Dewan Riau Minta Dinas PUPR Bengkalis Jelaskan ke Masyarakat Soal Penghentian Proyek Jalan MY Duri-Pakning

Dewan Riau Minta Dinas PUPR Bengkalis Jelaskan ke Masyarakat Soal Penghentian Proyek Jalan MY Duri-Pakning

Pekanbaru, AmiraRiau.Com-Anggota DPRD Provinsi Riau Bagus Santoso meminta kepada Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Pemkab Bengkalis menjelaskan kepada masyarakat soal dihentikannya pengerjaan proyek Multi Years (MY) Jalan Duri-Pakning. ”Ini sangat penting dilakukan PUPR, karena ada image di tengah masyarakat penghentian proyek jalan MY Duri-Pakning karena sepak terjang KPK di Bengkalis,” terangnya.

Politisi PAN itu menjelaskan, Kamis (28/2/2018), informasi yang diterima pihaknya saat turun ke daerah pemilihannya, banyak masyarakat yang mengatakan jika proyek jalan tersebut terhenti karena kehadiran KPK. ”Jadi KPK yang dituding masyarakat atas terhentinya proyek itu. Jangan sampai KPK jangan jadi kambing hitam,” ujarnya, dilansir RiauNews.Com.

Diberitakan sebelumnya, Kadis PU Kabupaten Bengkalis yang baru, Hadi Prasetyo mengaku pihaknya sudah menghentikan pekerjaan Jalan Duri-Pakning tersebut, karena progres sudah jauh dari rencana. Dirinya juga mengarahkan agar meminta data lengkap ke PPTK.

Sampai dengan awal tahun 2019 ini, berapa progres pekerjaan peningkatan jalan lintas Sungai Pakning (Bukitbatu) menuju kota Duri kecamatan Mandau tidak diketahui, padahal rekanan pelaksana pekerjaan PT Citra Gading Asritama (CGA) dikabarkan sudah memgambil uang muka sebesar 15 persen yaitu Rp74,8 miliar pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Bengkalis sendiri dinilai tidak transparan soal progres atau volume pekerjaan sampai saat ini. Dinas PUPR Bengkalis selaku leading sector pekerjaan yang menelan total anggaran Rp 498 miliar itu tidak pernah mengekspose ke publik soal volume pekerjaan, karena diduga rekanan tidak bekerja sesuai uang muka yang sudah diambil sampai dengan akhir tahun 2018 diduga volume proyek My Duri-Pakning belum mencapai 15 persen.

PT CGA adalah perusahaan pemenang lelang tahun 2013 melalui lelang khusus proyek My sebanyak enam paket di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa yang mana ketua pokja proyek My waktu itu adalah H.Syafrudin Katan. Kemudian kepala dinas PUPR Bengkalis HM Nasir sampai dengan menangnya gugatan PT CGA di MA tidak mau menandatangani kontrak kerja dan barulah tahun 2017 pelaksana tugas kepala dinas PUPR saat itu, Tajul Mudaris melakukan penandatanganan kontrak sekaligus pencairan uang muka 15 persen.

Akan tetapi pencairan uang muka 15 persen tersebut yang dilakukan tanggal 19 Juni 2017 bertetapatan seminggu jelang lebaran Idul Fitri dan pihak PT CGA sendiri baru mulai bekerja akhir bulan Juli 2017 dengan pekerjaan pembersihan lahan serta membuka badan jalan. Sampai dengan akhir tahun 2017 plt kadis PUPR Tajul Mudaris sempat menyebutkan kalau progres pekerjaan PT.CGA baru sekitar 6-7 persen. (dri)

Bagus Santoso. (f: int)

Previous Zulaikhah Ikuti Rakornas PKK di Jakarta
Next Puncak Rakornas PKK 2019, Ketua TP-PKK Inhil Ikuti Dialog Interaktif Bersama Presiden Dan Ibu Negara

About author