Di Zaman Bupati H. Yopi Arianto, SE RSUD Indrasari Rengat Berkembang Pesat

0

Indragiri Hulu (amirariau.com) – Hampir sepuluh tahun menjabat sebagai Bupati Inhu (Indragiri Hulu),  Bupati H. Yopi Arianto SE mampu melakukan lompatan kemajuan yang jauh ke depan di berbagai sektor pembangunan. Sejumlah di antaranya sudah dinikmati oleh masyarakat, seperti pembangunan di bidang ekonomi, infrastruktur dasar dengan berbagai jenis dan bentuknya itu, dan lainnya.

Salah satu bidang pembangunan yang mengalami kemajuan yang cukup pesat sejak Yopi Arianto menjabat sebagai Bupati Inhu adalah sektor kesehatan. Selain ditandai dengan berdirinya sejumlah bangunan yang dijadikan sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, juga diikuti dengan kualitas pelayanan kesehatan yang semakin membaik, dan membaiknya kemampuan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan medis di pusat-pusat kesehatan yang ada,

Tidak berlebihan bila ada pihak yang menilai bahwa kemajuan pembangunan bidang kesehatan di Inhu sebagai sesuatu yang “menakjubkan,” karena mengaami kemajuan yang cukup signifikan. Hebatnya lagi, kemajuan pembangunan bidang kesehatan di Inhu manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penduduk setempat, melainkan juga ikut dirasakan oleh anggota masyarakat di sejumlah daerah tetangga seperti Kuansing (Kuantan Singingi), Inhil (Indragiri Hilir), dan Pelalawan.

Banyak bukti keberhasilan Bupati Yopi dalam membangun bidang kesehatan di Inhu. Selain meningkatnya kualitas hampir semua puskesmas dan puskesmas pembantu di daerah itu, yang lebih membanggakan lagi adalah realitas yang terjadi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat yang berada di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat.Kini RSUD itu menjadi kebanggaan masyarakat Inhu.

Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto, SE.

Merujuk ke belakang, RSUD Indrasari pada awalnya berada di Kota Rengat Kecamatan Rengat (sekarang Puskesmas Rawat Inap Sipayung Rengat) yang berdiri pada tahun 1965 bertepatan dengan ditetapkannya Kota Rengat Sebagai Ibukota Kabupaten Indragiri Hulu sesuai dengan Undang–undang Nomor : 6 Tahun 1965 tentang Pembentukan Daerah tingkat II Indragiri Hulu.

Layaknya rumah sakit pemerintah lainnya Rumah Sakit Umum Indrasari Rengat juga diharapkan oleh Bupati Indragiri Hulu, H Yopi Arianto SE mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien khususnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu dan sekitarnya secara menyeluruh mencakup upaya peningkatan kesehatan (promotif), upaya pencegahan penyakit (preventif), upaya pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dengan terpadu, merata dan berkesinambungan.

Upaya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat Kabupaten Indragiri Hulu ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat yang memang membutuhkan jasa pelayanan kesehatan baik pasien umum, pasien yang memakai asuransi kesehatan maupun pasien tidak mampu (pasien miskin).

Keberadaan RSUD Indrasari yang menjadi sentral rujukan kesehatan itu, saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berbaikan dan pembenahan, baik dalam bentuk fisik maupun tenaga medis, terus dilakukan guna mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat. Penggunaan alat kesehatan yang canggih menjadi nilai tambah bagi RSUD tersebut. Salah satunya ketersediaan alat kesehatan berupa CT Scan dan USG 4 Dimensi di ruang radiologi. Tak tanggung-tanggung, peningkatan pelayanan RSUD tersebut juga telah diakui oleh Komite Akreditasi Rumah  Sakit (KARS) yang menetapkan RSUD Indrasari, sebagai rumah sakit terakreditasi Perdana.

Direktur RSUD Indrasari, drg. Sri Dharmayanti mengatakan bahwa saat ini, RSUD Indrasari telah memperoleh Akreditasi RS Perdana dari KARS Jakarta.  “Atas hal itu, kedepan kita akan terus berbenah dan meningkatkan pengelolaan pelayanan, dan target kita selanjutnya yakni Akreditasi Paripurna,” ujarnya.

H. Yopi Arianto, SE saat menanda tangani batu peresmian RSUD Indrasari.

Lebih juah Sri Dharmayanti menyampaikan, dalam melayani pasien yang masuk ke RSUD, pihaknya dibantu oleh 36 dokter, dari jumlah tersebut, 19 diantaranya merupakan dokter spesialis dari 11 bidang spesialis yang tersedia. Bahkan pada tahun 2019 ini RSUD Indrasari juga menambah 1 dokter spesialis bedah mulut.

Selain didukung tenaga dokter, medis dan administrasi yang handal, pelayanan RSUD Indrasari juga didukung oleh peralatan medis yang mumpuni dan modern, seperti alat cuci darah atau Hemodialisa sebanyak 4 unit serta sarana pendukung lainnya seperti tersedianya 7 ruang perawatan yang terdiri dari, ruang ICU, ruang bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan dan VIP serta Perinatologi. Dan pada tahun 2018 yang lalu, RSUD Indrasari juga membangun Main Hall yang didalamnya digunakan untuk gedung administrasi, UGD, Radiologi, dan laboratorium.

Wanita yang akrab disapa Bu Yanti ini juga mengungkapkan, atas semua prestasi dan kemajuan yang telah dicapai pihak RSUD, tidak serta merta membuat managemen berpuas diri, dan akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien atau masyarakat.

