Melihat Bunga Bangkai Mekar Di Musim Durian

0

Oleh : Jon Afrizal dan Zulfa Amira/Jambi

Bunga Bangkai, yang termasuk genus amorphophallus sering ditemukan di banyak wilayah di Provinsi Jambi. Kali ini, ditemukan sebanyak dua bunga sejenis dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Yakni di kebun warga di Desa Jambi Tulo Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (24/7).

Satu bunga bangkai telah selesai mekar, sedangkan satu lainnya tengah mekar. Banyak lalat berkeliaran di sekeliling dua bunga itu.

Tapi, karena keduanya berada di kebun durian, dan secara kebetulan sedang musim durian, maka bau busuk menyengat yang biasa ditimbulkan oleh Bunga Bangkai tidak tercium.

“Bau busuk menyengat yang biasanya tercium dari Bunga Bangkai, kalah dengan bau harum buah durian,” kata Dicky, warga Desa Jambi Tulo.

Bunga Bangkai yang sedang mekar. (credit tittle : Zulfa Amira)

Amorphophallus yang berwarna ungu itu tumbuh di bawah rindangnya naungan daun-daun pohon-pohon durian yang berumur puluhan tahun. Sehingga udara menjadi lembab, dan sinar matahari tropis pun tidak mampu menjangkau bunga dengan kelopak berdiameter 30 centimeter itu.

Kelopak bunga itu bentuknya seperti sekop, dengan mahkota yang menjulang ke atas. Di antara mahkota dan kelopak, terdapat sejenis rongga.

Rongga berwarna kuning itu adalah seperti jebakan bagi lalat atau kumbang. Bunga Bangkai akan menangkap lalat dan kumbang hingga kemudian mati. Dari sana lah bau busuk seperti “bangkai” itu berasal.

Warna ungu yang khas dari bunga ini, dan mahkota yang tingginya kira-kira 25 centimeter, adalah keindahan tersendiri.

Bunga Bangkai mengalami dua fase dalam kehidupannya, yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus. Kedua fase itu disebut fase vegetatif dan fase generatif.

Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh mahkota (batang tunggal) dan kelopak. Kelopak bunga mekar antara tujuh hari hingga 10 hari lamanya.

Selanjutnya, mahkota dan kelopak menjadi layu, dan hanya menyisakan umbi di dalam tanah.

Bunga Bangkai yang telah layu. (credit tittle : Jon Afrizal.

Fase selanjutnya, adalah fase generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan mahkota dan kelopak yang layu itu.

Bunga bangkai, jenis ini dapat berusia satu tahun, tapi ada juga yang lebih dari dua tahun.

Bunga bangkai dalam bahasa latin disebut amorphophallus. Amorphophallus adalah bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yakni, “amorphos” yang berarti cacat, tanpa bentuk, dan “phallos” yang berarti penis.

Terdapat sekitar 170 lebih jenis bunga bangkai di seluruh dunia, dan sekitar 25 jenis di antaranya terdapat di Indonesia.

Sebanyak 18 jenis endemik di Pulau Sumatera, lima di Pulau Jawa, tiga di Pulau Kalimantan, dan satu jenis di Pulau Sulawesi.

Bunga Bangkai berasal dari biji, yang disebar oleh satwa burung. Satu penyebar alami Bunga Bangkai adalah Rangkong (genus rhinoplax). Berkurangnya habitat satwa jenis burung, akan berpengaruh terhadap penyebaran Bunga Bangkai yang sangat terbatas ini. ***

 34 total views,  1 views today