Malam Purna Tugas Gubri Edy Natar: Alhamdulillah 2 Bulan 24 Hari Menjabat, Sengketa PT SIR Tuntas

Malam Purna Tugas Gubernur Riau (Gubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution

PEKANBARU, AmiraRiau.com – Suasana penuh haru mengiringi malam purna tugas Gubernur Riau (Gubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution. Acara ini digelar di Gedung Daerah Serindit, Kota Pekanbaru, Selasa (20/2/2024) malam.

Gubri Edy Nasution datang didampingi sang istri, Suti Mulyati dan putranya. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dari berbagai lapisan masyarakat serta jajaran pejabat pemerintah.

Gubri Edy Nasution mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Riau atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa selama masa jabatannya. Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau dan Forkopimda Riau yang telah bekerja sama untuk memajukan Riau menjadi lebih baik.

“Kepada seluruh rekan-rekan forkopimda beserta jajaran, rekan-rekan pimpinan instansi vertikal dan ASN maupun THL Pemprov Riau, para alim ulama, tokoh masyarakat, izinkanlah saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik.

Selama saya memimpin Riau ini, meskipun dalam waktu yang relatif sangat singkat 24 hari selaku pelaksana tugas gubernur dan 2 bulan 24 hari selaku gubernur Riau tentulah banyak kekurangan di sana-sini,” katanya.

 

Dijelaskan, Edy Nasution, bahwa selama masa menjabat Gubri, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk mengelola konflik dan mengatasi berbagai masalah sosial yang kompleks. Namun, dengan komitmen serta kepemimpinan yang visioner, tetap mampu menjaga stabilitas dan kemajuan Provinsi Riau.

Edy Nasution mengaku berhasil mengimplementasikan berbagai program pembangunan yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Riau, yaitu mengupayakan pengembangan infrastruktur, menyebarkan dakwah keislaman, dan memperjuangkan hak warga Okura.

“Saya tentu sangat memahami bahwa pasca adanya kesepakatan yang kompromistik dalam sebuah skema penyelesaian yang sangat baik terkait penyelesaian konflik lahan antara pihak PT SIR dengan masyarakat Okura yang selama ini tak pernah bisa terselesaikan, khususnya yang berkaitan dengan kewajiban pihak perusahaan dalam memberikan hak 20 persen kepada masyarakat setempat,” jelasnya.

“Sebagaimana yang diamanatkan undang-undang, Alhamdulillah hari ini telah dapat diselesaikan sangat baik. Dengan memberikan harapan kepada kedua belah pihak, terselesaikannya masalah konflik lahan ini ternyata telah memberikan sebuah harapan baru bagi Banyak masyarakat di berbagai daerah yang selama ini memiliki persoalan serupa dengan beberapa perusahaan besar,” lanjutnya.

Sementara, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Elly Wardhani, mengungkapkan purna tugas sejatinya merupakan bagian dari siklus kehidupan setiap jabatan. Menurutnya siapapun yang bertugas pasti akan sampai pada masa itu. Namun, hal ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan melainkan wujud keberhasilan dari pengabdian selama menjalankan tugas dan amanat dari masyarakat Riau.

“Setiap masa yang datang tentu ada pula masa untuk pergi. Namun, yang akan menjadi kenangan adalah nama baik yang diikuti oleh perbuatan baik dan bermanfaat bagi banyak orang terutama bagi bangsa dan negara. Di mata kami pak Edy Natar Nasution merupakan sosok yang patut menjadi teladan bagi kita semua karena beliau memiliki disiplin yang tinggi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan amanat yang diberikan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Atas nama pemerintah provinsi Riau dan segenap masyarakat, Asisten III Elly menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubri Edy Nasution. Ucapan tersebut tentu atas kinerja, pengabdian, dedikasi dan sumbangsih yang telah diberikannya untuk kemajuan provinsi Riau.

“Semoga seluruh kerja ikhlas dan pengabdian yang diberikan untuk provinsi Riau bernilai pahala dan ibadah dihadapan¬†Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Amin ya robbal alamin.” pungkasnya.***

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar