Kadishub Pekanbaru: Tidak Seluruh Tepi Jalan Umum di Jadikan Parkir, Laporkan Jika Ada Jukir Ilegal

PEKANBARU – Penataan penyelenggaraan parkir tepi jalan umum terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan. Selain untuk memberikan jasa layanan kepada masyarakat, tujuan parkir sendiri untuk mengendalikan pergerakan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso mengatakan, pengelolaan parkir semata-mata tidak hanya untuk mengejar PAD dan memberikan layanan kepada masyarakat, namun juga untuk mengendalikan mobilisasi kendaraan.
“Salah satu tujuan utama parkir adalah untuk mengendalikan pergerakan. Ada 800 ribu kendaraan tercatat di samsat, roda dua 1 juta lebih. Kalau itu semua bergerak terjadi kemacetan yang luar biasa,” kata Yuliarso, Kamis (21/9/2023).
Menurutnya, dengan adanya pengelolaan parkir ini bisa mengendalikan dan mengatur mobilisasi kendaraan dalam kota. Masyarakat juga bisa memilih untuk tidak menggunakan kendaraan jika memiliki tujuan dekat.
Ada seribu lebih titik parkir legal yang ada di Kota Pekanbaru. Pihaknya melakukan monitor dengan patroli rutin ke lapangan setiap hari guna memastikan penyelenggaraan parkir berjalan dengan baik.
“Saya sudah perintahkan patroli setiap hari, karena itu bagian dari pelayanan. Kita juga menindaklanjuti pengaduan yang ada. Untuk layanan ini kan kami terus kami lakukan pembinaan dan evaluasi. Mohon sama-sama kita mengawasi,” terangnya.
Ia juga memastikan, tidak seluruh objek yang ada di Kota Pekanbaru ini dijadikan titik kantong parkir. Lahan parkir legal hanya dibuka di lokasi potensial dan memenuhi unsur parkir.
“Jangan di generalisir, tidak semuanya juga lah parkir ini diberikan layanan dan dipungut tarif. Coba lihat di belakang kantor gubernur, Jalan Cut Nyak Dien, kan tidak ada pungutan disitu. Karena tidak ada potensi,” pungkasnya.***
Menampilkan Gambar dengan HTML gambar