Harga Minyak Naik 2%, Brent Dibanderol USD57,06 per Barel

New York, AmiraRiau.Com-Harga Minyak dunia naik hampir 2% pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi). Menguatnya harga minyak dunia terjadi setelah usulan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China yang mampu sedikit meredakan beberapa kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

Melansir dari halaman Reuters, Sabtu (5/1/2019), minyak mentah berjangka Brent LCOc1 untuk pengiriman maret mengalami kenaikan sebesar USD1,11 atau 1,98% menjadi USD57,06 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 untuk pengiriman Februari, naik USD0,87 atau 1,85% menjadi menetap pada USD47,96 per barel.

Kenaikan harga minyak didongkrak oleh rencana pertemuan tingkat Wakil Menteri antara Amerika Serikat dengan Cina pada 7-8 Januari mendatang. Hal tesebut disampaikan langsung oleh pihak Kementerian Perdagangan Cina.

Hal tersebut menjadi angin segar sebab Washington dan Beijing telah terjebak dalam perang dagang hampir sepanjang tahun lalu. Ini sangat mengganggu aliran barang bernilai ratusan miliar dolar AS dan menghambat pertumbuhan ekonomi negara adidaya tersebut.

Disisi lain, ajuvar perang dagang ini jua membuat sektor jasa Cina mulai melakukan ekspansi besar-besaran. Tentunya ini menjadi tren data positif dari perekonomian dunia.

“Data China baru-baru ini tidak mengkonfirmasi tren pesimisme,” ujar Analis Minyak di Petromatrix Olivier Jakob, dilansir okezone.com.

Laporan ketenagakerjaan AS yang kuat juga menambah optimisme pasar yang lebih luas. Meskipun ada beberapa kekhawatiran dari sisi permintaan,namun hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan sebab minyak telah menerima dukungan karena pemangkasan pasokan yang diumumkan oleh koalisi global produsen (OPEC).

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan non-anggota sepakat pada Desember untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) pada 2019. Bagian OPEC dari pemotongan itu adalah 800.000 barel per hari. Berdasarkan survei Reuters pada Kamis (3/1/2019) lalu menemukan pasokan OPEC turun 460.000 barel per hari pada Desember.

“Dan Anda mendapat pemotongan (produksi) OPEC,” ucap Jakob. (e2)

(sumber foto: ozc)

Previous Makin Luas, Kebakaran Hutan di Riau Capai 20 Hektare
Next Pemko Belum Siap, Pelantikan Pejabat Batal Digelar Malam Tadi

About author