Irup di HUT RI ke-74, Bupati Suyatno: Tetap Jaga Kebersamaan & Kekompakan

0
31

“MARI kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama sekali DI Kabupaten Rokan Hilir yang kita cintai ini. Kita harus saling mengingatkan, saling meningkatkan koordinasi, saling berbagi informasi dan lain sebagainya sehingga kabupaten ini harus kita pelihara. Siapa lagi yang memelihara kabupaten ini, ya kita-kita inilah.”

Demikian disampaikan Bupati Rohil (Rokan Hilir) H. Suyatno AMP saat menjadi irup (inspektur upacara) pada peringatan detik-detik HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 tingkat Kabupaten Rohil yang dilaksanakan di Taman Budaya Batu Enam Bagansiapiapi, Sabtu (17/8/2019).
Selain Bupati Suyatno, dalam acara tersebut tampak juga hadir Wakil Bupati Rokan Hilir Drs.H.Jamiluddin,Kapolres Rohil AKBP.Sigit Adiwuryanto,Sik,MH, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Didik Efendi,Kajari Rokan Hilir Gaos Wicaksono,SH,MH,Ketua DPRD Rohil Nasruddin Hasan,Sekretaris Daerah Rohil Drs.H.Surya Arfan,MSi, dan Ketua Pengadilan Rohil.

Selanjutnya, Wakil Ketua Pengadilan Agama, Kepala OPD, Ketua KPU Supriyanto,Spi,MSi, anggota DPRD Rohil,Partai politik, organisasi pemuda, tokoh agama, legiun Veteran,serta para Siswa-Siswi Tingkat SD hingga Mahasiswa yang ikut dalam Upacara HUT Kemerdekaan RI Yang Ke 74 Tahun itu.

Upacara detik – detik proklamasi di Kabupaten Rokan Hilir.

Bupati juga mengajak semua masyarakat bersama-sama membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan, pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. “Harapan kami tentunya kebersamaan itu yang paling penting. Dari kebersamaan itu insya Allah itu akan membuahkan hasil yang baik,” ucap Suyatno. “Tahniah dan selamat kepada bangsa Indonesia yang hari ini melaksanakan kegiatan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-74 tahun 2019. Semoga Indonesia tetap jaya selalu, merdeka,” tambah dia.

Pada bagian lain, Bupati Suyatno mengatakan dari proses penyelenggara,terutama sekali pada saat pelaksanaan detik-detik proklamasi, dapat dilihat bagaimana acara tersebut berjalan dengan sukses. ‘Saya memberikan apresiasi kepada panitia yang telah berbuat yang terbaik untuk Kabupaten Rokan Hilir,dan Saya melihatnya secara pribadi, Alhamdulillah,ini sukses,lancar serta sesuai dengan harapan kita,” katanya.

“Kita sebagai orang Indonesia hanya tinggal menikmati saja,sementara para pahlawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang telah mendahului kita,itu berjuang tampa pamrih,rela berkorban,untuk kepentingan Bangsa Indonesia yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI),sementara kita yang ditinggalkan,hingga kini masih hidup,” imbuhnya. “Tentunya kita harapkan bagaimana Negeri ini bisa baik,dan bagaimana Rokan Hilir ini bisa maju,tentunya yang paling penting adalah kebersamaan, serta kekompakan kita.”

Masih dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-74, sebanyak 310 orang narapidana Lapas 2A Bagansiapiapi mendapatkan remisi umum pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Sabtu (17/8/2019). Remisi ini merupakan kabar baik bagi para narapidana yang selama masa penahanan mengikuti dengan baik pembinaan yang diberikan kepada mereka. Pemberian remisi secara simbolis langsung dilakukan oleh Bupati Rohil H Suyatno usai pelaksanaan upacara bendera di Taman Budaya, Batu Enam, Bagansiapiapi.

“Di hari baik kemerdekaan kita ini, kita sampaikan bahwa banyak warga binaan kita yang mendapatkan hak remisi atas usaha mereka menjalankan pembinaan yang kita berikan,” kata Kepala Lapas Bagansiapiapi, Jupri, usai mengikuti upacara peringatan kemerdekaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5 orang diantaranya mendapatkan hak kebebasan tepat pada hari ini. Jumlah remisi yang mereka dapatkan telah melewati masa penahanan yang harus mereka jalani. “Sedangkan 305 sisanya yang masuk dalam daftar Remisi Umum I hanya mendapatkan pemotongan masa penahanan yang paling besar 5 bulan,” tambah Jupri.

