Dua Dusun Binaan PHE Kampar Raih Penghargaan PROKLIM dari KLHK

0

Pangkalan Kerinci, AmiraRiau.Com – Dua dusun binaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam penilaian Program Kampung Iklim (Proklim), yaitu Dusun Palmasari mendapatkan Trophy Utama dan Dusun Sawit Mukti mendapatkan Sertifikat Utama, pada Selasa, 19 Oktober 2021. Kedua dusun tersebut berlokasi di Desa Pematang Tinggi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Penghargaan Proklim ini merupakan wujud nyata komitmen PHE Kampar dalam melestarikan lingkungan, yaitu dengan mengendalikan perubahan iklim berbasis komunitas sebagai upaya untuk menurunkan dampak dari pemanasan global, yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara, naiknya permukaan air laut, serta perubahan musim yang tidak menentu.

Field Manager PHE Kampar, Kurniawan Triyo Widodo, mengucapkan selamat kepada Dusun Palma Sari dan Sawit Mukti atas prestasi yang diraih dan mengapresiasi upaya dan kerja keras yang dilakukan dalam memperbaiki lingkungan secara berkesinambungan. “Kepada KLHK, DLH Provinsi dan Kabupaten, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang diberikan. PHE Kampar akan selalu mendukung dan membantu mengembangkan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujar Triyo.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan PHE Kampar di Dusun Palma Sari dan Dusun Sawit Mukti adalah melaksanakan Program K3 yaitu Kebun, Kolam dan Kandang. Di mana kegiatan dalam program ini mengutamakan pemanfaatan lingkungan sekitar rumah. Program Kebun, warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayur mayur, buah-buahan, palawija, tanaman obat keluarga (TOGA), dan lain sebagainya. Program Kolam, warga memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk membuat kolam dengan memanfaatkan media terpal untuk dapat memenuhi kebutuhan ikan. Program Kandang, berupa kegiatan warga untuk beternak seperti ternak ayam, bebek, kambing dan/atau sapi.

“Dengan dilakukannya program ini diharapkan dapat melestarikan lingkungan, memenuhi kebutuhan pangan, dan meningkatkan perekonomian warga. Sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat dalam aspek lingkungan, kesejahteraan, ekonomi dan juga sosial,” tambah Triyo.

Selain Program K3 (Kebun, Kolam dan Kandang), sebagai upaya mitigasi perubahan atau pengendalian iklim dengan memanfaatkan lingkungan sekitar rumah, PHE Kampar juga menginisiasi beberapa program penunjang di Desa binaannya, di antaranya 1) program pengendalian kekeringan, banjir dan longsor dengan pembuatan dan pemanfaatan lubang biopori, 2) program penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi , yakni pemanfaatan gas metan atau biogas, 3) program pengelolaan sampah, limbah padat dan cair, yakni pembuatan pupuk ramah lingkungan dan pengomposan (pupuk cair organik), 4) pembentukan bank sampah dan pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis, serta 5) program berbasis lingkungan lainnya, seperti dukungan stimulan 5.500 bibit ikan.

Manfaat serta dampak yang dihasilkan dari pengembangan Program Kampung Iklim yang dilakukan PHE Kampar dalam bidang lingkungan adalah 0.03 Ton CO²eq serapan karbon dari 1.000 tanaman, 1.500 ppm CO² pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) akibat pembakaran sampah (dari aktivitas Bank Sampah), 4kg/KK/hari pengurangan limbah non B3 untuk diolah di Bank Sampah, 1.140 lubang resapan biopori terbangun, dan 10 unit biogas dimanfaatkan serta embung desa terjaga kelestariannya sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dalam bidang ekonomi adalah adanya penambahan pendapatan sekitar Rp 180.000/KK/bulan dari aktivitas daur ulang limbah non-B3, potensi pendapatan dari budidaya 5.500 bibit ikan, dan potensi penghasilan tambahan dari penanaman 1.000 tanaman sayur dan toga.

Sedangkan dalam bidang sosial adalah 4 kelompok masyarakat terbentuk dan mendapat keterampilan tanggap api, pengelolaan bank sampah, kelompok toga dan budidaya ikan, 15 perempuan anggota PKK pelopor bank sampah, 1 penggerak lokal atau local hero sebagai Ketua Proklim Desa. Dan yang terakhir adalah manfaat dari bidang kesejahteraan, yakni terbentuknya 1 Peraturan Desa (Perdes) terkait PROKLIM diterbitkan pemerintah desa setempat: Nomor 05 Tahun 2019 Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Pematang Tinggi, inklusifitas pemerintah dengan 1 perjanjian kerja sama antara pemerintah desa, DLHK Kab. Pelalawan dan PHE Kampar.

Kegiatan Proklim berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yakni tujuan 3 kesehatan yang baik dan kesejahteraan, tujuan 7 energi bersih dan terjangkau, tujuan 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan 13 penanganan perubahan iklim, serta tujuan 17 kemitraan untuk mencapai tujuan. PHE Kampar terus berupaya agar desa-desa binaannya mampu berperan dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (rls)

 12 total views,  1 views today