Gedung SDN 016 Sungai Bungo Rambah Memprihatinkan

0

ROHUL, AMIRARIAU.COM-Saat ini, kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 di Dusun Sungai Bongo, Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah, Kabupaten Rohul (Rokan Hulu), butuh perbaikan. Karena bagian bangunan sudah mulai rusak berat, dan kondisi sekolah kumuh dan belum teraliri listrik.

Sekolah yang kini mendidik 26 murid dari anak-anak dusun Sungai Bungo, terlihat antara perbandingan sekolah lainnya di tengah kota, dengan sekolah SDN 016 Sungai Bungo cukup mencolok sarana-prasarananya.

Bila gedung-gedung sekolah berdiri megah di kota yang dilengkapi fasilitas penunjang pendidikan berbasis teknologi modern, tapi sebaliknya kondisi sekolah SDN 016 Sungai Bungo terbalik, selain tidak teraliri arus listrik, kondisi bangunanpun rusak berat, kumuh juga tidak terperhatikan.

Saat ditanyakan terkait kondisi SDN 016 Sungai Bungo, Kepala Sekolah Muklis mengatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya dibangun pemerintah tahun 1982 lalu.

”Namun hingga kini, sekolaha tersbeut belum pernah tersentuh pembangunan. Bahkan sekolah hanya memiliki tiga ruangan, dan setiap ruangan dsekat jadi dua ruang kelas belajar. Sementara jumlah siswa di SDN 16 Sungai Bungo, keseluruhannya ada 26 murid mulai kelas 1 sampai kelas 6,” terang Muklis, Sabtu (9/5/2015).

SDN 016 sendiri berada sekitar 15 kilometer dari ibu Kota Kabupaten Rohul, Pasirpengaraian. Hanya saja, untuk menjangkau dusun tesebut, jalannya hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Agar bisa sampai ke sekolah itu, setiap harinya para guru membutuhkan waktu hingga berjam-jam lamanya.

Karena selain kondisi akses jalan yang sempit dan rusak, juga diperparah lagi di sebelah kanan dan kiri terdapat badan jalan terdapat jurang sehingga membutuhkan keekstra hati-hatian dalam melajukan kendaran yang hanya bisa dilalui sepeda motor saja.

Diakui salah seorang guru yang mengajar di SDN 016, Amrul, setiap harinya dirinya harus bertaruh nyawa karena harus melintasi jalan yang terjal dan mendaki untuk bisa sampai ke sekolah untuk mengajar para murid. Kata Amrul lagi, dirinya juga mengeluh karena penghasilan dari mengajar tidak lagi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

”Karena, sejak dari tahun 2009, Pemkab Rohul melalui Disdikpora Rohul, tidak lagi menetapkan SDN 016 Sungai Bungo, sebagai sekolah daerah khusus, sehingga saya tidak mendapat tambahan pendapatan pengahsilan lagi dari mengajar di sekolah yang terpencil,” sebutnya.

Tetapi, kata Amrul, demi mencerdaskan anak-anak Dusun Sungai Bungo, dirinya rela mengabdikan dirinya untuk mengajar dengan segala keterbatasan yang ada.

Sedangkan saat ini, kondisi sekolah yang sangat jauh dari kata sempurna tersebut, sangat mengganggu proses belajar-mengajar baik guru dan murid. Salah seorang siswa SDN 016, Apriadi, diakuinya bila hujan turun atap sekolahnya bocor sehingga membuat meja belajar menjadi basah.

Bukan hanya itu, bagian ruangan yang hanya diberikan pembatas sekat, itu juga sangat menganggu konsentrasinya dalam menuntut ilmu. Karena, suara belajar siswa di ruangan sebelah kedengaran di tempatnya belajar sebelahnya lagi. (Yus)