Bangkitkan Ekonomi Pedesaan, Ini yang Dilakukan Bupati Kampar

0
16
Bangkitkan Ekonomi Pedesaan, Ini yang Dilakukan Bupati Kampar

BANGKINANG, AMIRARIAU.COM-Dengan dilakukan Penyerahan Pasar Desa dan pasar Pemerintah Daerah (Pemda) kepada Desa, artinya secara otomatis telah diserahkan kekuasaan, tugas serta kewenangan sepenuhnya kepada desa setempat.

Dengan demikian ini menunjukkan keseriusan kita untuk membangkitkan geliat perekonomian masyarakat di Kabupaten Kampar di pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH, MM saat Penyerahan Pasar Desa dan Pasar Pemerintah Daerah yang ada di Desa kepada Pemerintah Desa di Kabupaten Kampar gelombang pertama yang dipusatkan di Aula Kantor Bupati Kampar, jum’at (19/1).

Azis Zaenal menjelaskan, bahwa Februari 2018 beliu dilantik sebagai Bupati Kampar, pada Juni saya sudah berpikir program apa untuk meningkatan perekonomian masyarakat kampar, dalam hal ini terpikir adalah salah satunya penyerahan pasar Desa kepada Desa setempat.

kitab lihat sejauh ini dari total lebih kurang 108 pasar Desa dan Kelurahan yang ada di Kampar, selama ini Pendapatan Asli daerah (PAD) yang diterima pemda kampar tidak memiliki nilai terlalu tinggi, setiap pasar menyetor hanya lebih kurang Rp 3 juta/tahun atau total lebih kurang Rp 200 juta/tahun.

Dengan demikian untuk apa pemda pertahankan pasar tersebut, lebih baik dikelola oleh Desa sendiri sepenuhnya. Karena kita tau bahwa para Kepala Desa adalah orang-orang pintar pilihan masyarakat.

Silahan dikelolah oleh Desa bersama BPD dan diawasi Camat serta aparaturnya, baik buruk, maju atau tidaknya pasar tergantung lagi pada Desa bersama BPD. apabila mau maju kades dan masyarakat berusaha bersama dan hasil dari pasar tersebut juga bisa dipergunakan untuk keperluan pembangunan desa.”Jelas Azis.”

Selanjutnya andaikata apabila pasar tersebut nantinya tidak berkembang, maka hal penyeraan ini akan dicabut kembali. Hal penting juga disampaikan oleh Azis Zaenal, bahwa dalam pasar atau sistim jual beli para pedagang harus mengutamakan Mutu, Harga serta Pelayanan. (rls)