Kaleidoskop 2018: Empat Bulan Pengejaran Harimau Bonita di Awal 2018

Jakarta, AmiraRiau.Com-Awal tahun 2018 diwarnai dengan kabar konflik antara harimau Sumatera dengan manusia. Pengejaran pun dilakukan demi mencari harimau yang dianggap bersalah atas tewasnya seorang warga di Indagiri Hilir, Riau.

Cerita bermula saat Jumiati (33), Fitriyanti (40) dan Yusmawati (33) yang merupakan pekerja perusahaan sawit sedang melakukan pendataan pada Rabu (3/1/2018). Lagi asyik bekerja, tiba-tiba harimau muncul di sekitar lokasi tempat mereka bekerja di Desa Tanjung Simpang Kec Pelangiran, Inhil, di Afdeling IV Eboni state.

Mereka langsung berlari sejauh kira-kira 200 meter. Tapi betapa kagetnya mereka ketika si harimau mendadak muncul lagi di hadapan mereka.

Akhirnya mereka memilih untuk memanjat pohon sawit. Fitriyanti sempat terjatuh ke lumpur saat memanjat, namun rupanya si harimau tak mengejarnya.

Harimau itu justru mendekat ke arah Jumiati yang sudah memanjat pohon. Kaki Jumiati ditarik oleh harimau hingga jatuh. Dia bergumul hingga 15 menit dengan harimau itu hingga akhirnya lehernya terkena cakar. Jumiati pun menghembuskan nafas terakhir akibat luka pada lehernya itu.

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Inhil, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan aktivias LSM lingkungan langsung bergerak melakukan pencarian harimau penerkam Jumiati. Si harimau kemudian diberi nama ‘Bonita’.

Berikut fakta-fakta terkait pengejaran Bonita hingga berhasil ditangkap, sebagaimana dilansir detik.com:

Korban Terkaman Bonita Tak Hanya Jumiati

Rupanya Bonita tak hanya menerkam Jumiati. Ada lagi korban lainnya yang tewas diterkam harimau diduga Bonita.

Korban berikutnya bernama Yusri Effendi yang masih satu dusun dengan Jumiati. Yusri tewas pada Sabtu (10/3) dengan luka bekas gigitan taring pada leher belakangnya, sama seperti Jumiati.

Bonita Tak Memakan Korbannya

Kedua korban terkaman harimau Bonita mengalami luka di leher bagian belakang. Harimau itu sama sekali tak memangsa para korbannya.

“Harimau itu memang menyerang korbannya. Tapi kedua korbannya tidak dia makan. Organ tubuhnya masih utuh,” kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada detikcom, Senin (12/3).

Harimau Bonita Tak Sendirian

Rupanya harimau Bonita tak sendirian. Di tengah proses pengejaran, terungkap ada seekor harimau lain yang serupa tapi tak sama.

“Boni tertangkap kamera pada malam hari berkeliaran. Perilaku ini masih kita nilai normal, karena memang biasanya harimau mencari mangsanya pada malam hari,” kata Kepada Bidang I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (8/3/2018).

Harimau Boni jejaknya jarang dijumpai di sekitaran rumah penduduk. Boni masih terkesan menghindari interaksi dengan manusia.

Harimau Bonita Tampak Nyaman di Lingkungan Manusia

Normalnya hewan liar akan merasa tak nyaman jika berdekatan dengan manusia. Tapi berbeda dengan harimau Bonita.

“Bonita malah tak merasa risih berinteraksi dengan manusia. Dia santai saja bila bertemu,” kata Kepada Bidang I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (8/3).

Bonita beberapa kali tampak duduk santai di tepi jalan. Harimau itu bahkan justru mendekat ketika ada warga yang merekamnya.

Ada SD Diliburkan saat Bonita Belum Tertangkap

Siswa sekolah dasar di Desa Tanjung Simpang Kanan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, diliburkan 2 bulan sejak peristiwa harimau memangsa Jumiati. SD yang berjumlah 34 orang dari kelas satu sampai enam itu diliburkan karena kekhawatiran warga, bahkan sejak Jumiati diterkam harimau.

Sempat Dibius, Lalu Menghilang

Pada Jumat (16/3), Bonita berhasil dibius. Tapi Bonita masih terlihat bergerak-gerak saat tergeletak.

Oleh karena penerangan yang minim, pandangan petugas gabungan kurang fokus pada Bonita. Akhirnya Bonita yang lepas dari pandangan menghilang.

Harimau Bonita Ditangkap di Bulan Keempat

Pengejaran Bonita berakhir di bulan keempat. Dia berhasil ditangkap setelah sebelumnya dibius pada Jumat, 20 April 2018.

Setelah ditangkap, Bonita dibawa ke penangkaran di Sumatera Barat. Fakta baru muncul yakni rupanya Bonita tak canggung berdekatan dengan manusia dan cenderung mau dimanja. Selain itu Bonita juga dianggap obesitas untuk seumurannya dan ada tumor di tubuhnya. (e2)

Harimau Bonita. (f: int)

Previous Hati-hati! Ada 7 Titik Rawan Longsor di Jalur Riau-Sumbar
Next Kubu Prabowo akan Buka Kantor Pemenangan Dekat Rumah Jokowi

About author