Masyarakat Tandatangani NKK Dengan PT REKI

0
Teks photo : Gapoktan Berjuang Bersama telah menandatangani NKK dengan PT REKI selaku pengelola areal restorasi ekosistem Hutan Harapan, di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Senin (26/7). Untuk pihak PT REKI diwakili oleh direktur operasional PT REKI, Adam Aziz. (credit tittle : Jon Afrizal)

PIHAK PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) selaku pengelola areal restorasi ekosistem Hutan Harapan menandatangani kerjasama dengan Gapoktan Berjuang Bersama di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Senin (26/7). Ini adalah kerjasama ke sembilan antara masyarakat dengan PT REKI.

Gapoktan ini terdiri dari 48 petani yang berada di Dusun Kunangan Jaya I, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi dengan areal seluas 161,9 hektare. Areal itu terlanjur berada di kawasan Hutan Harapan.

Agus Pranata, pendamping masyarakat, mengatakan sebanyak 80 persen dari total areal gapoktan adalah tanaman sawit. Tapi, menurutnya, untuk ke depannya dapat dikembangkan tanaman tumpang sari.

“Tanaman tumpang sari bertujuan untuk memperbaiki vegetasi lingkungan dengan tanaman komiditi di kawasan hutan,” katanya.

Menurutnya, sejak perundingan awal di tahun 2019 lalu, pihaknya berusaha untuk memfasilitasi penyelesaian konflik. Fokusnya adalah pada kemanfaatan bersama.

“Jika Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) ini disetujui, kami pun berharap agar masyarakat dapat membantu pelaksanaan restorasi ekosistem di hutan hujan tropis ini. Dan juga sebaliknya, PT REKI mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Agus Pranata, yang juga sebagai mediator antara masyarakat dengan PT REKI.

Misgianto, petani dari gapoktan menyatakan rencana ke depan, masyarakat akan berkolaborasi usaha mandiri. Sehingga tidak bergantung secara pendaan kepada PT REKI.

“Sehingga ada saling-bantu antara masyarakat dan PT REKI. Terutama penanganan titik api pada musim kemarau ini,” katanya.

Adam Aziz, direktur operasional PT REKI mengatakan bahwa masyarakat yang telah terlanjur berada di dalam kawasan untuk diupayakan menjalin kemitraan. Sehingga tidak terjadi konflik antara masyarakat dengan PT REKI.

“Sehingga harus ada legalitas, agar ada pendapatan untuk masyarakat. Namun, semua harus mengacu kepada pembangunan hijau,” kata Kadis Kehutanan Provinsi Jambi, Ahmad Bastari.

Bastari mengatakan “pembangunan hijau” adalah skema yang diterapkan oleh Provinsi Jambi untuk ke arah depan. Sehingga pengelolaan lahan pun harus memperhatikan aspek-aspek lingkungan.

Kemitraan yang dilakukan oleh masyarakat dengan PT REKI Provinsi Jambi adalah sembilan kelompok, dan di Provinsi Sumatera Selatan adalah dua kelompok.

Sementara luas total kawasan Hutan Harapan di Provinsi Jambi, yakni di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun adalah seluas 46.385 hektare. Sedangkan di Provinsi Sumatera Selatan adalah 98.555 hektare. ***

 50 total views,  1 views today