Besarnya Potensi Pariwisata di Desa Aliantan

0
+ - Forest Height Protected Areas (English) Moratorium Areas Samudera awan yang terlihat menyelimuti Bukit Suligi 812mdpl yang biasanya dinikmati para wisatawan dari pukul 05.00 hinga 09.00 WIB (04/06/2020). Sumber : Zulfa Amira Zaed

Rokan Hulu (AmiraRiau.com) – Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi memiliki potensi wisata yang sangat besar . Mulai dari Puncak Bukit Suligi yang memiliki ketinggian 812 mdpl, sampai dengan sejumlah air terjun dan goa.

Wisata pendakian Puncak Bukit Suligi, atau yang lebih dikenal dengan Suligi Hill 812 mdpl di Desa Aliantan, Kabupaten Rokan Hulu, dirintis oleh Kepala Desa Aliantan, Muhammad Rois Zakaria, bersama komunitas The Care Taker sejak 2016. Wisata pendakian ini telah menarik wisatawan dari berbagai penjuru, tidak hanya domestik tetapi juga mancanegara dan telah mendapatkan penghargaan juara 1 Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.

Kepala Desa Aliantan, H. Muhammad Rois Zakaria, SE.

“Untuk pengembangan potensi pariwisata di Riau memang kita mencari destinasi unggulan. Saat Desa Aliantan menerima penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 memang ada dukungan yang luar biasa dari Gubernur Riau, Syamsuar, dan pemerintah daerah kabupaten,” jelas Ervina selaku Humas Cerita Baru Center, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau.

“Suligi Hill 812 mdpl, memiliki sebelas titik air terjun dan sebelas titik goa. Diantaranya ada Air Terjun Sekubin dan Goa Garuda. Luas lahan yang dikembangkan menjadi lokasi wisata lebih kurang 50 hektar. Harapannya agar pendapatan masyarakat meningkat dari sektor wisata, juga untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penghargaan yang diterima di tingkat nasional itu bukan hanya sebuah label melainkan sebuah realita dengan potensi yang besar. Harapan saya, masyarakat Desa Aliantan dapat meningkat ekonominya dengan adanya wisata di Desa Aliantan,” tutur Rois.

Kawasan wisata yang saat ini dalam proses pembangunan adalah kolam renang yang berada tepat di depan Goa Garuda. Goa garuda yang menjadi kebanggan masyarakat Aliantan tersebut memiliki keunikan yang tidak ada di goa lain, yaitu relief simbol burung garuda. Goa yang diprediksi berusia lebih dari 5000 tahun tersebut berdiri begitu megah layaknya sebuah bangunan menyerupai sebuah istana yang memiliki pintu masuk dan beberapa ruangan.

Rois Zakaria berharap wisata di Desa Aliantan dapat memajukan perekonomian masyarakat Desa Aliantan. “Harapan saya, perekonomian masyarakat meningkat. Perlu kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk mengembangkan pariwisata di Aliantan,” tutup Rois.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dari sektor pariwisata mencapai Rp4,2 Triliun per tahun. “Pariwisata di Riau terus berkembang dengan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah. Harapan kami, sektor pariwisata dapat menyumbang lebih banyak untuk PAD, lebih dari angka 4,2 Triliun untuk tahun 2020 dan seterusnya,” papar Yose Rizal Zein selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau.

Goa Garuda yang terletak di desa Aliantan, Rokan Hulu, Riau.