Ketua DDII Bengkalis Angkat Bicara Soal Pernyataan Caleg Simon Parlaungan

0
4

Bengkalis, AmiraRiau.Com-Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bengkalis Muhammad Subli, angkat bicara terkait tudingan calon legislatif (caleg) Simon Parlaungan, menyebutkan pemberian bonus Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Provinsi Riau tahun 2018, sebagai gratifikasi.

“Apa yang dikatakan oleh saudara Simong Parluangan, sangat berlebihan dan tendensius, bahkan bisa merusak kerukunan umat beragama. Mengingat, tudingannya, dinilai sangat melecehkan para kader-kader Alquran yang berprestasi,” ungkap M Subli, sebagaimana rilis disampaikan pada Jumat 4 Januai 2019.

Dikatakan dosen STIE Syariah Bengkalis ini, pemberian bonus kepada putra-putri terbaik yang mengharumkan nama daerah, merupakan hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan aturan negara, apalagi dari sudut pandang agama.

Pemberian bonus bagi peserta terbaik pada ajang MTQ, tak ubahnya diberikan pada atlit-atlit yang mengharumkan nama daerah, seperti pada ajang pekan olahraga daerah maupun provinsi. Bahkan di level nasional, seperti PON dan level internasional.

“Kami merasa heran dengan status Simon Parlaungan di media sosial. Lebih lancangnya, beliau menyebutkan para kader Alquran yang berprestasi, seakan disetarakan dengan bandit korupsi. Tudingan ini benar-benar menyakitkan dan melecahkan, khususnya bagi umat Islam,” ungkap Subli, sebagaimana siaran pers yang diterima AmiraRiau.Com.

Padahal menurut Subli, pemberian bonus pada kader Alquran pada ajang MTQ kemarin, merupakan sebuah bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap putra-putra terbaik Negeri Junjungan. Bahkan pada tahun ini, juga diberikan penghargaan pada para penghafal Al Quran (hafiz dan hafizah) di Negeri Junjungan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Bengkalis, Bapak Amril Mukminin, yang konsisten memberikan penghargaan kepada kader Al Quran. Mudah-mudahan, pada tahun berikutnya terus ditingkatkan lagi,” ungkap Subli.

Terkait dengan laporan sejumlah elemen terhadap Simon Parluangan, menurut Subli merupakan langkah tepat dan bijak. Langkah ini agar yang bersangkutan tidak gambang menebar aroma kebencian terhadap salah satu kelompok dan agama.

“Saya mendukung dan memberikan apresiasi kepada teman-teman yang telah membuat laporan. Biar lah persoalan ini ditangani secara hukum, sehingga masyarakat lebih tenang,” ungkapnya.

Subli menghimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam untuk lebih bijak dan tidak mudah terprovokasi menyikapi cuitan yang dilontarkan oknum caleg tersebut. Hal ini penting, untuk menjaga agar kerukunan dan keharmonisan di Negeri Junjungan tetap terjadi dengan baik. (e2)

Ilustrasi. (f: int)