Demo Warga Tambusai Utara Masih Berlanjut

0

ROHUL, AMIRARIAU.COM-Demo reratusan warga dari Desa Pagar Mayang dan Desa Payung Sekaki, Kecamatan Tambusai Utara sampai sabtu sore (24/10) masih berlanjut.

Diantara Warga yang bertahan di Mapolres Rokan Hulu (Rohul) juga terdapat puluhan ibu ibu rumah tangga. Mereka minta 7 warganya yang ditahan polisi segera dibebaskan hari ini juga.

Warga dari dua desa menggelar demontrasi di gerbang Mapolres Rohul. Salah satu poster dibawa menyebutkan “Kami akan tetap berjuang, sampai tetes darah terakhir. Merdeka atau Mati”.

”Kalau ada polisi swasta, kami pasti akan melapor kesana, bukan ke polisi negara,” kata warga dalam aksinya dan meminta polisi segera melepaskan 7 warganya yang ditangkap anggota Polsek Tambusai Utara usai panen di lahan pola kemitraan warga di Pagar Mayang, Jumat (23/10) siang kemarin.

Dalam aksinya, warga sebut pimpinan mereka, Kades Pagar Mayang Suyadi penghianat warga. Sebelum jadi Kades, kata warga, Suyadi merupakan orang yang membela warga, namun sesudah jadi Kades, dia malah justru tak lagi membela warganya.

Warga bukan hanya menduga Kades Suyadi adalah seorang mafia. Namun warga juga meminta Kades mereka direhabilitasi, karena diduga pemakai narkoba.

”Kami minta Kades kami dijalani tes urine. Diia sudah naik ambulance, sebab pikirannya yang mati,” tegas warga.

”Kami buta hukum, kami buta pendidikan, Keadilan hanya bagi yang punya uang. Daripada satu atau dua orang dijemput, masukkan kami semua ke sel pak,” tantang warga.

Pada aksi dijaga puluhan personel polisi tersebut, Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Rachmat Muchamat Salihi mengakui polisi menangkap 7 warga bukan atas laporan dari PT MAN, namun laporan dari Barmansyah.

Berdasarkan SKT dikeluarkan 1996 silam dan peta dimiliki Kepolisian, lahan Barmansyah berada di Blok D8 dan Blok D9 Desa Pagar Mayang. Di lahan itulah warga memanen kelapa sawit dan akhirnya diamankan anggota Polsek Tambusai Utara.

”Kalau memang ada masyarakat yang punya sertifikat berikan kepada kami, biar kami uji sertifikatnya ke Pengadilan. Sebab kami tak ada wewenang mengujinya,” jelas AKP Rachmat.

”Kalau bapak-bapak memang ada bukti baru yang dimiliki segera diserahkan ke kami. Kami belum terima peta apakah lahan masuk dalam lahan transmigrasi,” tambahnya.

Warga balik bertanya apakah Barmansyah orang transmigrasi, namun hal itu tak bisa dijawab oleh pihak Kepolisian.

”Tugas kami penyidik adalah mencari dan mengumpulkan barang bukti. Kalau bapak punya dokumen agar kami uji di Pengadilan,” jelas AKP Rachmat dan mengatakan Barmansyah mengantongi sertifikat Hak Pengelolaan Lahan atau HPL. (Yus)