Komnas HAM: Kami Sudah Minta Keterangan Jenderal yang Diduga Terlibat Penyerangan Novel Baswedan

Komnas HAM: Kami Sudah Minta Keterangan Jenderal yang Diduga Terlibat Penyerangan Novel Baswedan

Jakarta, AmiraRiau.Com-Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam mengklaim telah meminta keterangan beberapa pihak yang diduga mengetahui peristiwa penyerangan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Pria yang akrab disapa Cak Anam itu bahkan mengakui sudah memeriksa jenderal polisi yang disebut-sebut oleh Novel terlibat dalam aksi keji tersebut. Namun, ia enggan membeberkan nama dan inisial dari perwira tinggi di jajaran Korps Bhayangkara itu.

Presiden Didesak Bentuk TGPF Ungkap Penyiram Air Keras terhadap Novel Baswedan

“Semua pihak (termasuk jenderal polisi) yang disebutkan, baik oleh publik, oleh pengadu, oleh siapapun ke sini, kami catat lalu kami klarifikasi, kami tanyai, kami periksa, dan itu tercatat dalam laporan yang akan kita berikan kepada kepolisian melalui Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia,” kata Anam dalam jumpa di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (21/12/2018), sebagaimana dilansir okezone.com.

Anam menyebut, hasil dokumen pemantauan itu tidak bisa dibuka kepada publik, karena bersifat rahasia. Ia menjelaskan, itu merupakan sebuah kesepakatan dari seluruh tim.

“Itu kesepakatan dari tim dan ada dasar hukumnya,” jelasnya.

Komisioner Komnas HAM lainnya, Sandrayati Moniaga, lembaganya tidak membuka dokumen tersebut kepada publik karena terdapat banyak nama.

“Ada banyak nama-nama di sini sehingga tidak bisa (jadi dokumen publik),” kata dia.

Komnas HAM dan gabungan masyarakat sipil membentuk Tim Pemantauan atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Ketika meminta keterangan dari yang bersangkutan, diketahui kalau ada keterlibatan seorang polisi berpangkat jenderal. Namun, hingga kini sosok dari jenderal itu masih menjadi misterius.

Seperti diketahui, Novel mendapat serangan berupa siraman air keras oleh orang tidak dikenal sepulang shalat subuh pada Selasa, 11 April 2017, di Masjid Al Ihsan. Masjid itu terletak di dekat rumahnya, di Jalan Deposito RT 03 RW 10, Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (e2)

Choirul Anam. (f: ozc)

Previous Kabupaten Bengkalis Raih Penghargaan I KI Award Riau Tahun 2018
Next Formappi: Suka Bolos, Kehadiran Anggota DPR di Paripurna di Bawah 50%

About author