Bermula Belajar Coding, Butiran Kerikilpun Menjadi Rangkaian Mutiara

0
114

Solo (amirariau.com) – Coding mum adalah program yang diprakarsai oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang bergerak untuk mendorong sub sektor digital. Diharapkan sub sektor Bekraf dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Program Coding mum dijalankan sejak tahun 2017 yang pada mulanya menyasar ibu rumah tangga sebagai peserta, kemudian berlanjut kepada buruh migran di Hongkong juga kepada kaum disabilitas. Melihat dampak yang ditimbulkan program coding mum yang begitu menggembirakan, dilanjutkan dengan sasaran peserta dari pesantren dan panti asuhan.

Tepat pada Gelaran Bekraf Festival 2019 (04/10/2019) diluncurkan secara resmi Program Coding Mum Pesantren dan Coding Mum Panti Asuhan yang dihadiri oleh Bapak Muhammad Amin Selaku Staf Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Prayudi Utomo selaku mentor, Rofikhatun Nisa dengan sucses story dari Hongkong, dan Ustadz Qomar selaku Pengasuh Pondok Pesantren Modern Assalam Solo.

Program Coding Mum ternyata tidak hanya mampu mendorong sektor perekonomian tetapi juga terbukti mampu menempa para pesertanya untuk memunculkan gagasan-gagasan spektakuler yang diharapkan bisa menular ke berbagai penjuru.

PERESMIAN CODING MUM PESANTREN DAN PANTI ASUHAN

Bertepan dengan Bekraf Festival 2019, resmi diluncurkan Coding Mum Pesantren dan Coding Mum Panti Asuhan. Peresmian yang dikemas dalam talkshow menarik turut mengundang santri dari Pondok Pesantren Modern Assalam Solo yang sekaligus menjadi hari dimana para santri mempresentasikan hasil belajar coding yang dimentori oleh Bapak Gatot Wahyudi dari Ponorogo. Tidak disangka hasil belajar para santri sungguh luar biasa apik.

Peluncuran Program Coding Mum Pesantren dan Panti Asuhan.

“Saya do’akan adik-adik di sini bisa membangun bisnis yang bisa meningkatkan taraf ekonomi. Sungguh luar biasa cita-cita kalian. Sukses selalu”, doa yang penuh harap dituturkan Bapak Muhammad Amin sebagai penilai hasil belajar para santri.

CODING MUM MEET UP

Untuk mengikhtisarkan hasil program coding mum selama tahun 2019, Bekraf mengundang beberapa peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Palu, Pekanbaru, Banda Aceh, Banjarbaru, Jombang, dan beberapa daerah lainnya.

Para peserta diberi kesempatan untuk saling berkenalan bukan sekedar nama dan kota asal tetapi impact yang didapatkan masing-masing peserta setelang mengikuti Coding Mum.

HARI PERTAMA

Para peserta undangan menyaksikan Peresmian Coding Mum Pesantren dan Coding Mum Panti Asuhan. Pada malam harinya, menyaksikan pembukaan Bekraf Festival 2019 yang berlokasi di Benteng Vastenburg Solo dengan bintang tamu utama yang cetar, yaitu Nidji.

Bekraf Festival 2019 resmi dibuka oleh Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia dan F.X Hadi Rudyatmo, Walikota Solo.

Pembukaan Bekraf Festival 2019 di Benteng Vastenburg, Solo.

“Bapak Jokowi mengharapkan ekonomi kreatif bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia”, tegas Triawan Munaf.

Dan Pembukaan Bekraf Festival 2019 berlangsung mengharu biru hingga pecah dengan gebrakan panggung Nidji.

HARI KEDUA

Sabtu (05/10/2019) Para peserta coding mum meet up diajak untuk berkeliling Kota Solo dengan menaiki Bus Werkudara. Titik kumpul sebelum memulai tour adalah di Loji Gandrung, tempat bersejarah peninggalan Belanda yang kini dijadikan Rumah Dinas Walikota Solo.

Peserta city tour dari Coding Mum Meet Up mengunjungi Loji Gandrung.

Para peserta diberi kesempatan untuk melihat secara langsung kamar Presiden pertama Indonesia yaitu Dr. Ir. H. Soekarno. Ada pemandangan menarik ketika itu, tampak Ibu Walikota Solo sedang menyiram bunga di halaman belakang. Beliau begitu ramah dan bersahaja. Bahkan tidak menolak permintaan salah satu peserta coding mum meet up dari Hongkong dan Pekanbaru untuk berfoto.

Tujuan selanjutnya setelah Museum Keris Nusantara. Di sini para peserta coding mum meet up diajak mengekplore keris mulai dari sejarah, proses pembuatan keris, dan koleksi keris dari berbagai daerah.

Dan ada satu koleksi keris yang begitu istimewa yaitu keris yang merupakan hibah dari Presiden Ir. H. Joko Widodo. Keris itu sudah berumur ratusan tahun dan sudah berkeliling Indonesia yang berpindah tangan dari empu di seluruh Indonesia.

Peserta Coding Mum Meet Up saat mengunjungi Museum Keris Nusantar.

Setelah dari museum keris, para peserta coding mum meet up mengunjungi Museum Batik Danar Hadi. Di museum ini tersimpan koleksi berbagai macam batik, bahkan usianya ada yang lebih dari 150 tahun. Di museum ini, para pengunjung diberi pengetahuan tentang sejarah batik, proses pembuatan batik sekaligus berbelanja batik.

