Disdik Kota Pekanbaru Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Setelah PPKM

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru berencana menggelar belajar tatap muka secara terbatas setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 berakhir. Rencana tersebut disambut antusias orang tua.

Kebijakan ini diambil agar proses belajar mengajar di sekolah lebih efektif. “Kami bakal ajukan ke Pak Wako (WaliKota) agar setelah PPKM level 4 berakhir,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Ismardi Ilyas, Jumat (20/8/2021).

Para peserta didik lebih baik belajar tatap muka secara terbatas. Ia menilai belajar secara online atau daring tidak efektif bagi peserta didik.

Ismardi mengatakan bahwa efektivitas belajar online hanya 33 persen. Pihaknya pun meminta Walikota Pekanbaru mempertimbangkan rencana belajar tatap muka secara terbatas.

“Nanti penerapannya seperti yang pernah kita lakukan beberapa waktu lalu, nanti kita pastikan mengikuti protokol kesehatan yang ketat di sekolah,” ujarnya.

Ismardi tidak menampik masih banyak sekolah swasta yang masih menggelar belajar tatap muka selama PPKM level 4. Pihaknya bersama tim mendapatinya sejak penerapan PPKM level 4 tahap 1 hingga tahap 3.

Tim sudah menindaklanjutinya dengan membuat surat perjanjian. Ismardi menyebut bahwa mayoritas yang nekat belajar tatap muka adalah sekolah swasta.

Di sisi lain, rencana belajar tatap muka disambut antusias orang tua siswa. “Saya pribadi sangat ingin anak kami bisa belajar tatap muka. Terlalu riskan bila anak terus belajar daring, kurang efektif, belajar tidak maksimal,” ujar Ayomi, warga Jalan Singgalang Gg Saudara, Kecamatan Tanayan Raya, Pekanbaru.

Dia mengatakan sepanjang pihak sekolah ketat menerapkan protokol kesehatan, maka dirinya yakin anaknya bila nantinya belajar tatap muka aman dari terpapar Covid-19.

Keyakinannya itu juga didukung karena ketiga anaknya yang masing-masing duduk di bangku SMP, SMK dan SMA sudah divaksin. “Alhamdulillah ketiga anak saya sudah divaksin. Ini yang bikin saya tenang kalau memang belajar tatap muka digelar,” sebutnya.

Dia juga akan mengikuti aturan-aturan yang diminta sekolah  sebagai syarat bila belajar tatap muka diberlakukan. Misalnya, siap mengantar jemput anak ke sekolah tepat waktu, membekali anak dengan masker dan hand sanitizer termasuk menandatangani surat pernyataan.

Respon positif rencana pembelajaran tatap muka juga disampaikan Susilawati, warga perumahan Pondok Mayang, Kulim. Belajar jarak jauh diakuinya sangat membebani dirinya.

Sebagai ibu rumah tangga biasa yang hanya mengecap bangku SMP, Susi kewalahan ketika mendampingi anaknya belajar daring trmasu mengerjakan PR yang diberikan guru.

“Waduh, kewalahan saya. Pelajaran anak-anak sekarang susah-susah. Saya lebih banyak gak ngertinya daripada ngertinya. Kasihan anak saya, menyerap pelajaran tidak maksimal,” tutur perempuan muda yang memiliki anak duduk di bangku kelas V SD tersebut.

 33 total views,  1 views today