Inhu Menuju Pilkada Serentak 2020, Yopi: Semakin Banyak yang Maju, Kian Mantap

0
5

INHU (amirariau.com) – Kabupaten Inhu (Indragiri Hulu) merupakan satu di antara 270 daerah (provinsi dan kabupaten/kota) di Indonesia yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020. Pilkada Inhu 2020 dimaksudkan untuk menggantikan duet Bupati Yopi Arianto dan Wakil Bupati Khairizal yang kini memimpin Inhu. Menjelang puncak demokrasi tingkat lokal yang akan dihelat tahun depan itu, sejumlah nama telah mencuat untuk bertarung. Lalu, apa tanggapan Bupati Inhu, Yopi Arianto, tentang Pilkada tahun depan ini? “Saya kan sudah dua periode jadi Bupati Inhu. Pastinya, saya tak boleh maju lagi. Dan tentang siapa yang bakal maju menggantikan saya nanti, kita ikuti saja dinamikanya,” ujar Yopi.

Diakui Yopi, saat ini ada beberapa tokoh yang sudah berkomunikasi dengannya dan menyatakan niat untuk maju Pilkada Inhu 2020. Dan bagi Yopi, beranggapan bahwa semakin banyak yang maju, itu semakin mantap. “Semakin banyak yang mau maju jadi Bupati Inhu di Pilkada mendatang, itu semakin mantap. Itu menjadi bukti bahwa Inhu ini punya putra-putra terbaik dan berniat memajukan Inhu,” ujar pria yang saat menjadi bupati periode pertamanya
disebut sebagai bupati termuda di Riau ini.

Nah, ketika ditanya apakah dirinya ada mempersiapkan figur pengganti dirinya, Yopi belum mau berkomentar banyak. “Saya belum terlalu memikirkan itu (mempersiapkan pengganti, red). Malah saya memanggil putra-putra terbaik Inhu untuk ikut maju di Pilkada Inhu mendatang,” tutupnya, dilansir cakaplah.com.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, sejumlah nama calon bupati Inhu mulai muncul diantaranya anggota DPRD Riau dari PKB Ade Agus Hartanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang juga mantan Pj Bupati Inhu Rudyanto, mantan Pj Walikota Pekanbaru Edwar Sanger, mantan Kepala Bappeda Riau Emrizal Pakis. Selain itu juga mencuat nama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau Johny Setiawan Mundung hingga anggota DPRD Riau Yuliusman. Kendati Pilkada Inhu setahun lagi yakni yang akan berlangsung tahun 2020 mendatang, namun riak-riak para balon (bakal calon) Bupati Inhu untuk periode 2020-2025 telah mulai terdengar bermunculan di kalangan warga masyarakat kabupaten indragiri hulu akhir-akhir ini. Hanya saja belum ada kepastian terdengar dari partai apa saja sebagai pengusung berbagai para kandidat balon bupati yang akan ikut bertarung kelak.

“Nah itu semuanya adalah persetujuan dari partai partai yang ada di kabupaten indragiri hulu siapa kader yang akan disetuji oleh masing masing DPP partai, proses persetujuan tersebut tentunya tidaklah mudah,” tutur Yopi Arianto saat dikonfirmasi riaugreen.com melalui selulernya, Kamis (31/10/2019).

Ditanya soal DPD Partai Golkar Inhu siapa saja yang akan diusulkan, Yopi menyebutkan kalau partainya DPD II partai golkar inhu tidak akan ada pembukaan pendaftaran bagi para bacalon Bupati/Wabup inhu kedepan di 2020, sebab Yopi mengatakan DPD Golkar yang dipimpinnya itu akan mengutus kadernya sendiri di Pilkada mendatang, karena Golkar Inhu sudah cukup kursi untuk mengusung kadernya sendiri. “Hanya saja belum disebutkan sekarang, tahun depan ajalah pastinya, tergantung pihak partai golkar tentunya, dalam artian ini adalah mutlak hak DPD II patai golkar inhu, bisa saja kita atau saya akan mengusulkan Unsur dari kalangan Wartawan yang ada d kabupaten inhu, kenapa tidak misalnya berinisial ‘BS’ contonhya, mungkin saja saya ajukan,” ungkapnya sambil bercanda.

“Apalagi saya sudah cukup lama kenal dan berteman dengan BS selama ini justru bertahun tahun lamanya sampai saat sekarang tetap berteman, artinya kalau memungkinkan kenapa tidak,” katanya lagi. Sepanjang niatnya baik untuk bersama sama membangun inhu kedepan agar lebih maju lagi, kenapa tidak klo ada dari unsur wartawan saya pikir bisa saja kita kaderkan dari partai golkar inhu untuk ikut mencalonkan diri sebagai kepala daerah inhu 5 tahun kedepan, tutup Yopi Arianto SE.

Pada bagian lain, Naskah Perjanjian Dana Hibah (NPHD) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk biaya Pilkada 2020 akhirnya disepakati sebesar Rp27 miliar. “Untuk NPHD Pilkada KPU dan Pemkab sudah disepakati dan diteken langsung oleg Bupati Inhu, Yopi Arianto,” kata Sekda Inhu, Hendrizal, kepada Gatra.com Kamis (31/10/2019).

