Dikandang Sendiri PSPS Riau Kalah Lawan Sriwijaya FC, Pelatih Minta Maaf

PEKANBARU, AmiraRiau.com – PSPS Riau terpaksa harus menelan pil pahit, setelah dikalahkan Sriwijaya FC dengan skor tipis 0-1, pada Liga II Indonesia. Kedua tim bermain dihadapan ribuan penonton di stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

Meski PSPS Riau main di kandang sendiri, namun anak-anak asuh Ridwan Saragih, tidak mampu meraih kemenangan. Kegagalan ini membuat peluang PSPS Riau untuk merebut posisi tiga besar di klasemen Liga 2 kandas.

Bahkan peluang PSPS Riau untuk lolos ke babak 12 besar pun sudah tertutup. Meski begitu, PSPS Riau harus tetap berjuang untuk terbebas dari zona degradasi. Tim Askar Bertuah itu harus main di sisa dua pertandingan akhir, menghadapi Sada Sumut, dan PSMS Medan.

PSPS Riau juga harus mengarungi babak play off degradasi, karena masuk dalam 4 tim terbawah di grup 1. Untuk babak 12 besar 3 tim dari grup 1 liga Pegadaian sudah dipastikan diraih oleh Semen Padang, Persiraja Banda Aceh dan PSMS Medan. Di babak play off degradasi PSPS Riau harus bisa terhindar dari posisi 2 terbawah, agar terhindar dari degradasi.

Dari jalannya pertandingan PSPS Riau menjamu Sriwijaya FC, pada babak pertama kedua tim saling jual beli serangan. Namun, dalam waktu 45 babak pertama tidak satupun terjadi gol.

Memasuki babak kedua tim juga berusaha untuk meraih gol. Alhasil Sriwijaya FC berhasil memanfaatkan kelengahan pemain bawah PSPS Riau, menit 76. Striker Sriwijaya Yevhen Bokhasvili mencetak gol penentu kemenangan, golnya tercipta memanfaatkan umpan Fransiskus Alessandro.

Tertinggal 0-1, membuat permainan kedua tim berubah bahkan menjurus ke permainan keras. Akibatnya 15 menit menjelang babak kedua berakhir, wasit yang memimpin pertandingan mengeluarkan 3 kartu merah.

1 pemain untuk PSPS Riau Andika Kurniawan dan 2 pemain untuk Sriwijaya FC, yakni Amabel Ramansyah dan Yevhen Bokhasvili yang terlibat keributan dengan pemain PSPS Andika.

Bermain dengan jumlah pemain yang hanya 9 orang, Sriwijaya FC mampu menahan serangan-serangan PSPS Riau. Secara bertubi Bruno Cs terus menekan pertahanan Sriwijaya. Namun sayang, hingga peluit panjang ditiup wasit PSPS gagal menciptakan gol, dan harus menelan pil pahit.

Pelatih PSPS Riau, Ridwan Saragih, usai pertandingan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pencinta sepakbola Riau, karena telah gagal meraih kemenangan. Kekalahan atas Sriwijaya ini sudah dirasakannya sejak awal.

Di mana salah satu pemainnya Ilham Fathoni mengalami cedera hamstring di saat menjalani sesi pemanasan, sehingga ia harus merubah pemain sebagai pengganti Ilham.

“Saya mohon maaf tidak bisa menghasilkan yang baik, memang menjelang pertandingan saat warming up, tiba-tiba pemain kita Ilham Fathoni mengalami cedera. 10 hari sudah dipersiapkan dalam sesi latian menyiapkan Ilham Fathoni, cedera hamsteing,” ucapnya.

“Kita mengawali pertandingan dengan susunan pemain dan akhirnya sampai selesai kita tidak bisa meraih kemenangan. Saya mohon maaf saya belum bisa memberikan yang terbaik,” imbuh Ridwan.

Menghadapi dua sisa pertandingan, Ridwan tetap optimistis untuk bisa memberikan yang terbaik bagi PSPS Riau. “Selaku pelatih saya sampaikan kepada pemain, mereka sudah berjuang. Dan kedua selama kompetisi ini berjalan, tidak ada kata menyerah. Kita akan perbaiki dan akan evaluasi dan akan menjalani dua laga away,” ungkapnya. ***

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar