Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Kasus Pembunuhan Pingsan

0

KENDARI, KOMPAS.com – Icha (25), terdakwa pembunuhan terhadap La Deny, histeris dan pingsan setelah mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (18/2/2015).

Dia divonis seumur hidup oleh Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Muswandar, dengan hakim anggota Zulfikar Siregar dan Rio Destrado.

Sesaat setelah pingsan, Icha langsung dilarikan ke ruang tahanan di gedung itu, untuk mendapatkan penanganan medis. Tak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Bayu (29), sang eksekutor pembunuhan yang tak lain pacar Icha.

Hukuman Bayu lebih ringan dari Icha. Padahal, Bayu sebelumnya juga dituntut penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut umum (JPU). “Keterangan Bayu tidak berbelit-belit dan tidak menyulitkan jalannya persidangan. Fakta lainnya, Bayu diperalat oleh Icha untuk melakukan pembunuhan dengan dibohongi,” kata Muswandar.

Sementara Icha, kata Muswandar, mengancam janin yang diklaim sebagai calon anak Bayu. Bayi itu akan digugurkan jika Bayu mau membunuh La Deny. Padahal, Icha tidak pernah hamil.

Sementara, tiga terdakwa yang ikut membantu Icha dan Bayu pada saat membunuh La Deny, yakni Surimah, ibu Icha, divonis 20 tahun, dan kedua adiknya yakni Muna dan Muti divonis 16 tahun penjara.

Sidang ini berlangsung dengan pengamanan ketat petugas kepolisian dari Polres Baubau. Sebelumnya, La Deny (30), warga Badia, Kecamatan Murhum, Kota Baubau ditemukan dalam kondisi hangus di belakang Kantor KPU Baubau, Jumat (29/8/2014).

Saat itu, Deny mendatangi rumah pelaku untuk menagih utang. Ia dipersilakan masuk dan duduk di sofa ruang tamu, saat itulah Deny dihabisi nyawanya oleh pelaku dengan menggunakan parang. 

sumber kompascom

 15 total views,  1 views today