Didaulat Sebagai Narasumber di Ngopi Bareng IKMI, Hendry Munief Bicara Politik Islam

0

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (BPW Sumbagut) H. Hendry Munief, SE, MBA didaulat sebagai narasumber di acara Ngopi Bareng Ikatan Keluarga Masjid Indonesia (IKMI) Kota Pekanbaru di gedung Mubaligh Centre (GMC) lantai 2, pada Jum’at 26 Maret 2021.

Diawal pemaparannya, Hendry Munief memperkenalkan diri dan menjelaskan sejarah panjang perjalanan PKS, dari mulai awal cikal bakal berdiri hingga menjadi partai yang diperhitungkan dalam kontestasi nasional.

Walau begitu, Hendry Munief tidak menampik bahwa posisi partai-partai Islam belum pernah mencapai 40 persen. Maka dibutuhkan rumus khusus untuk menyatukasn kekuatan umat islam agar tidak terpecah belah.

“Yang dimaksud kekuatan politik islam disini bukan hanya partai islamnya saja, namun bisa menjadi lebih khusus pada pribadi umat islam itu sendiri. Artinya, jangan sampai pribadi umat islam itu alergi terhadap politik. Karena harga beras naik atau turun itu ditentukan oleh kekuatan politik, lapangan pekerjaan dan semua instrumen di Negeri ini ditentukan oleh sikap politik kita,” pungkasnya.

Maka, dirinya berharap umat islam harus memiliki sikap politik dan jangan sampai terpecah belah, apapun pilihan politiknya.

“Tidak hanya di PKS, saya meyakini disemua partai banyak orang-orang baik, maka yang kita butuhkan saat ini adalah membangun koalisi keumatan, agar aspirasi umat dapat diakomodir dengan baik, dan agar banyak Undang-Undang yang berpihak kepada umat Islam,” imbuhnya.

Lalu di mana posisi Mubaligh? Hendry Munief mengatakan bahwa posisi mubaligh adalah mubaligh bertindak sebagai pemersatu.

“Seperti Kisah Rasulullah Muhammad SAW menyatukan Kabilah di Makkah, yang berdebat sebagi orang yang paling pantas memindahkan Hajarul Aswad ke posisi semula setelah berpindah terseret banjir. Rasulullah hadir memberikan solusi, setiap kabilah diberi posisi yang sama, memegang ujung kain, yang ditengah kain itu Rasulullah letakkan batu hajarul aswad, dan mereka semua bersama-sama mengangkat batu itu,” kisahnya.

Diakhir pemaparannya, Dirinya berpesan agar jangan sampai perbedaan membuat pecah belah. “Perbedan itu adalah rahmat dari Allah SWT,” tutupnya.

Acara yang dimoderatori langsung Ketua IKMI Pekanbaru H. Edi Azhar Nasri, SAg.
MPdI itu turut dihadiri Ketua Dewan Pengawas IKMI Buya Drs. H. Syafarudin Shaleh, MS.

 19 total views,  1 views today