Pengunjung diberi kesempatan untuk belajar membatik.

Tujuan selanjutnya adalah Mangkunegara, atau lebih dikenal dengan Keraton Solo. Mangkunegara merupakan tempat tinggal raja Solo dan keturunannya yang menyimpan berjuta sejarah. Di sini para peserta coding mum meet up bisa menyaksikan kesenian gamelan, ruang rapat yang biasa digunakan untuk prosesi pernikahan putra-putri raja dan berbagai koleksi benda bersejarah.

SHARING SESSION

Sharing session merupakan ajang perkenalan yang sangat kompleks. Masing-masing peserta menyampaikan pesen dan kesan selama dan sesudah belajar coding. Para Mentor yang turut berperan aktif mensukseskan program koding mum memberikan pengarahan agar seluruh peserta mampu bersinergi dan besama-sama menularkan kebaikan dan semangat untuk terus maju.

“Mari menjadi induktor yang mampu menginduksi orang lain agar bisa turut mengambil dan menyebarkan kebaikan”, tutur Mas Gatot Wahyudi selaku mentor koding mum pesantren.

Keberhasilan program koding mum juga tidak terlepas dari peran mentor yang tidak hanya mampu menyampaikan materi namun juga menggugah jiwa para peserta coding mum. “coding itu adalah sebuah tools yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan kita. mari kita menjadi manusia-manusia yang potrable“, jelas Prayudi Utom selaku mentor dan Head Office of Kolla.

TESTIMONI

Salah seorang peserta perwakilan Pekanbaru yang semula buta akan coding dan acuh tak acuh dengan bisnis yang dimilikinya turut tergugah jiwanya melalui program coding mum. Tak pernah terpikirkan bagaimana bisa menjalani bisnis yang dimiliki tanpa rasa cinta di dalamnya. “Setelah saya mengikuti program coding mum, saya terbangun dari tidur panjang saya. Proses belajar coding yang saya jalani seakan menggugah jiwa saya yang tertidur, yang tidak bisa melihat peluang. Semoga AmiraRiau.com bisa memberi manfaat untuk banyak orang. Mulai saat ini saya tidak akan menyi-nyiakan ilmu ini. Mari cari value dalam diri kita masing-masing agar kita memiliki alasan untuk terus konsisten dalam mencapai tujuan dan impian kita”, jelas Zulfa Amira.

SUCSES STORY

Coding Meet Up kali ini menghadirkan alumni coding mum yang berasal dari Hongkong. Rofingatun Nissa adalah seorang buruh migran yang telah bekerja di Hongkong selama 6 tahun. Setelah mengikuti Coding Mum, Rofi bertekat untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang desaigner. Ia melihat potensi pasar yang begitu besar di Hongkong. Langkah tepat yang ia tempuh membuatnya semakin berkembang. Rofi merintis bisnis di bidang fashion yang bermula dari kecintaanya dengan Indonesia. Produk fashion yang mampu menembus pasar internasional itu adalah baju yang didesain dengan kombinasi kain tenun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Kini ia memiliki rumah produksi dengan bebeapa karyawan di Cilacap. Melalui website Oemahethnicofficial.com ia memasarkan produk tenun hingga ke mancanegaradengan omset yang mencengangkan.

Prayudi Utomo selaku mentor dan Head Office of Kolla.

GALA DINNER

Sabtu (05/10/2019) bertempat di Hotel Aziza by Horison diadakan Gala Dinner yang merupakan malam puncak keakraban para peserta coding mum meet up yang berasal dari berbagai daerah. Para peserta bisa berkenalan satu sama lain dengan lebih intens dan bertukar pikiran mengenai apapun. Dalam Gala Diner ini turut hadir ibu Poppy selaku Direktur Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Dalam sambutannya Ibu Poppy menyampaikan, “Bekraf akan terus berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, salah satunya melalui program coding ini. Mari kita bersama-sama mengambil dan menebar manfaat.

Penyerahan plakat kepada perwakilan peserta daribeberapa daerah oleh Direktur Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf.

Dalam Gala Dinner ini juga diserahkan plakat secara simbolis kepada bebrapa peserta oleh ibu Poppy selaku Direktur Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf.

ZUMBA DANCE

Bertepatan dengan moment Car Free day, para peserta Coding Mum Meet Up melaksanakan Senam Zumba bersama pengunjung Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Diharapkan senam zumba pagi itu bisa turut memberikan manfaat pada warga sekitar Solo untuk melihat apa itu coding mum dan Bekraf.

Zumba oleh peserta coding mum meet up di area car free day

Kemudian malam harinya dilanjutkan dengan penutupan Bekraf Festival yang dimeriahkan oleh Masterpiece of broken heart, Didi Kempot dan Maliq n D’essential. Beteng Vastenburg dipenuhi oleh sobat ambyar dari manapun berada. bahkan hingga tumpah ruas hingga ke area parkir dan jalan.

Seluruh peserta coding mum meet up di Hotel Aziza by Horison, Solo.

Dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Oktober, para peserta coding mum mett up menemukan semangat baru untuk terus konsisten mencapai tujuan masing-masing. Diharapkan kepulangan peserta ke deaerah masing-masing dapat memberikan manfaat di daerah masing-masing.(Amira)