Kota Pekanbaru Cepat Tanggap Atasi Covid-19

0

Oleh : Ridwan Alkalam

PEKANBARU (AmiraRiau.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menyalurkan Bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 15.625 paket sembako, mulai disebarkan ke 12 Kecamatan Pekanbaru. Semua paket sembako tersebut dibagikan melalui Kelurahan, RT/RW setempat.

Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT yang memimpin langsung acara pelepasan penyaluran paket sembako di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, itu mengatakan, hendaknya bantuan yang dibagikan dapat membantu masyarakat yang terdampak akibat krisis kesehatan Covid-19.

Walikota Pekanbaru Firdaus melepas langsung pendistribusian paket sembako kepada masyarakat di seluruh kecamatan Kota Pekanbaru.

Firdaus menjelaskan, setelah mengikuti panduan dari Kementerian Sosial dan dibantu tim yang bekerja di lapangan melakukan pendataan, Pemerintah Kota Pekanbaru baru bisa menyalurkan bantuan. “Alhamdulillah hari ini kita baru dapat menyalurkan paket sembako,” kata Firdaus, Sabtu (25/4/2020).

Diterangkannya, pemerintah kota dapat bantuan dari pemerintah pusat untuk ketersediaan beras. “Kita mendapatkan bantuan 100 ton beras melalui Bulog. Sementara untuk lauk pauknya dari pemerintah kota melalui APBD,” ujarnya.

Wakil Walikota Ayat Cahyadi menyerahkan bantuan kepada penerima secara simbolis.

Untuk penyaluran bantuan sembako di lapangan akan disalurkan langsung ke rumah masyarakat yang terdampak untuk menghindari kerumunan. Penyaluran dapat dibantu oleh RT/RW, Karang Taruna, remaja masjid. Ia pun menargetkan, agar bantuan sebanyak 15.625 paket sembako itu dapat selesai disalurkan selama 3 hari ke depan.

Diketahui, bantuan 15.625 paket itu diserahkan kepada warga terdampak Covid-19. Per paket sembako untuk satu KK. Karena hitungan paket sembako tersebut berdasarkan KK. Untuk bantuan beras, masing-masing paket mendapatkan 6,4 kilogram. Kemudian diisi dengan lauk pauk berupa telur, mie instan, ikan kaleng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Walikota Pekanbaru Firdaus memimpin langsung peyemprotkan disinfektan massal.

Berikutnya, pada Ahad 17 Mei 2020, Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT yang memimpin langsung penyemprotan disinfektan di lingkungan warga. Upaya pencegahan Covid-19 di wilayah zona merah (Kecamatan Tampan) tersebut dilakukan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru.

Kali ini tim gugus tugas menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan OPD terkait Kecamatan, Lurah, MUI, forum RT/RW, tokoh masyarakat, mahasiswa dan organisasi lainnya menggelar penyemprotan disinfektan di lingkungan warga, Ahad (17/5/2020).

Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT yang memimpin langsung giat tersebut mengatakan, kegiatan ini adalah bagian rencana aksi pencegahan Covid-19, yaitu penyemprotan disinfektan di sepanjang jalan protokol.

“Ini adalah rangkaian rencana aksi pencegahan Covid-19, kita melakukannya bersama aparat gabungan,” terangnya usai melepas rombongan. Tim melakukan sterilisasi di jalan protokol yang ada di kota. Ada juga sterilisasi terhadap satu pesantren di Jalan HR Soebrantas dan lingkungan rumah warga.

Selain penyemprotan disinfektan, sebelumnya juga sudah dilakukan rapid test massal kepada warga di Kelurahan Delima dan Kelurahan Tobek Godang, Sabtu. Firdaus mengatakan, pelaksanaan rapid test bertujuan guna mendeteksi secara dini kasus Covid-19. Menurutnya, dengan mengetahui pasien lebih awal dapat menekan penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.

“Dilakukannya rapid test agar petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan Covid-19 dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah,” katanya.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh masyarakat di Kota Pekanbaru agar mengikuti imbauan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 ini. “Seperti menaati physical distancing, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, agar Covid-19 ini bisa cepat selesai,” ungkapnya.

Terkait hasil dari rapid test, pihaknya belum bisa dipastikan apakah postif Covid-19 atau tidak. Pihaknya harus menunggu hasil dari laboratorium setelah dilakukan swab PCR. Firdaus menjelaskan, dari test PCR ada yang dinyatakan positif terifeksi virus corona setelah dilakukan test, tetapi mereka tak merasakan gejala apa pun seperti tidak demam, batuk atau pilek, dan sesak napas. Hal tersebut dikarenakan sistem imun tubuhnya kuat.

“Tetapi mereka bisa menularkan Covid-19 tersebut kepada orang lain, tentu ini sangat berbahaya ketika ia menularkan Covid-19 itu kepada orang yang imunnya lemah. Banyak yang terjadi seperti itu. Ia tidak merasakan gejala sakit tetapi dia bisa terinfeksi Covid-19,” jelasnya. (ADV/Humas/Ridwan)