Mahasiswa: Kepemimpinan Yopi Berkarakter dan Keren

Mahasiswa: Kepemimpinan Yopi Berkarakter dan Keren

SEDANG menjalani periode kedua masa jabatannya sebagai Bupati Inhu (Indragiri Hulu), kepemimpinan Bupati H. Yopi Arianto SE terus mendapat tempat yang luas di tengah masyarakat.  Tidak terkecuali, kepemimpinan bupati yang masih berusia muda ini mendapat apresiasi dari kalangan mahasiswa.

“Gaya kepemimpinan bapak keren dan bapak memiliki karakter yang kuat sebagai seorang pemimpin,” ungkap Abror, salah satu mahasiswa, saat kegiatan inhouse training ESQ STIE Indragiri yang digelar di Gedung Dang Purnama Rengat, Rabu hingga Kamis, (13-14/9/2017).  Abror pun menyelipkan pertanyaan kepada Bupati Yopi apakah menjadi seorang Bupati merupakan cita-cita beliau sejak kecil.

Jika Abror menilai dari sisi gaya kepemimpinan, lain halnya dengan Zakiya Nurleli. Menurut mahasiswi asal Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik ini selain masih muda kinerja Bupati Yopi telah terbukti berhasil terutama bagi masyarakat yang berada di pelosok desa. “Kalau menurut saya bapak masih muda dan kinerja bapak sudah terbukti khususnya bagi daerah yang ada di pelosok. Selain itu, bapak juga kerap turun langsung ke lapangan,” ungkap Zakiya disertai riuhan tepuk tangan peserta lainnya.

Tanggapan atas kepemimpinan Bupati Yopi juga tidak luput dari penilaian Saprianto yang merupakan trainer kegiatan ESQ tersebut. Menurutnya, adalah hal yang luar biasa seorang Bupati Yopi di usia mudanya telah mendapatkan posisi yang penting diikuti dengan beban tanggung jawab yang begitu besar terhadap masyarakat, namun mampu dilalui dan terbukti berhasil.

Yopi memang mampu mencatatkan diri sebagai Bupati termuda saat pertama kali ia mendapat amanah menjabat sebagai Bupati Inhu, beberapa tahun lalu. Jabatan itu mulai diembannya saat usia Yopi belum genap 30 tahun, dan pada saat bersamaan ia sedang menjalani pengabdian sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Golkar (Golongan Karya).

Makanya, membalik kembali ke belakang, Yopi memang tak pernah melupakan rangkaian perjuangan yang ia lalui sampai mendapat kepercayaan menjadi Bupati Inhu. Begitu juga saat pertama kali mendapat kain ulos dari warga  Gereja HKBP.  Ketika itu masa kampanye calon pemimpin daerah. “Saya mendatangi warga, termasuk warga gereja. Nah, oleh seorang pendeta dan juga sejumlah jemaat saya didoakan supaya terpilih menjadi pemimpin di Inhu,” kenangnya.

Yopi mengatakan hal itu saat hadir di Dusun Pino-pino, Desa Punti Kayu, Minggu (17/9/2017), di hadapan jemaat HKBP.  “Saya ingat baru pertama kali mendapatkan ulos itu disini (di gereja HKBP-red), belum menjabat jadi Bupati dan belum menjabat DPRD pada waktu itu. Kalau tidak salah 2006-2007, ketika saya bekerja seorang wiraswasta, tetapi sambutan warga di sini sangat luar biasa, seperti sudah menjabat  atau seperti seorang pejabat ketika itu.

“Para pendeta di sini (Gereja HKBP) dan jemaat ketika itu mendoakan saya menjadi pejabat, dan hasilnya saya menjadi pejabat. Jadi saya punya kenangan  di sini,” katanya. Lanjut Yopie, ketika periode pertama  pencalonan Bupati dirinya juga menang telak di Desa Punti Kayu karena didukung oleh semua warga, khususnya umat Kristen. “Makanya ketika periode pertama pencalonan Bupati saya menang dari desa ini, walaupun tidak saya datangi,” (kampanye),” ujarnya, sebagaimana dilansir independensi.com.

Padahal, siapa menduga, putera tokoh Inhu Almarhum H. Sugianto ini sedari kecil tidak pernah bercita-cita menjadi Bupati.  “Sejak kecil hingga SMA cita-cita saya berubah-rubah. Awalnya saya bercita-cita kelak ingin menjadi seorang tentara. Menginjak SMA ingin menjadi seorang pedagang hingga akhirnya terjun ke dunia politik dan menjadi seorang Bupati,” ujarnya.

Menurut Bupati Yopi, kesuksesan yang hingga saat ini telah mampu ia raih berangkat dari keoptimisan serta kedisiplinan yang tinggi. Karena itu, Bupati Yopi juga mengharapkan agar pribadi para mahasiswa hendaknya tertanam sikap disiplin yang dibarengi dengan kepercayaan diri. (ee)

Previous Pemkab Kepulauan Meranti Kembangkan Udang Windu di Rangsang Pesisir
Next Proses gelap lahirkan Ranperda RTRWP yang Tak Berkeadilan dan Rawan Korupsi

About author