Marak Kecurangan, Wapres Desak Dibentuknya Satgas PPDB Dipimpin Jaksa Agung dan Kapolri

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin

JAKARTA, AmiraRiau.com – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin merespons soal wacana pembentukan satuan tugas (satgas) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024. Menurutnya, upaya tersebut bisa menepis kecurangan yang mungkin terjadi.

“Supaya pengawasannya lebih ketat, jadi lebih fokus untuk mengamati (proses PPDB) dan supaya membuat pihak yang akan melakukan [kecurangan tidak berani] karena sudah ada satgas nya,” ujarnya, dilansir dari laman wapresri.go.if Kamis (4/7/2024).

Ia mewanti-wanti para peserta atau panitia PPDB tak melakukan kecurangan. Ia mengajak siswa dan orang tua mengikuti proses PPDB secara tertib.

Jikalau suatu saat kecurangan dalam PPDB ditemukan, Ma’ruf menekankan pembentukan satgas tak ada salahnya. Setidaknya, pembentukan satgas ini dapat mengawasi PPDB secara berkelanjutan.

“Soal satgas PPDB, kalau memang dengan mengawasinya tidak juga berhasil, masih saja terjadi (kecurangan), saya kira tidak salah jadi (pembentukan) satgas itu ya,” kata wapres.

Sebelumnya pembentukan satgas PPDB ini diusulkan oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. Mantan Mendikbud tersebut menyebut satgas akan melibatkan Menteri Pendidikan hingga Kejaksaan Agung.

“Yang sudah kita usulkan itu di tingkat pusat Kejaksaan Agung, Kapolri, Mendagri, kementerian teknis pak Mendikbud dan pak Menteri Agama,” tuturnya.

Muhadjir telah menyampaikannya langsung kepada Presiden Jokowi dan tinggal menunggu persetujuan. Setelah satgas resmi dibentuk, Muhadjir dan pihak lainnya akan segera menyisir penyimpangan PPDB yang ada.

“Mudah-mudahan kalau Pak Presiden sudah menyetujui, sudah ada satgas, kita akan sisir betul itu penyimpangan-penyimpangan,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah pusat nantinya akan memberikan arahan kepada satgas. Sementara pelaksanaannya akan diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah.

“Pusat hanya mengendalikan dan mengarahkan tapi implementasinya terserah pada masing-masing daerah, karena nanti kalau ada penyimpangan-penyimpangan di PPDB itu yang bertanggung jawab harus pemerintah daerah,” katanya.***

Editor: Alseptri Ady

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar