan ekonomi hijau Jambi kedalam rencana pembanguan daerah pada masing-masing sektor, sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan dalam rangka formalisasi dan pengarusutamaan Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke dalam kebijakan formal dan rencana pembangunan Provinsi Jambi.

Selain itu, dilakukan upaya operasionalisasi sistem satu peta-satu data di Provinsi Jambi untuk mendukung pelaksanaan pertumbuhan hijau di tingkat provinsi dan kabupaten. Untuk kembali memperkuat proses peningkatan kapasitas para pihak dalam pertumbuhan ekonomi hijau, BAPPEDA Jambi kemudian menyelenggarakan serial lokakarya dalam rangka pengarusutamaan Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth Plan / GGP) Jambi yang telah dilaksanakan pada 16, 19, dan 22 November 2021, di Luminor Hotel Jambi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini membahas lebih lanjut tiga tema utama terkait rencana pertumbuhan ekonomi hijau Jambi, yakni pengayaan substansi pertumbuhan ekonomi hijau dan media belajar mandiri, proses pengarusutamaan pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Jambi, dan pengelolaan data untuk menunjang implementasi pertumbuhan ekonomi hijau Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi telah menyusun dokumen “Rencana Induk dan Peta Jalan Pembangunan Daerah Tahun 2019-2045: Menuju Pertumbuhan Ekonomi Hijau di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” pada tahun 2019. Maka, proses peningkatan kapasitas ini merupakan momen untuk pemangku kepentingan di Provinsi Jambi mendapatkan pembelajaran tentang proses penyusunan dokumen pertumbuhan ekonomi hijau. Diharapkan para pihak akan dapat mengenal konsep dan alur penyusunan, metodologi dan tahapan teknis rencana pertumbuhan ekonomi hijau di Jambi.

Selain itu, serial lokakarya ini juga bermaksud memperkuat kemampuan peserta untuk mengidentifikasi potensi pengarusutamaan pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam dokumen perencanaan daerah. Hal ini dilakukan dengan mengkaji strategi pemantauan dan evaluasi, dan mengajak peserta untuk dapat mengenal konsep satu peta dalam menetapkan satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data dan satu geoportal pembangunan nasional.

Dalam sambutannya pada pembukaan lokakarya, Kepala Bappeda Provinsi Jambi Dr. Doni Iskandar, MT, menyampaikan, “Sebagai tindak lanjut dokumen yang telah disusun (Peta Jalan/Road Map), lokakarya ini dilaksanakan dengan maksud untuk memperkenalkan dan membangun kesepahaman dari berbagai pihak khususnya perangkat daerah (OPD) Provinsi Jambi terhadap Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau Jambi.

Proses ini diharapkan dapat menjadi input dan masukan dalam penyusunan RPJMD Provinsi Jambi dan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang prosesnya masih dalam perjalanan dengan harapan kedua dokumen tersebut sudah memuat rencana makro maupun indikatif Pertumbuhan Ekonomi Hijau di provinsi Jambi.”

Melalui proses ini diharapkan, Jambi akan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi hijau dan juga menjadi model dalam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. (Rilis)

 

 10 total views,  2 views today