Dalam Rakornas Ketua KPK: Jangan Kita Teriak Jujur Hebat, Tapi Tidak Jujur Dengan Situasi

JAKARTA, AmiraRiau.com- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara, Nawawi Pomolango, mengaku sempat mengingatkan bawahannya agar tidak hanya meneriakkan jargon lembaga “Jujur itu hebat” padahal tidak jujur terhadap situasi yang ada.

Pernyataan itu Nawawi sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pendidikan Antikorupsi (Rakornas Pak) yang dihadiri ratusan pejabat serta peserta lintas kementerian dan lembaga di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2023).

Nawawi mengaku sempat ragu apakah masih ada orang yang mau menghadiri acara pendidikan antikorupsi KPK di saat lembaga antirasuah itu sedang tidak baik-baik saja.

“Dengan musim yang tidak baik-baik saja, saya tanyakan ke Pak Deputinya (Wawan), ‘Masih adakah orang yang datang ke acara kita?’ Jangan cuma kita teriak-teriak jujur itu hebat, tapi kita tidak jujur dengan situasi yang ada,” ujar Nawawi, Kamis.

Adapun KPK tengah terguncang karena Ketua KPK Firli Bahuri menjadi tersangka dugaan korupsi. Firli kini diberhentikan sementara oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Nawawi menceritakan, dua hari lalu, Selasa (28/11/2023), ia mengumpulkan pejabat struktural KPK, termasuk Wawan dan para deputi.

Ia lantas meminta Wawan untuk mengevaluasi kembali kegiatan yang akan dilaksanakan dan menunda yang tidak genting. Menurut Nawawi, Wawan mengatakan, ada dua kegiatan yang mendesak, yakni peresmian Desa Antikorupsi di Kalimantan dan Rakornas Pak.

Nawawi mengaku sempat ragu apakah masih ada orang yang mau turut serta dalam kegiatan KPK karena kondisi lembaga yang sedang tidak baik. Ia mengajukan syarat kegiatan itu dihadiri minimal 10 orang.

“Saya jadi agak ragu tadi, kemarin dibilang membuka acara Rakernas Pak (memberi sambutan),” tutur Nawawi, dilansir kompas.com, Kamis (30/11/2023).

“Hari ini saya ditampilkan pemandangan seperti ini. Saya tidak tahu harus mengucapkan terima kasihnya dari mana. Terima kasih kesediaan Bapak Ibu semua untuk hadir dalam giat program Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberhentikan sementara Firli Bahuri dari jabatannya sebagai Ketua KPK. Jokowi kemudian menunjuk Nawawi Pomolango sebagai Ketua KPK sementara pengganti Firli Bahuri.

Penunjukan itu ditandai dengan penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 tanggal 24 November 2023. Adapun Firli diduga memeras eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) atau menerima gratifikasi atau penerimaan hadiah/janji.

Perkara tersebut diusut oleh Polda Metro Jaya dan naik ke tahap penyidikan pada 6 Oktober lalu. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 91 saksi fakta termasuk Firli sebanyak dua kali dan menggeledah kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; dan Villa Galaxy, Bekasi, Jawa Barat.

Di antara barang bukti yang ditemukan polisi untuk menetapkan Firli sebagai tersangka adalah dokumen penukaran valuta asing (valas) senilai Rp 7 miliar.***

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar