Di Tengah Pandemi, Inovasi Sangat Perlu 

0
Pengecekan suhu tubuh kepada salah satu mitra driver Gojek di Posko Aman Gojek Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

Oleh : Dina Febriastuti 

Melihat Bagaimana Perusahaan Teknologi Terus Berupaya Melayani Semasa Disrupsi 

Pekanbaru (AmiraRiau.com) – Pandemi Covid-19 telah memaksa manusia untuk menjaga jarak dan mengurangi aktivitas sosial sementara waktu. Padahal, berbagai kebutuhan tetap harus dipenuhi dan aktivitas mesti terus ditunaikan agar perjalanan kehidupan tak pula tersendat.  

Seperti untuk memenuhi kebutuhan Dede (26), seorang gadis di Pekanbaru. Ia amat kerap memesan makanan melalui layanan GoFood. Namun, dengan perluasan kondisi pandemi memunculkan pula kekhawatiran terkait higienitas makanan yang sampai kepadanya. 

Kondisi pandemi ini kita makin parno (paranoid, red) ya. Ya, tapi memang harus,” ungkapnya jelang akhir pekan lalu. Menurutnya, kondisi pandemi memang harus dihadapi dengan kewaspadaan maksimal. Tentunya, makanan yang dipesan adalah bagian dari yang harus memenuhi segala standar kesehatan. 

Ia menilai upaya yang dilakukan layanan GoFood adalah salah satu yang dibutuhkan. Memang layanan ini relatif baru diketahuinya dan tak semua merchant telah terlibat dengan inovasi terbaru tersebut. Yang pasti, inovasi-inovasi dimaksud sangat perlu 

Yakni, memberikan penanda berupa segel yang memastikan bahwa makanan yang diantarkan kepadanya sudah terperiksa dan memenuhi standar-standar kesehatan yang diberlakukan kepada para mitra merchant Gofood. 

Penjelasan Dian Lumban Toruan, Head of Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Sumbagut, inovasi yang dilakukan itu tak lepas dari arahan pemerintah. Yakni melalui Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan Covid-19 di Indonesia dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 

Pemberian disinfektan kepada sepeda motor mitra Gojek di Posko Aman Gojek Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

 

Enam Langkah 

Dilanjutkannya, memenuhi arahan tersebut, ada enam langkah kebersihan dan keamanan makanan yang diterapkan GoFood. Dimulai dari  penggunaan masker bagi seluruh karyawan, lalu pengecekan suhu tubuh karyawan secara rutin dan ketiga penggunaan segel pengaman berupa selotip atau kabel pengerat saat pengantaran. 

Langkah keempat yakni memberikan jarak antrean bagi para mitra driver dan pelanggan. Kelima, sterilisasi area restoran dengan desinfektan secara berkala. Terkahir, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun cuci tangan bagi para karyawan dan mitra driver. 

Sejak awal pandemi, GoFood sigap dan mendukung arahan itu,” kata Dian akhir pekan lalu   

Ditambahkan Dian, sebagai bagian dari dukungan, GoFood mengirimkan aset digital food safety kit, termasuk selotip pengamaan kepada para mitra usaha.Tentunya, upaya menjaga kebersihan makanan ini adalah tanggung jawab bersama dan diperlukan kerja sama setiap pihak yang terlibat dalam penyiapan makanan. Mulai dari mitra usaha hingga sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, mitra usaha juga didorong untuk memerhatikan kebutuhannya, sehingga bisa memenuhi protokol kesehatan di tempat usahanya,” demikian Dian. 

Media (43), salah satu mitra driver Gojek di Pekanbaru, mengungkapkan testimoni-testimoni dari pelanggan. Menurutnya, tentu pada umumnya mengapresiasi. Semua menilainya sebagai inovasi yang bagus. 

Namun, belum semua mitra merchant yang sudah menerapkan pemberian segel itu. Standar itu baru diterapkan menyeluruh pada mitra-mitra restoran atau gerai yang besar dengan pelanggan yang superbanyak. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, meskipun belum semua resto yang sudah menerapkan standar kesehatan sebagaimana arahan BPOM, namun yang pasti inovasi untuk mendukung upaya pengendalian pandemi Covid-19 tak lepas diterapkan sepanjang waktu. Dipastikan, inovasi tersebut diikuti oleh semua mitra driver Gojek.  

Penyerahan J3K shield (lembar pelindung muka driver, red) kepada seorang mitra driver Gojek di Posko Aman Gojek Pekanbaru, Senin (26/10/2020).

J3K 

Yang dimaksudkan adalah kewajiban bagi semua driver untuk menerapkan protokol kesehatan dan memeriksakan suhu tubuh secara berkala. Demikian pula terhadap kendaraan yang digunakan. Diharuskan untuk dipaparkan disinfektan secara berkala juga. Setidaknya, seminggu sekali. Itu dilakukan di posko kesehatan yang sudah ditetapkan Gojek lokasinya. 

Standar-standar ini tak mungkin kita lengah. Sebab, di aplikasi kita selalu diingatkan. Jika lama-lama diabaikan, bisa-bisa kita tak dapat penumpang atau orderan,” ungkap Media. 

Bahkan, pengecekan terhadap driver apakah memakai masker atau tidak, setiap hari dilakukan. Pertama ketika kita mulai mengaktifkan aplikasi. Lalu, dalam sehari itu pasti akan ada beberapa kali secara tak terduga kita diminta mengambil foto selfie (swafoto, red) agar tercek apakah kita menggunakan masker atau tidak,” Media memberi penjelasan 

Jika driver tak bermasker, maka ia tak bisa mendapatkan orderan pada hari itu. Aplikasi kemitraannya dengan Gojek langsung menutup kesempatannya mendapatkan orderan atau pelanggan 

Ia melanjutkan, juga ada form tentang status kesehatan yang harus diisi saban harinya melalui aplikasi pula.  

Dian mengungkapkan kembali, upaya GoFood mendorong penerapan protokol J3K yaitu Jaga Kesehatan, Jaga Kebersihan dan Jaga Keamanan ini bersifat imbauan dan edukasi. GoFood secara aktif dan rutin memberikan edukasi tentang penerapan protokol kebersihan lewat berbagai kanal komunikasi  

“Dan akan mengikuti arahan BPOM. Selanjutnya juga terkait strategi pengawasan, penerapan protokol kebersihan dan keamanan makanan,” ujarnya. *