Nota Memorandum of Understanding (MoU) NPHD itu kata Hendrizal sesuai dengan nilai yang diajukan oleh KPU Inhu setelah beberapa kali direvisi. Hanya saja, meski NPHD Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Inhu sudah disepakati Rp10 miliar, belum diteken lantaran Ketua Bawaslu Inhu sedang berada di luar kota. “Tinggal teken saja, enggak ada masalah,”
ujar Hendrizal.

Sebelumnya ketua KPU Inhu Yenni Mairida mengatakan kalau pihaknya sudah beberapa kali merasionalisasi anggaran NPHD. “Dari estimasi NPHD sebesar Rp31,1 miliar menjadi Rp27 miliar,” ujar Yenni. Terkait NPHD Pilkada Inhu 2020 yang sudah disepakati itu, Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau, Triono Hadi, berharap KPU maupun Bawaslu Inhu bisa menggunakan anggaran itu dengan prinsip transparan dan akuntabel. “Biar pelaksananaan Pemilu berjalan baik dan berkualitas, masyarakat dan media harus ikut mengawasi penggunaan anggaran itu,” pintanya.

Mulai Bermunculan
Setahun menjelang ‘pesta demokrasi’ di negeri Bersejarah itu sejumlah nama bakal calon bupati sudah mulai bermunculan. Bahkan sudah ada yang terang-terangan mempersiapkan diri meskipun yang lain masih membaca peluang.

Pilkada Kabupaten Indragiri Hulu tahun depan diprediksi akan menarik dan berlangsung ‘sengit’ mengingat Bupati petahana, Yopi Arianto, dipastikan tidak akan lagi maju karena telah menjabat dua periode. Sementara figur yang benar-benar kuat di tengah masyarakat belum terlihat muncul.

Namun demikian ada sejumlah nama yang sudah populer dan diprediksi memiliki peluang memenangkan pilkada serentak 2020. Nama-nama tokoh tersebut adalah – sesuai abjad- Ade Agus Hartanto, Edwar Sanger, Khairizal, Raja Haryono dan Zulkarnain Kadir. Mereka adalah putra-putri terbaik daerah Inhu yang kini berprofesi di berbagai bidang di berbagai daerah.

Ade Agus Hartanto merupakan Anggota DPRD Provinsi Riau daerah pemilihan Indragiri Hulu-Kuantan Singingi yang baru saja dilantik di periode keduanya. Ade sendiri merupakan politisi muda yang juga merupakan Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain modal ‘brand’ politisi muda yang diharapkan membawa ide-ide segar dalam membangun daerah, Ade Agus Hartanto juga memiliki modal partai politik. Ya, PKB menjadi partai pemenang kedua di Inhu pada Pemilu 2019. Bahkan Ade diyakini mendapat ‘jaminan’ dari partainya untuk maju pilkada mendatang.

Nama selanjutnya adalah Edwar Sanger. Ia merupakan birokrat sejati di Pemerintah Provinsi Riau. Saat ini Edwar dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Sejumlah jabatan pernah diemban pria yang akrab disapa Edo ini di lingkungan Pemprov Riau. Mulai dari Kabag Protokol hingga Kepala Biro Perlengkapan. Edo juga aktif di organisasi olahraga, KONI Riau. Tak sampai di situ, Edwar pernah tercatat sebagai Penjabat Walikota Pekanbaru tahun 2017 lalu. Meski belum memastikan kendaraan politik untuk maju Pilkada, namun sejumlah tokoh Indragiri Hulu sudah mendatangi dan mengharapkan Edwar maju di pilkada tahun depan.
Nama bakal calon bupati selanjutnya, sebagaimana dilansir cakaplah.com, adalah Khairizal. Ya, tidak lengkap rasanya membicarakan kandidat bupati tanpa menyebut nama yang satu ini. Apalagi ia adalah Wakil Bupati Inhu mendampingi Yopi Arianto.

Selain sebagai Wakil Bupati Khairizal adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Berstatus sebagai kader partai penguasa tentu menjadi modal besar bagi pria kelahiran Peranap 7 Agustus 1965 ini. PDIP diyakini akan mengutamakan mengusung kader sendiri di pilkada tahun depan.

Wakil Bupati Khairizal merupakan birokrat di lingkungan Pemkab Inhu. Sejumlah jabatan telah diembannya seperti Kadistamben Inhu, Asisten II Setdakab Inhu, dan Sekretaris Bappeda Kuantan Singingi. Kandidat selanjutnya adalah Brigjen Pol Raja Haryono. Perwira polisi berbintang satu ini merupakan putra Indragiri Hulu (Inhu) Kelahiran Kelayang, yang kini masih menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur.

Meski belum menyatakan maju Pilkada Inhu namun diketahui Raja Haryono telah menerima ‘pinangan’ tokoh-tokoh daerah. Salah satu alasannya belum memutuskan maju atau tidaknya di pilkada Inhu adalah karena masih konsentrasi menjalankan amanah sebagai kepala BNNP
Kalimantan Timur. Nama terakhir yang disebut-sebut layak diperhitungkan adalah Zulkarnain Kadir. Ia merupakan birokrat senior di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Sejumlah tokoh Inhu mendatangi Zulkarnain Kadir untuk maju di Pilkada Inhu. Anak tokoh masyarakat Inhu Kadir Abbas tersebut memulai karirnya di birokrat di Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan selanjutnya pindah ke Pemprov Riau. Berbagai jabatan telah disandang Zulkarnain Kadir. (adv/hms/e2)