Hak Keluarga Pasien Covid-19 di Pekanbaru Perlu Diperhatikan

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Rabu (18/03/2020) Direktur RSUD Arifin Achmad menggelar konferensi pers yang menyatakan seorang pasien yang dirawat positif Covid-19. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sebelum sakit dan akhirnya memeriksakan diri ke Puskesmas Simpang Tiga yang kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad.

Setelah pasien dinyatakan positif Covid-19, keluarga pasien melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Namun, dikarenakan kebutuhan untuk membeli alkohol yang akan digunakan sebagai sanitizer, anak dari pasien keluar rumah ke daerah rumahnya.

Begitu juga logistik yang dibutuhkan keluarga pasien agar tidak keluar rumah. Setelah melakukan berbagai upaya, akhirnya Sabtu sore (21/03/2020) Pemerintah Provinsi Riau mengirimkan logistik ke rumah keluarga pasien. Sebelumnya kebutuhan logistik keluarga pasien dipenuhi oleh kantor tempat anak pasien bekerja.

“Setelah tanggal 18 Maret pasien dinyatakan positif Covid-19, keluarga pasien juga dilakukan test swap oleh pemerintah daerah pada Sabtu (21/03/2020) untuk mengetahui apakah keluarga pasien juga positif Covid-19 atau tidak. Dan hasilnya akan keluar empat hari setelahnya.” jelas salah seorang keluarga pasien yang tidak tinggal serumah dengan pasien kepada AmiraRiau.

Sebelumnya telah beredar pesan di berbagai grup whatsapp dalam bentuk pdf tentang data pasien. “Sangat disayangkan info tentang pasien tersebar luas terkait riwayat perjalanan dan segala identitas pasien yang disampaikan ke Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Hal ini tidak seharusnya menjadi konsumsi publik.” tambah K yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan pasien.

Perlu diketahui, data pasien adalah data yang tidak seharusnya disebar luaskan secara bebas. Hal ini juga sudah diatur dalam prosedur kerja di setiap fasilitas kesehatan masyarakat.

Dengan mudahnya masyarakat mendapatkan data pasien secara rinci, tidak jarang masyarakat mendiskriminasi bahkan mempertanyakan mengenakan status kesehatan keluarga di grup whatsapp warga sekitar.

“Awalnya kami juga khawatir, dan saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan tes swap keluarga. Sedangkan keadaan pasien yang saat ini dirawat di RSUD Arifin Achmad semakin membaik. Kami mengapresiasi kinerja rumah sakit dalam penanganannya.” tutur K.

Saat ini keluarga membutuhkan dukungan moral agar tetap bisa bertahan di tengah Covid-19 yang bisa menginveksi siapa saja. Paling tidak kebutuhan logistik harus terpenuhi agak keluarga pasien tidak perlu keluar rumah. (Amira)