Terhadap pelayanan pasien kurang mampu, pihaknya tidak ada batasan atau pembedaan dengan pasien umum. Dan saat ini, pelayanan terhadap pasien kurang mampu tersebut, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Melalui kerjasama itu, RSUD Indrasari setiap bulanya harus menggelontorkan dana kurang lebih Rp2,2 miliar untuk mengatasi pembayaran klaim BPJS Kesehatan tersebut.

Tidak hanya terhadap pasien rawat inap, inovasi peningkatan pelayanan juga dilakukan RSUD Indrasari terhadap pasien rawat jalan. Dan untuk mempermudah dan mempercepat pendaftaran bagi pasien rawat jalan, pihaknya mengaku telah menyediakan sarana pendaftaran melalui SMS dan WA ke nomor 081378985003.

Bukan itu saja, lanjut Bu Yanti, bagi pengunjung atau keluarga pasien, pihaknya juga berupaya menciptakan rasa nyaman, dimana bagi keluarga pasien yang jauh disiapkan tempat inap dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp30 ribu per malam.

Kemudian untuk menciptakan rasa aman, terutama terhadap kendaraan yang dibawa oleh pasien maupun keluarga pasien. Pihak RSUD Indrasari melakukan pengelolaan parkir berbasis modern dengan sistem elektrik. Dengan pengawasan petugas yang terlatih ditambah sarana pengamanan kamera pengintai, tentunya akan mampu meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Tidak sampai disitu, pada tahun 2018 yang lalu, managemen RSUD Indrasari juga telah melakukan pemurnian air yang siap konsumsi dengan mengoperasikan peralatan Revers Opmosis (RO). “Sistim pemurnian air dengan peralatan RO ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air mineral bagi RSUD Indrasari, dan bahkan bila memungkinkan kedepanya pihak RSUD akan memproduksi air mineral kemasan untuk dipasarkan,” jelas Bu Yanti.

Sekadar untuk diketahui, gedung utama RSUD Indrasari Rengat saat ini memiliki beberapa gedung baru yang memuat seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Laboratorium, Radiologi, Perkantoran, dan juga Ruang Pelayanan Pendaftaran. Selain itu, gedung ini memiliki tempat bermain anak-anak, dimaksudkan untuk mewujudkan RSUD Indrasari Rengat sebagai rumah sakit layak anak.

Alat kesehatan canggih yang dimiliki RSUD Rengat yaitu alat kesehatan berupa CT Scan dan USG 4 Dimensi di ruang radiologi. Peningkatan pelayanan RSUD tersebut juga telah diakui oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang menetapkan RSUD Indrasari, sebagai rumah sakit terakreditasi Perdana.

Setakat ini, RSUD Indrasari sudah memiliki 39 orang dokter yang terdiri dari 25 orang dokter spesialis dan 14 orang dokter umum. Sementara poliklinik yang tersedia saat ini sebanyak 10 poliklinik. Direktur RSUD Indrasari, drg. Sri Dharmayanti mengatakan, dalam melayani pasien yang masuk ke RSUD, pihaknya dibantu oleh 36 dokter, dari jumlah tersebut, 19 diantaranya merupakan dokter spesialis dari 11 bidang spesialis yang tersedia. Bahkan pada tahun 2019 ini RSUD Indrasari juga menambah 1 dokter spesialis bedah mulut.

Selain didukung tenaga dokter, medis dan administrasi yang handal, pelayanan RSUD Indrasari juga didukung oleh peralataajn medis yang mumpuni dan modern, seperti alat cuci darah atau Hemodialisa sebanyak 4 unit serta sarana pendukung lainnya seperti tersedianya 7 ruang perawatan yang terdiri dari, ruang ICU, ruang bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan dan VIP serta Perinatologi. Dan pada tahun 2018 yang lalu, RSUD Indrasari juga membangun Main Hall yang di dalamnya digunakan untuk gedung administrasi, UGD, Radiologi, dan laboratorium.

Keberadaan RSUD Indrasari yang menjadi sentral rujukan kesehatan itu, saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Perbaikan dan pembenahan, baik dalam bentuk fisik maupun tenaga medis, terus dilakukan guna mewujudkan pelayanan prima terhadap masyarakat. “Atas semua prestasi dan kemajuan yang telah dicapai pihak RSUD, tidak serta merta membuat managemen berpuas diri, dan akan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien atau masyarakat,” katanya.

Tidak hanya terhadap pasien rawat inap, inovasi peningkatan pelayanan juga dilakukan RSUD Indrasari terhadap pasien rawat jalan. Dan untuk mempermudah dan mempercepat pendaftaran bagi pasien rawat jalan, pihaknya mengaku telah menyediakan sarana pendaftaran melalui SMS dan WA ke nomor 081378985003. Bagi pengunjung atau keluarga pasien, pihak RSUD juga berupaya menciptakan rasa nyaman, dimana bagi keluarga pasien yang jauh disiapkan tempat inap dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp30 ribu per malam.

Kemudian untuk menciptakan rasa aman, terutama terhadap kendaraan yang dibawa oleh pasien maupun keluarga pasien. Pihak RSUD Indrasari melakukan pengelolaan parkir berbasis modern dengan sistem elektrik. Dengan pengawasan petugas yang terlatih ditambah sarana pengamanan kamera pengintai, tentunya akan mampu meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan   (adv/hms/e2/rgc/hrc)

 29 total views,  1 views today