Sementara itu, sebelum bertolak ke Taman Budaya untuk melaksanakan upacara detik-detik peringatan hari kemerdekaan, Jupri telah lebih dulu memimpin upacara peringatan hari pembacaan proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta, di kantor Lapas Bagansiapiapi.

Dalam amanatnya, ia menekankan kepada para petugas untuk meningkatkan mutu, kualitas serta profesionalitas dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Terutama dalam memberikan pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menerapkan nilai dan asas kemanusiaan yang adil dan beradab. “Sesuai pesan dari Pak Menteri Yasonna, bahwa setiap petugas harus menjunjung tinggi asas kemanusiaan dalam menjalankan tugas pembinaan di Lapas maupun Rutan,” pesannya.

Ia kembali menambahkan, pendekatan secara manusiawi dan kekeluargaan dalam menangani WBP merupakan kunci utama dalam menjaga ketertiban di dalam Lapas maupun Rutan. “Jangan sampai situasi kita yang kondusif seperti ini menjadi rusak oleh tingkah laku oknum petugas yang arogan serta melakukan kekerasan fisik kepada WBP,” tambah lelaki kelahiran Ujung Pandang ini.

Disampaikan kepada seluruh petugas yang mengenakan pakaian adat suku-suku Indonesia, Jupri mengancam tak segan memberikan sanksi kepada petugas yang kedapatan melakukan perbuatan tak terpuji tersebut. “Tugas kita adalah untuk membina mereka menjadi manusia. Jadi mari bimbing mereka menjadi manusia yang baik, yang mampu menjadi bagian dari masyarakat nantinya,” cakap Jupri, dilansir cakaplah.com


Kampung Bersih Merah Putih

Masih dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-74 di Rohil, Bupati Rokan Hilir, Suyatno meresmikan Kampung Bersih Merah Putih yang terletak di Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kamis (15/8/2019) sore.

Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TP-PKK Rohil, Wan Mardiana Suyatno.
Camat Bangko, Rijalul Fikri dalam sambutannya mengatakan jumlah warga Kepenghuluan Parit Aman saat ini 4.621 jiwa. Dia bilang masih banyak terdapat kantong kemiskinan di daerah ini.

“Namun demikian, masyarakatnya banyak pemikiran untuk membangun kampung agar setara dengan kampung-kampung yang lainnya,” kata dia.
Agar terhindar dari lingkaran hitam narkotika, para pemuda di kampung itu diajak untuk melakukan kegiatan positif seperti olahraga dan kegiatan positif lainnya. “Terbentuknya Kampung Bersih Merah Putih ini berkat kekompakan masyarakatnya. Di mana masyarakatnya menghiasi rumah masing-masing menggunakan barang bekas, kemudian di setiap rumah dihiasi dengan pagar menggunakan bambu,” Kata Rijalul Fikri.
Masyarakat setempat, sebut Rijalul, sangat mengharapkan jalan dari bundaran perkuburan hingga ke Simpang Dua Ratus bisa diperbaiki.

“Karena saat jalan tersebut kondisinya rusak parah. Selain itu, penerang listrik juga sangat dibutuhkan mengingat daerah itu sangat sepi dan sunyi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Suyatno menyampaikan daerah Parit Aman memang banyak yang harus diperhatikan, terutama masalah insfraruktur dan penerang listrik. “Kalau masalah jalan itu sudah diukur dan anggarannya akan dimasukkan dalam APBD. Kalau penerangan jalan insya Allah besok Jumat sudah dipasang,” ujarnya.

Bupati mengakui pertama kali melihat Kampung Bersih Merah Putih ini lewat foto yang dikirimkan oleh tokoh pemuda setempat melalui WhatsApp. “Kemarin saya lagi di Jakarta, begitu masuk pesan saya lihat fotonya bagus, kemudian saya tanya itu daerah mana, ternyata Parit Aman,” kata Suyatno.

Ia juga memuji rumah-rumah warga terlihat begitu cantik. Makanya perayaan HUT ke-74 RI ini akan ada penilaian rumah yang tercantik. “Juara pertama akan kita bantu uang tunai sebesar Rp2,5 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta,” kata Bupati Suyatno. (adv/hms)