Harimau Masih Berkeliaran, BKSDA Himbau Masyarakat Pakai Topi Terbalik

BKSDA Himbau Warga Pakai Topi Terbalik Mencegah Serangan Harimau

LAMPUNG, AmiraRiau.com – Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung mengeluarkan sejumlah imbauan terkait keberadaan harimau sumatera yang berkonflik dengan manusia.

Salah satunya mengenakan topi secara terbalik. Bagian Hubungan Masyarakat Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Decis Maroba membenarkan mengenakan topi secara terbalik adalah salah satu poin dari imbauan bersama yang telah dikeluarkan pihak BKSDA.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul tewasnya dua orang petani di Kecamatan Suoh dan Kecamatan Bandar Negeri Suoh selama Februari 2024.

Isi imbauan itu adalah “Jika bertemu dengan harimau jangan membelakangi dan jika memungkinkan memakai topi terbalik (topi menghadap ke belakang).” Menurut Decis, mengenakan topi secara terbalik itu memang salah satu upaya pencegahan diserang harimau. “Secara insting, harimau menerkam mangsa dari arah belakang ke tengkuk,” katanya, saat dilansir kompas.com, Kamis (29/2/2024).

Dengan mengenakan topi secara terbalik, harimau akan mengira bahwa manusia yang hendak diterkam sedang dalam posisi wajah menghadap dirinya.

“Harimau akan menyangka posisi kita sedang menghadap ke arah dia, bukan membelakangi,” katanya.

Dia menambahkan, sebenarnya ada kearifan lokal yang lebih tepat untuk mencegah diterkam dari belakang oleh harimau, yaitu mengenakan topeng wajah di kepala belakang.

“Intinya sama, harimau akan menyangka posisi kita sedang menghadap dirinya. Tapi karena tidak semua masyarakat punya topeng, mengenakan topi terbalik bisa dilakukan,” kata dia.

Diketahui, dua orang petani telah menjadi korban konflik harimau dalam 2 pekan terakhir. Keduanya ditemukan tewas dengan tubuh diduga tercabik diterkam satwa bernama latin Panthera tigris sumatrae itu.

Konflik pertama terjadi pada 8 Februari 2024 lalu di Pekon Sumber Agung. Korban bernama Gunarso (47) tewas dengan luka cakar binatang buas. Sedangkan korban kedua bernama Sahri (28) warga Dusun Peninjauan, Pekon (desa) Bumi Hantati, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.***

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar