Berdayakan Produk Lokal, Cara Pemkab Rohil Meningkatkan Ekonomian Masyarakat

0
19

KENDATI berstatus sebagai daerah otonom baru, pemekaran dari kabupaten induk, Bengkalis; tapi sejatinya Kabupaten Rohul (Rokan Hulu) memiliki sejumlah potensi ekonomi yang hisa diandalkan. Selain migas (minyak dan gas bumi), kabupaten ini juga memiliki sejumlah produk lokal.

Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu Bupati Rohul Suyatno AMP mendukung dan mendorong setiap Kepenghuluan (Desa) untuk menghasilkan karya-karya lokal guna meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat. Karena itu, bupati meminta kepada dinas terkait memberikan perhatian penuh untuk membina usaha produk lokal.
Bupati menyarankan Pemerintah Kecamatan untuk memanfaatkan lahan milik Pemerintah Daerah untuk lokasi pemasaran produk unggulan tersebut yang dipusatkan di satu lokasi sehingga ke depan hasil produk lokal ini akan menjadi oleh-oleh khas Rohil.

Ini disampaikan langsung bupati belum lama ini saat berkunjung ke Kecamatan Bagan Sinembah di hadapan masyarakat maupun para Datuk Penghulu (Kepala Desa) tentang dukungan terhadap hasil produk unggulan lokal tersebut. Produk unggulan yang diluncurkan ini merupakan karya dari beberapa Kepenghuluan se-Kecamatan Bagan Sinembah.

Suyatno AMp mengapresiasi kepada Pemerintahan Kecamatan yang telah berhasil membangkitkan usaha di setiap kepenghuluan dengan menghasilkan produk asli kepenghuluan tersebut. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dicanangkannya produk unggulan dari setiap kepenghuluan. Dan ini juga adalah merupakan keberhasilan dari pemerintah kecamatan bersama Upika yang telah membina kepenghuluan tersebut. Jangan biarkan mereka ini berjalan di tempat atau mati suri karena tidak adanya bimbingan dan dukungan baik secara moril maupun secara materil,” tambah Suyatno.

Suyatno menawarkan kepada Upika Bagan Sinembah agar dapat memanfaatkan lahan milik Pemda sebagai lokasi. “Kita ingin semuanya ditempatkan di satu titik, sehingga kedepannya setiap orang keluar masuk Rokan Hilir akan bisa membawa oleh-oleh khas dari Bagan Sinembah khususnya. Dan seluruh kecamatan yang ada di Rokan Hilir harus mencontoh Kecamatan Bagan Sinembah ini, yang lain juga harus berbuat, agar kepenghuluan itu maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI mengatakan produk unggulan akan menjadi ciri khas dari masing-masing kepenghuluan, bahkan nama kepenghuluan tersebut nantinya akan melekat dengan produk unggulannya. “Ada beberapa kepenghuluan yang memang sudah memproduksi hasil karyanya dan sejauh ini hasilnya juga sudah banyak yang memanfaatkannya. Melihat banyaknya bahan baku di daerah serta tingginya kemauan warga, untuk itu kita dorong semua kepenghuluan agar dapat berkarya,” ujarnya.

Diuraikannya, saat ini kepenghuluan yang sudah memeiliki produk unggulan adalah Kepenghuluan Bagan Sapta Permai dengan Produk unggulan Batik Tulis bergambarkan Pohon Sawit.

Kepenghuluan Bhayangkara Jaya dengan produk Sapu Lidi, Kepenghuluan Meranti Makmur dengan produk unggulan souvenir dari Cangkang Sawit, Kepenghuluan Bakti Makmur dengan produk unggulan Gula (Merah) Sawit, Kepenghuluan Gelora dengan produk unggulan Jamur Tiram, Kepenghuluan Bakti Jaya dengan produk unggulan Jagung, Kepenghuluan Bagan Manunggal dengan produk unggulan Rengginang, Kepenghuluan Bagan Batu Barat dengan produk unggulan jajanan serta beberapa kepenghuluan lainnya.

Dan untuk itu, lanjutnya lagi bahwa dibutuhkan bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terhadap kepenghuluan-kepenghuluan tersebut. “Karena karya atau produk tersebut nantinya akan menjadi sumber pendapatan bagi kepenghuluan itu sendiri. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan moril dan materil dari pemerintah kabupaten khususnya dalam hal pemasarannya,” harap Sakinah, dilansir berkabar.com.

Sakinah juga menyampaikan bahwa proses perdayagunaan tersebut seluruhnya akan dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Produk unggulan ini semua akan dikelola oleh BUMDes sehingga keuntungannya memang untuk kemakmuran warga di kepenghuluan itu sendiri,” ungkapnya.

Sakinah juga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Rokan Hilir untuk dapat mengkaji dan membuat perda untuk produk unggulan ini. “Kita juga berharap kepada bapak-bapak dewan untuk dapat menghakpatenkan produk unggulan ini, agar kepenghuluan kita bisa lebih maju dan tentunya Rokan Hilir sejahtera,” harapnya.

Pada kesempatan lain, Sakinah juga membahas galeri untuk produk unggulan desa-desa se kecamatan Bagan Sinembah. Yang mana, beberapa waktu lalu, hal tersebut sudah dicanangkan setiap desa atau Kepenghuluan membuat produk unggulan masing-masing. “Produk itu nantinya dibawa binaan BUMDes masing-masing Kepenghuluan. Rencana kita, kita buat di tanah Pemkab Rohil yang berada di jalan lintas Riau-Sumut di perbatasan sana,” imbuhnya.

Sukses Memberdayakan Desa—-anak judul
Ketua Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (Apdesi) H Sutejo S.Pd yang merupakan kepala desa atau Datuk Penghulu Bagan Sapta Permai pada kesempatan lain sangat mengapresiasi apa yang diperbuat oleh pemerintah kabupaten Rokan Hilir melalui Pemerintah Kecamatan Bagan Sinembah.

Hal itu membuktikan bahwa pemerintah kabupaten Rokan Hilir sukses memberdayakan masyarakat melalui program tersebut. Sutejo sendiri mengaku, produk unggulan dari desa yang ia pimpin menghasilkan produk Batik dengan motif ciri khas pohon kelapa sawit.

Tentu saja hal itu menjadikan warga masyarakat ditengah defisit keuangan mendapatkan solusi yang baik. Untuk itu, Sutejo berharap agar kiranya produk unggulan dari setiap desa di kabupaten Rokan Hilir khususnya di Bagan Sinembah akan terus berkesinambungan. “Apalagi nanti kalau kita sudah ada tempat untuk memajangkan produk unggulan itu, yang dalam rapat bersama dengan camat, rencananya akan didirikan di tanah pemerintah kabupaten Rokan Hilir di daerah perbatasan Riau-Sumut,” ujar Sutejo.

Sebagai langkah tindak lanjut untuk melakukan pembinaan terhadap Ibu ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di masing-masing kepenghuluan (Desa) yang memiliki program unggulan, Camat Bagan Sinembah membawa langsung Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Propinsi Riau.
Belum lama ini, Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI bersama Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Propinsi Riau, Dezi Aldren ST mengunjungi kepenghuluan Bagan Sapta Permai dan Bhayangkara Jaya. Pantauan di lokasi, pagi Kamis itu, camat bersama tim Tenaga Ahli P3MD Provinsi Riau mengunjungi pembuatan batik tulis di Bagan Sapta Permai.

Selain memberikan motivasi dan bimbingan tentang mekanisme memajukan produk unggulan ini dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), camat dan Dezi langsung mencoba belajar cara membatik. “Program Produk unggulan membatik ini harus tetap di kembangkan, jadi kedepannya khususnya di Kabupaten Rokan Hilir bisa menggunakan produk batik dari Kepenghuluan Bagan Sapta permai ini,” ungkap camat.

Pada kesempatan itu, camat memintak kepada para ibu-ibu PPK untuk lebih proaktif lagi dalam membatik. Sebab menurutnya dengan berkembangnya produk unggulan batik ini akan meningkatkan PADes (Pendapatan Asli Desa) itu sendiri. “Dari pada menggosip dan waktunya habis gak bermanfaat mending kita membatik, selain mendapatkan ilmu dapat menghasilkan uang,” paparnya.

Penghulu Bagan Sapta Permai, Sutejo juga menyampaikan bahwa pihaknya masih membutuhkan dukungan baik itu permodalan dan juga pembinaan dari semua pihak khususnya dari camat dan Bupati Rohil.

Ia mengharapkan, bahwa Produk Uggulan Batik tersebut di peraturan bupati sehingga pemakaian produk batik pada hari kamis di terapkan di seluruh instansi yang ada dirohil. “Kita harapkan produk batik ini betul – betul di perbuat praturan bupati sehingga pada hari kamis menggunakan batik prodok kita, sehingga meningkatkan PADes itu sendiri,” harapnya.
Usai dari Bagan Sapta Permai, kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Bhayangkara Jaya, di sana, tim melakukan pembinaan terhadap ibu ibu yang mengembangkan usahanya melalui lidi sawit.

Camat dan Dezi juga mencoba langsung cara memisahkan daun dari lidi sawit yang nantinya sebagai bahan untuk membuat piring, pas bunga, mangkuk dan bakan sapu. Menurut camat, saat ini Warga Kepenghuluan Bhayangkara Jaya yang khusus menjual lidi yang bersih sudah mampu menjual 3 hingga 4 ton per bulannya. “Nah saat ini, cara membuat piring dan mangkok hingga pas bunga ini perlu ditularkan, khususnya bagi ibu ibu yang tidak bekerja, agar dapat menambah penghasilan keluarga,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, camat berpesan bahwa untuk memulai suatu keberhasilan dan kesuksesan memang tidaklah semudah membalik telapak tangan. Untuk itu diperlukan ketekunan, keuletan dan tekad serta komitmen yang kuat. “Tapi harus langsung aksi, jangan seremonial saja, untuk itu marilah kita tetap optimis dalam menggali potensi yang ada di kepenghuluan kita masing-masing, agar dapat mningkatkan perekonomian,” pesannya. “Tujuannya jelas, supaya masyarakat sejahtera,” tandasnya dan menyampaikan akan terus melakukan pembinaan terhadap produk unggalan dari desa lainnya. (Adv/Hms)

(sumber foto-foto: berkabar.com)